Teknologi Budidaya Padi Jarwo Super Tingkatkan Produksi

July 14, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya padi jarwo super adalah hasil pengembangan teknologi budidaya padi terpadu dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang berbasis cara tanam jajar legowo (jarwo).

Budidaya padi jarwo super adalah perbaikan dari teknologi budidaya padi jarwo. Jarwo itu sendiri hanya bertumpu kepada pengaturan jarak tanam padi, sehingga seluruh tanaman menjadi tanaman pinggir. Selain itu, penerapan jarwo meningkatkan populasi tanaman. Inilah yang kemudian berefek terhadap meningkatkan produksi sekitar 30%.

Komponen teknologi budidaya padi jarwo super meliputi Varietas Unggul Baru (VUB) potensi hasil tinggi, dekomposer jerami, pupuk hayati, pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan pestisida nabati dan kimia berdasarkan ambang kendali, serta alsintan (transplanter dan combine harvester).

Hasil Budidaya Padi Jarwo Super

Hasil budidaya padi jarwo super sangat menakjubkan. Dari dem-area yang dilaksanakan di Indramayu, dilaporkan, hasil produksi budidaya padi jarwo super mencapai 14,7 ton GKP/ha, dari sebelumnya yang hanya 7 ton GKP/ha. Sementara itu rata-rata produktivitas nasional hanya 5,28 ton GKP/ha. (S-Yun).

Dem-area adalah demonstrasi yang dilaksanakan di petani yang menggunakan model pengembangan produksi padi sawah dengan menggunakan teknologi budidaya yang dirancang secara optimal untuk mendapatkan hasil tinggi, dalam hal ini teknologi budidaya padi jarwo super.

Percobaan teknologi budidaya padi jarwo super dilakukan oleh Balitbangtan pada padi sawah irigasi potensi hasil tinggi melalui dem-area teknologi jajar legowo super di Desa Karanggetas, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa dengan luas lahan 50 hektar. Varietas padi yang digunakan di Indramayu di antaranya empat varietas inbrida (Inpari-30 Ciherang Sub-1, Inpari-32 HDB, Inpari-33 , dan Inpari-43 Agritan GSR.) dan satu varietas hibrida (Hipa Jatim-2).

Acara panen dilakukan pada Kamis (7/04/16) dan dihadiri oleh Menteri Pertanian yang diwakili oleh Kepala Balitbangtan Dr Muhammad Syakir, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, Bupati Indramayu, Anna Sophanah dan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Agung Hendriadi.

Selain itu, hadir juga Kepala Puslitbangtan, Kepala BB Padi, Danrem 063 Cirebon, Dandim 0616 Indramayu, Kapolres, Kepala Dinas Pertanian (Indramayu, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Subang, Sumedang, dan Karawang) dan Kepala BPTP lingkup Balitbangtan.

Melalui teknologi budidaya padi jarwo super, produktivitas padi dapat ditingkatkan lebih dari 20%. Implementasi pengembangan model ini dilakukan dalam bentuk dem-area dengan tujuan selain untuk memverifikasi keunggulan inovasi yang diterapkan, juga sebagai wahana diseminasi kepada pengguna khususnya petani.

Dalam sambutannya Kepala Balitbangtan Dr Muhammad Syakir mengungkapkan bahwa Balitbangtan mempersembahkan teknologi budidaya padi jarwo super di Indramayu dengan produktivitas yang tinggi. Produktivitas padi terbukti dapat meningkatkan hasil 60-90%. Menurutnya, pada tahun 201, pemerintah menargetkan produksi padi sebesar 76,23 juta ton atau naik 1,65% dari tahun 2015.

Budidaya padi jarwo super adalah perbaikan dari teknologi budidaya padi jarwo. Jarwo itu sendiri hanya bertumpu kepada pengaturan jarak tanam padi, sehingga seluruh tanaman menjadi tanaman pinggir. Foto: mitalom.com

Pengembangan Budidaya Padi Jarwo Super

Muhammad Syakir mengatakan bahwa pengembangan uji coba inovasi teknologi budidaya padi jarwo super pada lahan 50 ha di Indramayu berhasil meningkatkan produksi hingga 600 ribu ton.

Berangkat dari keberhasilan pada proses tanam pertama di atas lahan 50 ha tersebut pihaknya akan terus mengembangkan inovasi tersebut dengan terus meningkatkan pengembangan lahan inovasi pada lahan 300 ha yang ada di seluruh tanah air.

Namun, Ia juga mengatakan bahwa langkah pengembangan pemanfaatan inovasi budidaya padi jarwo super ini tidak dilakukan di sembarang tempat tetapi di daerah-daerah tertentu.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron memberikan apresiasi kepada Balitbangtan karena telah menghasilkan inovasi teknologi pertanian yang mampu memberikan hasil produksi tinggi, yakni teknologi budidaya padi jarwo super.
Dengan adanya peningkatan produksi maka pemerintah akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah juga harus secepatnya memformulasikan harga gabah demi kesejahteraan petani.

Budidaya padi jarwo super telah mampu meningkatkan produktivitas panen, semoga inovasi lain di bidang pertanian terus dikembangkan dan diikuti pula oleh peningkatan harga jual yang menguntungkan petani dan masyarakat (dari berbagai sumber).