Teknik dan Tips Mudah Budidaya Terong Belanda

July 25, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya terong belanda dapat dilakukan melalui biji, dengan menggunakan teknik stek atau tunas kecambah. Pada budidaya terong belanda melalui biji, tanaman akan berbuah dalam usia 2 tahun, dan mati dalam usia 5-6 tahun. Budidaya terong belanda melalui teknik penempelan pada spesies lain dapat membuat umur tanaman menjadi lebih panjang.

Budidaya terong belanda dapat berlangsung baik di lahan yang memiliki drainase yang baik, karena tanah di lahan seperti ini memiliki bahan organik dan kelembapannya sedang. Tanaman budidaya terong belanda tak tahan terhadap genangan air, walaupun hanya untuk 1 – 2 hari. Tanaman ini berakar dangkal, karenanya mudah roboh, juga cabang-cabangnya yang rapuh itu mudah sekali patah jika sedang berbuah lebat.

Budidaya terong belanda dapat dilakukan di wilayah dengan suhu rata-rata 10 derajat celcius, pada daerah dengan suhu tinggi budidaya terong belanda sulit dilakukan karena udara panas dapat dapat membunuh tanaman muda dan daun serta ujung pucuk tanaman dewasa. Lahan budidaya terong belanda yang berada di kawasan yang sejuk sangat baik karena udara seperti ini dapat mendorong pembungaan tanaman.

Oleh karena itu, tanaman budidaya terong belanda dapat berbuah matang pada musim dingin di daerah subtropik, dan jika ditanam di daerah tropik buah matang sesudah terjadi udara dingin. Buah hasil budidaya terong belanda akan menjadi lebih baik pada hari-hari cerah yang panas dan malam-malam yang dingin pada musim kemarau di daerah tropis daripada selama musim dingin dl dataran tinggi.

Tanaman budidaya terong belanda yang dipanen terlalu tua akan menjadi busuk dan kurang enak dikonsumsi. Apabila dipanen terlalu muda, maka kuantitas produksi akan lebih sedikit dan harga jualnya pun menjadi lebih rendah karena kurang memenuhi standar perrdagangan secara umum.

Pemanenan buah hasil budidaya terong belanda tergantung permintaan konsumen, apakah buah yang masih berwarna hijau atau yang sudah berwarna merah. Biasanya buah terung belanda sudah siap dipanen apabila sudah berumur lebih kurang 2 – 3 bulan dari mulai pembuahan. Mekanisme pemanenan, diperhitungkan pula lama pengangkutan sampai ke tangan konsumen.

Sebaiknya buah hasil budidaya terong belanda yang dipetik adalah buah muda yang bijinya belum keras dan daging buahnya belum liat. Apabila pengangkutan memerlukan waktu lama, maka sebaiknya buah dipetik sebelum masak, tapi sudah tampak bernas (berisi). Waktu panen sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau sore hari. Hindari waktu panen saat terik matahari karena dapat mengganggu tanaman dan membuat kulit terung menjadi keriput (kering) sehingga menurunkan kualitas.

buah hasil budidaya terong belanda yang dipetik adalah buah muda yang bijinya belum keras dan daging buahnya belum liat. Foto: www.ebay.com

Penyiapan Lahan dan Bibit Budidaya Terong Belanda

Penyiapan lahan budidaya terong belanda dimulai dari proses pengolahan lahan. Lahan budidaya terong belanda dibuatkan pembuatan bedengan dengan tinggi kurang lebih mencapai 40 cm dan lebar kurang lebih mencapai 120 cm. Sedangkan jarak antara bedengan satu dan bedengan yang lainnya untuk budidaya terong belanda yakni kurang lebih mencapai 50 cm. Bedengan di lahan budidaya terong belanda dibuat memanjang dan berbaris rapi, kemudian di bagian atasnya kita tutup menggunakan plastik.

Proses pengolahan lahan ini dilakukan oleh petani dilakukan pada saat persemaian terong belanda akan siap ditanam ke lahan. Luas lahan yang akan diolah disesuaikan dengan banyaknya jumlah bibit budidaya terong belanda yang ada. Dalam pengolahan lahan, selain menggemburkan tanah dan melakukan pemupukan, juga dilakukan pencabutan rumput-rumput (gulma) di sekitar lahan. Gulma yang telah dicabut, dapat dibenamkan (dikubur) kembali ke dalam tanah sebagai pupuk tambahan.

Pada budidaya terong belanda, sebelum dilakukan penanaman di lahan sebaiknya dilakukan pembenihan terlebih dahulu walau penanaman dengan bibit siap tanam juga dapat dilakukan. Persemaian tanaman untuk budidaya terong belanda dilakukan lebih awal, karena persemaian tanaman ini memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan persemaian tanaman budidaya yang lainnya. Diperlukan waktu sekitar lebih kurang 6 minggu (1,5 bulan) sebelum dapat tumbuh.Adapun cara persemaian tanaman ini adalah terlebih dahulu dicari biji terong belanda yang sudah tua. Cara mendapatkan biji yang tua adalah dengan mencari buah yang telah masak.

Proses selanjutnya adalah melakukan pengeringan atau penjemuran terhadap biji tersebut di bawah sinar matahari selama lebih kurang 2 hari sampai benar-benar kering. Dilanjutkan dengan pembuatan tempat persemaian pada lahan yang terbuka yang aman dari gangguan hewan penggangu.

Luas lahan yang digunakan sebagai tempat persemaian dalam budidaya terong belanda disesuaikan dengan banyaknya biji yang ada. Adapun perbandingannya adalah 200 biji/m2). Tempat persemaian ini dicampur dengan pupuk kompos lebih kurang 5 Kg/m2. Dilakukan pencampuran antara pupuk kompos dengan tanah pada lahan guna pemerataan pupuk di seluruh lahan.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyemaian (penaburan) biji budidaya terong belanda yang telah kering secara merata. Tahapan selanjutnya adalah biji yang telah disemaikan ditutup kembali dengan tanah dengan ketebalan sekitar lebih kurang 1 – 2 cm. Penutupan ini dilakukan bertujuan agar biji budidyaa terong belanda terhindar dari kerusakan fisik dan terhindar dari sinar matahari langsung. Setelah 6 minggu, biji terong belanda baru dapat tumbuh. Setelah umur persemaian sekitar 6 minggu, bibit budidaya terong belanda akan dapat tumbuh.

Pada umur sekitar 10 minggu, bibit budidaya terong belanda akan memiiliki daun induk. Ini artinya bahwa bibit siap dipindahkan ke lahan/ tempat yang sudah disediakan. Benih bisa dipindahkan ke lahan apabila sudah mencapai ketinggian lebih kurang 20 – 25 cm. Secara sistematis, pembuatan benih secara sendiri dapat dilakukan dengan langkah berikut ini:
1)Pilih tanaman induk yang sehat, tumbuh subur, berumur genjah dan berproduksi tinggi
2)Pilih buang terong yang sudah tua yang ditandai dengan warna buah yang merah tua, agak keriput dan kering. Kemudian buah terong tersebut dibelah memanjang dan diambil bijinya.
3)Biji tersebut dijemur hingga kering. Pisahkan dan buang biji yang cacat atau hampa, sedangkan biji yang berkualitas tinggi disimpan dalam wadah plastik atau kaleng dan ditutup rapat sebelum di semaikan.

Pemeliharaan Lahan Budidaya Terong Belanda

Sebelum dilakukan penanaman bibit budidaya terong belanda , terlebih dahulu lahan harus diolah agar tanah menjadi gembur, lalu diratakan. Tahapan selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam yang memiliki kedalaman lebih kurang 25 – 30 cm dengan jarak antar tanaman sekitar 1,5 – 2 meter. Lubang tanam yang telah dibuat ini selanjutnya diisi pupuk dasar (pupuk kandang) dan pupuk buatan (pupuk NPK) dengan volume lebih kurang 3 Kg pupuk kandang berbanding 100 gr pupuk NPK.

Selanjutnya lubang ini ditanam kembali dengan tanah dengan ketebalan sekitar 15 – 20 cm. Tahapan selanjutnya adalah memindahkan bibit budidaya terong belanda dari tempat persemaian ke lubang tanam yang telah siap. Penanaman bibit ini dilakukan dengan kedalaman lebih kurang 5 cm dari pangkal benih.

Tidak selamanya tanaman komoditi dalam kondisi baik, tetapi pada suatu ketika banyak juga gangguan yang bisa merusaknya. Gangguan-gangguan itu biasanya disebabkan oleh hama, penyakit atau sebab-sebab lain. Hama dan penyakit itu biasanya merusak seluruh bagian tanaman budidaya terong belanda. Untuk menyelamatkan dan meningkatkan produksi, perlu dilakukan tindakan pengelolahan hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman terung belanda jarang dilakukan terkecuali pada saat iklum atau musim yang sangat ekstrim, seperti kemarau yang berkepanjangan.

Pada saat ini biasanya tanaman budidaya terong belanda mudah diserang hama dan penyakit. Untuk menanggulangi serangan hama dan penyakit, biasanya dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida (fungisida dan insektisida), yaitu antracol dan curacron dengan perbandingan 5 gr antracol dan 5 cc curacron per 5 liter air.
Hama yang biasa menyerang tanaman budidaya terong belanda adalah ulat bulu (Malacosoma americanum). Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman budidaya terong belanda adalah layu pada tangkai buah (dari berbagai sumber).