Budidaya Sukun Budidaya Tanaman Unggul

March 28, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya sukun telah dilaksanakan sejak lama di daerah tropis. Budidaya sukun dipilih karena tanaman ini merupakan bahan pangan alternatif. Di negeri kita, sukun dikenal sejak zaman dahulu sebagai pendamping makanan pokok, yaitu nasi, sagu, atau jagung. Namun demikian, popularitas sukun sebagai tanaman budidaya alternatif bahan pangan masih kalah dengan singkong, ubi jalar, kentang, talas, dan lain sebagainya. Padahal kandungan gizi, baik karbohidrat maupun energi yang terkandung dalam tanaman sukun tak kalah, bahkan kandungan gizinya melebihi kentang.

Alasan budidaya sukun kurang mendapat perhatian karena masa penanaman hingga panen yang relatif lebih lama dari tanaman pangan lainnya. Tetapi ini justru menjadi peluang bagi pengembangan budidaya sukun karena pelakunya sangat sedikit. Terlebih tanaman sukun memiliki waktu panen yang tak mengenal musim. Saat bahan pangan lainnya sulit dikembangkan karena kemarau berkepanjangan, sukun tetap berproduksi. Bahkan produksinya cenderung meningkat di musim kering. Bukan tak mungkin, pada masa mendatang budidaya sukun dapat menjadi tanaman unggulan sektor pertanian.

Budidaya sukun dapat dikembangkan lebih luas karena tanaman ini memiliki ragam manfaat dan khasiat. Foto: manfaatkhasiat.com

Hasil olahan budidaya sukun sangat beragam dengan cara pengolahan yang beragam pula. Foto:bisnisukm.com

Budidaya sukun dapat dikembangkan lebih luas karena tanaman ini memiliki ragam manfaat dan khasiat. Selama ini budidaya sukun secara tradisional telah dilakukan masyarakat, baik di pekarangan rumah maupun di kebun. Tujuan utama dari budidaya sukun adalah pemanfaatan buahnya yang memiliki rasa yang gurih dan empuk. Buah sukun yang telah berubah warna dari hijau cerah menjadi hijau kekuning-kuningan menandakan buah siap dipanen. Kalau dibiarkan terlalu lama hingga menjadi terlalu kuning, buah sukun menjadi terlalu lunak dan kurang enak dimakan karena telah menuju proses pembusukan.

Hasil olahan budidaya sukun sangat beragam dengan cara pengolahan yang beragam pula. Saat ini, buah sukun dapat dikonsumsi dalam bentuk olahan berwujud gorengan, keripik, mie, dan beragam bentuk kue lainnya.

Manfaat Lain Budidaya Sukun

Budidaya suku n juga dapat dipilih sebagai tanaman penghijauan yang bermanfaat sebagai peneduh dari terik sinar matahari. Tajuk sukun yang besar dan perakarannya yang kuat mampu mengurangi erosi tanah sehingga budidaya sukun cocok dilakukandi tanah perbukitan untuk mencegah longsor. Sukun juga dapat menyimpan air hujan sehingga jika ditanam berkelompok, dapat dipastikan di areal penanamannya terdapat sumber mata air.

Manfaat lain dari budidaya sukun adalah kayu dari batang pohon sukun yang sudah tua dapat diolah menjadi berbagai perabotan rumah tangga, baik meja makan, meja belajar, kursi, lemari, rak televisi, rak sepatu, dan lain-lain. Sementara, di daerah Maluku kulit pohon sukun juga dimanfaatkan sebagai campuran bahan obat berbentuk jamu wanita yang diyakini dapat membantu melancarkan proses nifas atau setelah melahirkan.

Belajar Budidaya Sukun

Budidaya sukun dapat dilakukan di dataran rendah hingga dataran tinggi. Budidaya sukun dapat dilakukan di berbagai jenis tanah, baik tanah aluvial, podsolik merah kuning, tanah berkapur, hingga pasang surut. Artinya, budidaya sukun dapat dilakukan di hampir seluruh wilayah Indonesia yang memang berada di daerah tropis, habitat ideal tanaman sukun. Namun demikian, di daerah berhawa dingin, sukun tak akan optimal berbuah, tetapi menghasilkan daun yang rimbun. Suhu ideal untuk budidaya sukun adalah pada kisaran 20 hingga 40 derajat celcius dengan kelembaban udara sekitar 70 hingga 90 persen.

Budidaya sukun dapat dilakukan di hampir seluruh wilayah Indonesia yang memang berada di daerah tropis, habitat ideal tanaman sukun. Foto: manfaatbagus.com

Budidaya sukun dilakukan dengan cara vegetatif, yaitu stek akar, okulasi, cangkok, atau tunas akar. Foto: bibittanamanmurah.blogspot.com

Karena tak memiliki biji, budidaya sukun dilakukan dengan cara vegetatif, yaitu stek akar, okulasi, cangkok, atau tunas akar. Umumnya, stek akar menjadi pilihan utama karena secara alami akar tanaman sukun dapat menumbuhkan tunas sebagai tanaman baru. Dalam budidaya sukun, pohon induk yang dipilih untuk stek akar memiliki kriteria pohon yang sehat, berbatang tegak, memiliki daun mengkilap dan segar, serta yang paling utama adalah memiliki produksi yang tinggi.

Sedangkan jika bibit budidaya sukun diperoleh dari pembenih, perhatikan ciri-ciri umum dari bibit yang unggul. Pertama, sudah terdapat daun minimal 4 buah, lebih baik jika berdaun enam atau bahkan lebih. Warna daun agak gelap namun mengkilap dan segar, memiliki batang yang lurus, kuat dan tegak. Bibit budidaya sukun berjenis unggul antara lain sukun kuning, sukun bone, atau sukun gundul.

Pada budidaya sukun, sebelum penanaman dilakukan bersihkan lahan dari rumput, bebatuan, dan kotoran lainnya, kemudian siapkan lubang penanaman dan atur jarak tanam sejauh 12 x12 meter. Pada lubang penanaman masukkan pupuk kandang. Masukkan bibit ke dalam lubang dengan membuka polybag penutup bibit. Timbun tanah sembari menampurkan pupuk NPK sebanyak 100 gram. Siram dan padatkan tanah untuk memperkokoh tanaman. Selanjutnya rawat tanaman, siram secara teratur, dan bersihkan rumput dan gulma atau tanaman penganggu dari sekitar areal tanam untuk mendukung pertumbuhan sukun.

Menunggu panen budidaya sukun yang cukup lama, manfaatkan area kosong seluas 12 x 12 meter di antara tanaman sukun untuk ditanami palawija atau tanaman sayuran. Lahan budidaya sukun tentu akan memberi manfaat lebih dari rupiah yang dihasilkan selama menunggu masa panen buah sukun.