Sekilas Budidaya Jalak Suren

July 12, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya jalak suren (Sturnus contra) adalah budidaya burung berkicau yang masik termasuk dalam spesies burung jalak yang ditemukan di Anakbenua India dan Asia Tenggara. Burung-burung ini biasa ditemukan dalam kelompok kecil di kaki lembah dan di dataran rendah. Peminat budidaya jarak suren mengenal lima jenis subspecies.

Budidaya jarak suren dilaksanakan karena burung kicau ini disukai berkat nyanyiannya yang jernih dan merdu sehingga sering dicari pecinta burung. Budidaya jalak suren dilakukan karena burung ini dikenal jinak dan ramah. jika ada orang yang datang ke rumah, ia akan berkicau dengan nyaring dan bervariasi.

IUCN memasukkan spesies ini termasuk LC (Risiko Rendah).[1] Sebenarnya, di Indonesia, pada tahun 70-an, burung ini masih dapat ditemui di Pulau Jawa. Oleh karena penggunaan pestisida yang berlebihan, maka spesies ini mulai berkurang.

Untuk mencegah kelangkaan spesies, maka budidaya jalak suren mulai dilaksanakan. Walaupun sudah ditangkarkan, sebab lain kelangkaan ini adalah pengembangbiakan masih sulit dilakukan. Jika jeli, ini sebetulnya peluang bagi mereka yang mencintai usaha budidaya, khususnya budidaya jalak suren.

Potensi Budidaya Jalak Suren

Budidaya jalak suren juga memiliki peranan yang penting dan di anggap sangat menguntungkan bagi petani. Di alam, jalak suren gemar memburu serangga pemakan tanaman yang berdampak buruk terhadap musim panen petani.

Saat mencari makanan di area persawahan, jalak jenis ini akan mengeluarkan suara panggilan untuk berkomunikasi dengan kelompoknya. Suara panggilan itu akan terus dilantunkan secara bersahut-sahutan. Bunyinya pun sangat beragam yang terdengar hampir menyerupai nada peluit, suara mendengung, bunyi bergetar, bunyi kicauan dan sebagainya.

Budidaya jalak suren semakin berkembang bersamaan dengan semakin tingginya permintaan dan kebutuhan burung kicau ini di pasaran. Saat ini budidaya jalak suren semakin meningkat seiring dengan semakin banyak dan seringnya perlombaan burung berkicau digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Budidaya jalak suren popular karena burung yang satu ini memiliki kemampuan yang mirip dengan burung beo yakni bisa meniru gacoran pengicau jenis lain dan bahkan juga mampu menirukan suara manusia. Banyak pelau budidaya jalak suren yang meyakini bahwa jika ingin burung ini tetap rajin berkicau, hendaknya burung ini dipelihara bersama jalak hitam.

Harga jual hasil budidaya jalak suren juga sangat menjanjikan keuntungan yang besar bagi pelakunya. Harga anakan hasil budidaya jalak suren berusia dibawah satu bulan laku dijual sekitar Rp 650 ribu, anakan hasil budidaya jalak suren usia 1-2 bulan dihargai Rp 700 ribu, sementara harga burung hasil budidaya jalak suren yang telah berusia 3 – 7 bulan dapat dijual seharga Rp 750 ribu – Rp 1 juta.

Sementara harga jual hasil budidaya jalak suren di pasaran untuk usia 1 tahun hingga di bawah 2 tahun dapat mencapai Rp 1,2 juta. Sementara hasil budidaya jalak suren dewasa dapat mencapai Rp 2 juta bahkan lebih.

Budidaya jalak suren popular karena burung yang satu ini memiliki kemampuan yang mirip dengan burung beo yakni bisa meniru gacoran pengicau jenis lain dan bahkan juga mampu menirukan suara manusia. Foto: commons.wikimedia.org

Budidaya Jalak Suren: Mengenal Jantan dan Betina

Peminat budidaya jalak suren dapat dengan mudah mengenali jalak suren jantan dan betina dari suara kicaunya. Pelaku budidaya jalak suren mengenali bahwa jika suara jalak suren terdengar lebih lantang dan bervariasi maka bisa dikatakan bahwa burung terbut berkelamin jantan, sedangkan betina memilki suara yang bernada lebih tinggi dengan banyak tembakan melengking.

Namun demikian, untuk mengenali jenis jantan dan betina dari hasil budidaya jalak suren ini dapat dilakukan sejak dini sebelum burung jalak suren berkicau. Dalam budidaya jalak suren, perbedaan jenis jantan dan betina dapat dilakukan dengan mengamati bagian kulit di sekitar duburnya. Apabila terdapat lingkaran berwarna gelap misal ungu ataupun biru, maka bisa diyakini bahwa burung tersebut berkelamin jantan. Selain itu, ciri jalak suren jantan juga bisa dilihat dari perilaku atau gerakan yang lebih agresif.

Jenis jantan dari burung budidaya jalak suren memiliki sejumlah ciri-ciri yakni memiliki ukuran tubuh relatif lebih besar dari burung budidaya jalak suren betina dengan bentuk tubuh lonjong dan panjang. Burung budidaya jalak suren jantan memiliki bentuk kepala relatif besar dan bulat serta paruh panjang dan kokoh.

Burung budidaya jalak suren jantan memiliki ciri bulu yang terdapat di kepala, punggung dan dada berwarna hitam mengkilap. Sedangkan warna yang ada di kulit bagian atas mata terlihat lebih jelas dan cerah. Burung budidaya jalak suren jantan memiliki bulu putih di bagian bawah tubuh terlihat lebih bersih.

Burung budidaya jalak suren jantan juga memiliki ekor yang relatif panjang dan bulunya menyatu. Burung budidaya jalak suren jantan mempunyai jemari kaki lebih kokoh dan panjang dibandingkan dengan burung budidaya jalak suren betina. Ciri lain yang dimiliki oleh burung budidaya jalak suren jantan yang menjadikannya dapat dikenali adalah pada saat jambul kepala mengembang terlihat lebih panjang dan melebar.

Sementara burung budidaya jalak suren betina memiliki ukuran tubuh cenderung kecil, dimana tubuh berbentuk bulat dan cenderung pendek. Kepala burung budidaya jalak suren betina cenderung ramping dengan paruh lebih pendek. Burung budidaya jalak suren betina memiliki bulu berwarna putih di tubuh bagian bawah terlihat kusam, warna hitam dan putih terlihat lebih kusam, dan warna di kulit bagian atas lebih pucat dan memudar.

Ciri lain yang dimiliki burung budidaya jalak suren betina adalah bagian ekor cenderung pendek dan halus, jari kaki lebih pendek.Burung budidaya jalak suren betina juga memiliki jambul di bagian kepala yang lebih pendek dan tidak lebar.

Bagi mereka yang baru dan masih perlu banyak belajar dalam budidaya jalak suren, mungkin agak kesulitan dalam membedakan jalak suren jantan dan betina berdasarkan perbandingan-perbandingan bentuk dan ukuran tubuh yang dimiliki oleh jarak suren. Namun seiring berjalannya waktu, pengalaman, kejelian dan keseriusan dalam menjalankan usaha budidaya jalak suren , mengenali ciri jarak suren jantan dan betina bukanlah hal yang sulit (dari berbagai sumber).