Potensi Luar Biasa Budidaya Ulat Jerman Untuk Pakan Reptil Dan Burung Kicau

May 26, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya ulat jerman atau superworm adalah usaha menternakkan ulat yang merupakan salah satu fase dalam metamorfosis kumbang jerman (zophobas morio). Budidaya ulat jerman ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pakan alami berkualitas bagi ternak unggas, burung berkicau, reptil seperti iguana, gecko atau tokek, dan lainnya.

Budidaya ulat jerman atau superworm adalah usaha menternakkan ulat yang merupakan salah satu fase dalam metamorfosis kumbang jerman (zophobas morio). Foto: www.greatlakeshornworm.com

Bagi peternak pemula disarankan untuk memulai budidaya ulat jerman dari usaha pembesaran. Peternak mencoba dengan membeli bibit ulat dari pelaku budidaya ulat jerman yang lebih dahulu melakukan usaha ini. Jadi jangan dulu membeli indukan kumbang jerman karena proses pemeliharaannya pastinya lebih rumit.

Pertimbangkan pula jarak lokasi budidaya ulat jerman dengan lokasi pedagang pengumpul atau lokasi pasar penampung dan pemasaran ulat jerman. Jaraknya antar lokasi sebaiknya tak terlalu jauh dan mudah diakses kendaraan.

Persiapan Budidaya Ulat Jerman

Budidaya ulat jerman sebetulnya tak berbeda jauh dengan budidaya ulat hongkong. Pelaku budidaya ulat jerman haruslah memahami bahwa ulat jerman walau tak sulit dipelihara namun cukup rentan terhadap cuaca ekstrim.


Kandang budidaya ulat jerman dapat dibuat berbentuk kotak dari bahan apapun baik itu triplek, bekas container plastik, bekas botol minuman, ember, wadah es krim, dan lain sebagainya. Foto: repticzone.com

Kandang budidaya ulat jerman dapat dibuat berbentuk kotak dari bahan apapun baik itu triplek, bekas container plastik, bekas botol minuman, ember, wadah es krim, dan lain sebagainya. Rak budidaya ulat jerman dibuat lebih tinggi dari lantai, pada masing-masing tiang penyangga dibuat wadah yang berisi oli atau minyak untuk menghindarkan kandang dari semut. Pada bagian atas rak budidaya ulat jerman dibuatkan penutup dari kawat ram atau kasa sehingga terlindung dari masuknya serangga.

Budidaya ulat jerman tak menghendaki cuaca yang terlalu panas hingga lebih dari 30 derajat celcius atau suhu yang terlalu dingin di bawah 20 derajat celcius. Agar kondisi kandang budidaya ulat jerman selalu dalam keadaan yang baik, kendalikan sirkulasi udara di dalam kandang. Saat udara panas, berikan kipas angin dan saat udara dingin tambahkan lampu penghangat ruangan.

Kandang budidaya ulat jerman juga tak boleh lembab dan pengap. Kandang budidaya ulat jerman pengap dan berbau maka akan datang jamur, kelabang, ngengat, dan lain-lain. Jika demikian ulat jerman dapat kehilangan nafsu makan, terserang penyakit, bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karenanya kebersihan kandang budidaya ulat jerman harus selalu terpelihara dan pemberian pakan harus teratur jangan sampai terlambat.

Tantangan Pemeliharaan Pada Budidaya Ulat Jerman

Tantangan utama budidaya ulat jerman adalah pada ketelatenan peternak untuk menjaga kondisi ulat jerman agar tak terkena atau tertular penyakit. Penyakit pada budidaya ulat jerman baru muncul ketika kondisi kandang budidaya tak cukup baik, seperti sisa makanan yang jarang dibersihkan, sirkulasi udara di kandang yang tak cukup baik, atau karena kesalahan dalam pemberian pakan.

Pada budidaya ulat jerman pemberian makan dilakukan 3 kali sehari berupa gandum atau polar atau campuran dedak gandum yang juga berfungsi sebagai media budidaya ulat jerman. Pemberian air minum pada budidaya ulat jerman tak langsung dengan air melainkan dengan memberi pakan buah dan sayuran yang memiliki banyak kandungan air. Hal ini dilakukan agar kandang budidaya ulat jerman senantiasa kering. Buah dan sayur yang dapat diberikan antara lain pepaya, apel, pisang, sawi putih, kentang, wortel, dan lain-lain.

Pemanenan pada budidaya ulat jerman dilakukan terhadap ulat jerman dewasa yang telah memiliki panjang tubuh sekitar 15 milimeter dan diameter sekitar 3 atau 4 milimeter. Foto: www.dailydot.com

Pemanenan pada budidaya ulat jerman dilakukan terhadap ulat jerman dewasa yang telah memiliki panjang tubuh sekitar 15 milimeter dan diameter sekitar 3 atau 4 milimeter. Jika pemanenan terlambat dilakukan maka ulat jerman akan memasuk fase berikutnya dengan berubah menjadi kepompong berwarna putih kecoklatan.

Setelah pemanenan dilakukan segera jemur rak-rak budidaya agar dapat digunakan dalam budidaya ulat jerman periode berikutnya.