Potensi Budidaya Pepaya Thailand Alias Pepaya Bangkok

May 8, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya pepaya Thailand atau yang popular di Indonesia dengan sebutan pepaya Bangkok atau pepaya Siam memiliki peluang yang besar untuk berkembang dan memberikan keuntungan yang besar.

Budidaya pepaya Thailand atau pepaya Bangkok disukai oleh konsumen di tanah air karena buahnya mempunyai ukuran yang besar dan rasanya manis. Pelaku budidaya pepaya Thailand baik petani maupun pedagang juga memperoleh keuntungan yang cukup tinggi karena harga jualnya yang cukup tinggi dan stabil.

Budidaya pepaya Thailand, sesuai dengan namanya, berasal dari negeri Gajah Putih, Thailand. Budidaya pepaya Thailand mulai diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1970-an dan berkembang pesat dan menarik minat banyak orang.

Di Indonesia saat ini peminat budidaya pepaya Thailand juga tak lagi kesulitan mencari bibit. Walau tanaman aslinya berasal dari luar negeri, namun pelaku Budidaya pepaya Thailand di Indonesia tak perlu mengimpor bibit. Saat ini sudah banyak petani Indonesia yang mengembangkan sendiri bibit budidaya pepaya Thailand.

Tanaman budidaya pepaya Thailand memerlukan waktu tujuh bulan sampai bisa dipanen. Tanaman budidaya pepaya Thailand memiliki masa produktif hingga 3 tahun. Setelahnya tanaman dapat diganti dengan bibit tanaman budidaya pepaya Thailand yang baru. Benih bibit tanaman budidaya pepaya Thailand dapat diperoleh dari biji-biji buah hasil budidaya pepaya Thailand yang unggul.

Kelebihan Budidaya Pepaya Thailand

Budidaya pepaya Thailand dipilih karena berbagai kelebihan yang dimiliki tanaman buah ini. Pertama, hasil budidaya pepaya Thailand memiliki ukuran yang lebih besar dan bobot yang lebih berat dibandingkan dengan jenis pepaya lainnya.

Buah hasil budidaya pepaya Thailanda bisa mencapai berat hingga 3,5 kilogram (kg). Produktivitas tanaman budidaya pepaya Thailand juga cukup tinggi, satu pohon pepaya bangkok bisa menghasilkan rata-rata 15 buah setiap kali panen. Dari satu hektar lahan budidaya pepaya Thailand atau pepaya Bangkok dapat dipanen buah hasil budidaya pepaya Thailand hingga 20 ton.

Kedua, buah hasil budidaya pepaya Thailand memiliki rasa dan ketahanan buah yang baik. Daging buah pepaya jenis ini berwarna jingga kemerahan, rasanya manis segar dengan tekstur keras sehingga tahan dalam pengangkutan.

Ketiga, harga jual buah hasil budidaya pepaya Thailand masih tinggi dan laris, tak heran jika buah ini bisa dijumpai dengan mudah di pasar tradisional hingga supermarket.

Budidaya pepaya Thailand mulai diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1970-an dan berkembang pesat dan menarik minat banyak orang. Foto: cybex.pertanian.go.id

Pemasaran Buah Hasil Budidaya Pepaya Thailand

Petani budidaya pepaya Thailand atau pepaya Bangkok di Indonesia tak perlu khawatir terhadap pemasaran buah yang sangat baik untuk pencernaan ini. Walapun harga buah hasil budidaya pepaya Thailand harganya lebih mahal dibanding pepaya California namun buah ini memiliki penggemar dan pasar tersendiri.

Jika pepaya california dijual dengan harga Rp 4.500 per buah, buah hasil budidaya pepaya Thailand bisa dijual dengan harga Rp 5.500 per buah. Meski secara harga lebih mahal, buah hasil budidaya pepaya Thailand memiliki ukuran lebih besar. Beratnya sekitar 3,5 kg per buah, sementara berat pepaya kalifornia maksimal hanya 2 kg per buah.

Selain dipasok ke pasar tradisional, toko buah hinggga pasar modern atau supermarket dan mall, hasil budidaya pepaya Thailand juga menarik minat hotel untuk disajikan sebagai hidangan buah segar ataupun sebagai salah satu bahan salad buah untuk tamunya. Hasil budidaya pepaya Thailand juga mulai dikembangkan menjadi produk olahan industri makanan, seperti bahan minuman jus, sirup, hingga keripik pepaya.

Hasil budidaya pepaya Thailand juga telah menarik minat industri kosmetik. Saat ini sejumlah perusahaan kosmetik telah memanfaatkan buah hasil budidaya pepaya Thailand sebagai salah satu bahan baku produk kosmetik (dari berbagai sumber).