Pengenalan Potensi Budidaya Ayam Arab Petelur

April 11, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya ayam arab petelur merupakan pengembangan usaha peternakan unggas yang menghasilkan telur untuk memenuhi kebutuhan sumber protein, terutama yang berasal dari hewan. Budidaya ayam arab petelur sebetulhnya adalah pengembangan bibit dari keturunan dari ayam Brakel Kriel-Silver dari Belgia.

Peternak budidaya ayam arab petelur sering mendapat pertanyaan apakah ayam ini disebut ayam arab karena berasal dari Timur Tengah? Seperti disebut di atas, ayam ini berasal dari Belgia namun karena beberapa hal ayam ini di Indonesia, mendapat julukan sebagai ayam arab. Peternak budidaya ayam arab petelur di Indonesia menjuluki jenis ini sebagai ayam arab karena pejantannya memiliki daya seksual yang tinggi.

Warna kulit yang kehitaman dengan daging yang lebih tipis dibanding ayam menjadikannya jarang dimanfaatkan sebagai ayam pedaging namun sangat cocok sebagai indukan dalam budidaya ayam arab petelur.

Mengenal Indukan Budidaya Ayam Arab Petelur

Indukan budidaya ayam arab petelur dapat dikenali dari warna kerabang/bulu sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat. Indukan budidaya ayam arab petelur umumnya memiliki leher berwarna putih mengkilap, bulu punggung putih berbintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih dan bulu ekor dominan hitam bercampur putih. Sedang jenggernya berbentuk kecil berwarna merah muda dan mata hitam dengan dilingkari warna kuning.

Indukan budidaya ayam arab petelur dapat dikenali dari warna kerabang/bulu sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat. Foto: kippenjungle.nl

Ciri lain indukan budidaya ayam arab petelur adalah pejantannya pada umur 1 minggu sudah tumbuh jengger, dan betina induk tidak memiliki sifat mengeram. Dari penampilan tubuhnya, tinggi indukan budidaya ayam arab petelur mencapai 35 cm dengan bobot 1,5-2 kg. Kepalanya mempunyai jengger berbentuk tunggal dan bergerigi. Indukan budidaya ayam arab petelur ini berbulu tebal. Bulu di sekitar leher berwarna kuning dan putih kehitaman. Warna bulu badannya putih bertotol-totol hitam. Kokok suara jantan indukan budidaya ayam arab petelur cukup nyaring.

Indukan budidaya ayam arab petelur yang betina dewasa tingginya mencapai 25 cm dengan bobot 1,0-1,5 kg. Kepalanya berjengger tipis, bergerigi. Badannya berbulu tebal. Selama usia produktif antara 0,8 1,5 tahun, betina arab terus-menerus bertelur, sehingga hampir setiap hari menghasilkan telur.

Indukan betina budidaya ayam arab petelur menghasilkan telur dengan berat rata-rata 42,3 gram. Bagian kuning telurnya lebih besar volumenya dari bagian putihnya yakni mencapai 53,2% dari total berat telur budidaya ayam arab petelur.

Untung Rugi Budidaya Ayam Arab Petelur

Keunggulan budidaya ayam arab petelur adalah produktivitasnya yang tinggi. Budidaya ayam arab petelur ini diakui oleh banyak peternak menghasilkan keuntungan yang tinggi. Budidaya ayam arab petelur diuntungkan karena daya seksualitas ayam ini yang sangat tinggi, dimana hanya dalam tempo 15 menit bisa kawin hingga 3 kali.

Tingkat produktivitas dalam budidaya ayam arab petelur mencapai 80 hingga 90 persen. Tingginya produksi dalam budidaya ayam arab petelur dikarenakan ayam jenis ini tak suka mengerami telurnya. Hasil budidaya ayam arab petelur dapat mencapai 190-250 butir per tahun.

Pelaku budidaya ayam arab petelur juga diuntungkan dengan tingkat efisiensi pakan yang cukup tinggi. Rata-rata peternak budidaya ayam arab petelur hanya dibebankan pakan sebanyak 80 gram per hari untuk tiap ekor ayam. Peternak budidaya ayam arab petelur jelas diuntungkan dibanding jika memelihara ayam petelur jenis leghorn yang bisa menghabiskan pakan hingga 110 gram per hari untuk tiap ekor ayamnya.

Untuk mendapatkan produktivitas hasil budidaya ayam arab petelur yang maksimal diperlukan perawatan yang optimal, antara lain: penyediaan kandang yang sesuai, pakan yang teratur, pengendalian penyakit. Ada pula hal yang turut perperan dalam kesuksesan budidaya ayam arab petelur yakni pengelolaan produksi dan manejemen usaha.

Sedangkan kelemahan budidaya ayam arab petelur adalah harga bibit atau DOC (Day Old Chicken/Anak Ayam Umur Sehari) yang relatif lebih mahal. Demikian pula dengan harga indukan budidaya ayam arab petelur yang juga mahal. Sementara indukan budidaya ayam arab petelur hampir tak memiliki sifat mengeram, sehingga penetasan telur untuk menjadi bibit DOC harus menggunakan mesin tetas atau menggunakan indukan ayam lain.

Kelemahan lainnya dari budidaya ayam arab petelur adalah ayam ini memiliki wama kulit dan daging yang kehitaman sehingga harga jual afkirnya juga lebih rendah dibanding jenis ayam petelur lainnya. Selain itu, bobot badan ayam afkirnya rendah, hanya berkisar 1,2 hingga 1,5 kilogram saja. Sangat sedikit jumlah indukan budidaya ayam arab petelur betina yang telah afkir memiliki bobot 1,5 kilogram (dari berbagai sumber).