Penanganan Risiko Dan Pemanenan Pada Budidaya Cengkeh

June 21, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Hasil utama budidaya cengkeh adalah bunga yang dipanen pada saat kelopak bunga belum mekar. Selama ini Indonesia dikenal sebagai negara produsen hasil budidaya cengkeh berkualitas dunia. Hal ini tentu saja peluang bagi pelaku budidaya cengkeh untuk turut menikmati keuntungan dari produksi tanaman ini.

Seiring waktu permintaan terhadap hasil budidaya cengkeh terus meningkat. Namun sayangnya produksi dan mutu hasil perkebunan budidaya cengkeh cenderung menurun. Disinyalir hal ini disebabkan oleh teknis penanaman dan pemeliharaan dalam budidaya cengkeh kurang diperhatikan sehingga produksi serta kualitasnya menjadi rendah.

Selama ini Indonesia dikenal sebagai negara produsen hasil budidaya cengkeh berkualitas dunia. Foto: beritadaerah.co.id

Hasil budidaya cengkeh yang baik haruslah memenuhi standar mutu yang telah diinginkan oleh pasar, yakni memiliki ukuran yang sama rata, warna cengkeh coklat kehitaman, dan tidak berbau apek. Sementara toleransi bahan asing yang tercampur maksimum 0,5 hingga 1 persen, gagang maksimum 1 higga 5 persen, cengkeh rusak maksimum 0 persen, kadar air maksimum 14 persen, cengkeh inferior maksimum 2 hingga 5 persen dan kadar Atsiri maksimum 16 hingga 20 persen.

Selain mempraktekkan teknik penanaman dan perawatan di kebun budidaya cengkeh, petani juga harus memahami risiko serangan hama dan penyakit pada cengkeh. Pelaku budidaya cengkeh juga dituntut memahami cara mengantisipasi dan menanggulangi hama dan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh. Jika semua hal ini dipahami dan dijalankan dengan baik oleh pelaku budidaya cengkeh maka hasil panen yang berlimpah telah di depan mata.

Hasil budidaya cengkeh yang baik haruslah memenuhi standar mutu yang telah diinginkan oleh pasar. Foto: www.of-ingredients.com

Risiko Hama Dan Penyakit Pada Budidaya Cengkeh

Serangan hama pada kebun budidaya cengkeh umumnya adalah penggerek, perusak pucuk, perusak daun dan perusak akar. Sedangkan penyakit yang sering menyerang kebun budidaya cengkeh antara lain bakteri pembuluh kayu cengkeh (BPKC), cacar daun cengkeh (CDC), die back (mati ranting), serta embun jelaga.

Hama dan penyakit yang menyerang kebun budidaya cengkeh bisa terjadi di areal semai (persemaian) maupun areal tanam (pertanaman). Jika di areal semai, hama dan penyakit yang menyerang yakni busuk akar dan penyakit daun. Sedangkan di areal tanam hama dan penyakit yang menyerang adalah pucuk busuk, penggerek batang dan ranting, jamur akar, dan rayap.

Penyakit busuk akar disebabkan oleh beberapa macam cendawan, seperti Pythium, Rhizoctonia, dan Phytopthora. Penyakit daun disebabkan oleh cendawan Gloeosporium piperatium (becak daun) dan Cylindrocladium quinqeseptatum (busuk daun). Penyakit pucuk busuk disebabkan cendawan Cylindrocladium.

Hama penggerek mulai timbul bila pohon cengkeh telah berumur 4-8 tahun ke atas, umunya setelah pohon mulai berbunga. Jamur akar menyerang tanaman cengkeh, baik muda maupun dewasa. Rayap kebanyakan menyerang tanaman cengkeh muda yang baru ditanam dan tanaman-tanaman yang kurang sehat.

Pada budidaya cenggeh penanganan hama dan penyakit dapat dimulai dengan pemilihan bibit berkualitas yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit, membuat sistem pengairan atau drainase yang baik sehingga dapat mengurangi kelembaban berlebih di lahan budidaya cengkeh yang dapat memicu pertumbuhan jamur, menyemprot kebun budidaya cengkeh dengan insektisida, hebisida, serta pestisida. Sementara untuk pohon cengkeh yang telah terserang parah dan tak mungkin diobati, congkel hingga ke akar-akarnya dan bakar dan timbun sisanya sehingga tidak dapat menulari tanaman lainnya.

Pemanenan Hasil Budidaya Cengkeh

Masa pemanenan pada budidaya cengkeh diperkirakan terjadi setelah 5 hingga 8 tahun setelah bibit disemai. Hasil budidaya cengkeh dapat dipanen setelah kepala bunga kelihatan sudah penuh, tetapi belum membuka. Pemanenan pada budidaya cengkeh dapat dilakukan setelah 50-60 % jumlah bunga yang ada di pohon cengkeh telah matang.

Pemanenan pada budidaya cengkeh dapat dilakukan setelah 50-60 % jumlah bunga yang ada di pohon cengkeh telah matang. Foto: www.jurnalasia.com

Pemetikan di lahan budidaya cengkeh bisa diulangi lagi setiap 10-14 hari selama 3-4 bulan. Di Pulau Jawa, panen budidaya cengkeh mulai Mei dan berakhir Juli – Agustus. Memang pemanenan pada budidaya cengkeh cukup dipengaruhi oleh iklim setempat.

Budidaya cengkeh memiliki periode produksi yang khas, yakni mempunyai jumlah produksi yang berfluktuasi menurut siklus tertentu. Pada tahun tertentu hasil budidaya cengkeh akan menghasilkan produksi yang banyak, dan pada tahun-tahun tertentu produksi bisa menurun sampai 10-40%.

Pola hasil budidaya cengkeh bisa digolongkan menjadi pola siklus 2 tahun dan siklus 3-4 tahun. Untuk pola siklus 2 tahunan umumnya terdapat daerah yang mendapat pengaruh nyata dari iklim laut. Pada siklus ini, tanaman akan berproduksi tinggi atau sedang pada tahun pertama, kemudian pada tahun berikutnya menjadi rendah.

Pada tahun berikutnya lagi, hasil budidaya cengkeh akan kembali seperti tahun pertama. Sedangkan untuk siklus 3-4 tahun umumnya terdapat daerah yang tidak dapat pengaruh iklim laut. Pada siklus ini produksi tinggi akan terulang setiap 3-4 tahun, dengan pola yang bervariasi.

Pada budidaya cengkeh sebelum pemetikan dimulai, alat yang perlu disiapkan adalah karung berukuran kecil atau keranjang bambu dan karung besar. Apabila tanaman sudah cukup tinggi dan bunganya tidak terjangkau oleh tangan, maka perlu disiapkan tangga segitiga berkaki empat.

Pemetikan di kebun budidaya cengkeh dengan memanjat pohon sangat tidak dianjurkan karena dapat merusak tajuk tanaman. Adapun cara pemetikan pada pemanenan hasil budidya cengkeh adalah dengan cara memetik bunga cengkeh pertandan tepat di atas buku daun terakhirnya dengan menggunakan kuku jari atau pisau kecil yang tajam. Daun termuda yang berdekatan dengan bunga tidak boleh ikut terpetik agar tidak mengganggu pertumbuhan tunas berikutnya.

Apabila daun ini ikut terpetik bisa mengurangi jumlah tunas 1/3-1/2 bagian. Bunga yang sudah dipetik dimasukkan kedalam keranjang atau karung kecil yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Setelah penuh, bunga dimasukkan ke dalam karung besar untuk dibawa ke tempat pengolahan hasil budidaya cengkeh.

Sekian informasi dan tips singkat mengenai penanganan risiko serangan hama dan penyakit serta tips pemanenan pada budidaya cengkeh (dari berbagai sumber).