Pedoman Teknis Pengembangbiakan Pada Budidaya Ayam Serama

June 23, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya ayam serama merupakan salah satu usaha bidang peternakan ayam hias yang memiliki potensi luar biasa dengan omzet yang dapat mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah, bahkan ratusan juta rupiah. Hal ini tak lepas dari tingginya harga jual hasil budidaya ayam serama terutama ayam serama grade A dan harga hasil budidaya ayam serama ini dapat meningkat hingga berlipat-lipat apabila telah berhasil memenangkan kontes.

Keberhasilan hasil budidaya ayam serama milik seorang peternak memenangi kontes bukan hanya menjadi kebanggaan bagi pemiliknya tetapi juga akan meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap ayam serama yang dihasilkan dari peternakannya.

Ada sejumlah pedoman teknis dalam pengembangbiakan pada budidaya ayam serama yang harus diketahui oleh peternak pemula seperti mengenai usia indukan, waktu perjodohan, pakan, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya silahkan simak tulisan mengenai budidaya ayam serama di bawah ini.

Budidaya ayam serama merupakan salah satu usaha bidang peternakan ayam hias yang memiliki potensi luar biasa dengan omzet yang dapat mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah, bahkan ratusan juta rupiah. Foto: seramachicksandeggs.blogspot.com

Pengembangbiakan Pada Budidaya Ayam Serama

Pada budidaya ayam serama pengembangbiakan dilakukan dengan memilih indukan berkualitas dengan harapan dapat melahirkan keturunan yang berkualitas pula. Pengembangbiakan pada budidaya ayam serama dilakukan dengan memilih indukan jantan dan betina yang berusia 6 atau 7 bulan atau lebih, walaupun ayam serama sudah mencapai umur dewasa kelamin ketika usianya mencapai 4 – 5 bulan.

Peternak yang baru memulai usaha budidaya ayam serama umumnya sering bertanya bagaimana cara mengawinkan ayam serama. Mereka juga sering mengeluhkan mengapa indukan budidaya ayam serama yang dipelihara tak mau kawin. Pelaku budidaya ayam serama harus paham bahwa ukuran kakinya yang pendek menyebabkan pejantan sering kesulitan melakukan penetrasi ketika hendak mengawini betina. Untuk itu pelaku budidaya ayam serama sebaiknya membantu dengan memegang tubuh ayam betina, lalu disodorkan ke ayam jantan. Hanya saja metode ini hanya bisa dilakukan jika indukan jantan dalam kondisi siap kawin atau birahi. Ayam betina yang sudah siap kawin biasanya akan jongkok begitu dipegang di bagian punggungnya.

Pada budidaya ayam serama pengembangbiakan dilakukan dengan memilih indukan berkualitas dengan harapan dapat melahirkan keturunan yang berkualitas pula. Foto: www.meetup.com

Teknik lain yang bisa diterapkan oleh pelaku budidaya ayam serama adalah kawin gilir. Seekor ayam betina melayani tiga ekor ayam jantan. Metode ini dimaksudkan untuk meningkatkan persentase fertilitas (kesuburan) pada telur-telur yang dihasilkan. Tetapi metode ini jangan diterapkan apabila ingin mencatat silsilah budidaya ayam serama untuk perbaikan mutu genetik atau untuk membuat basic blood.

Meski tubuhnya kecil, birahi ayam serama tidak kalah dari ayam berukuran besar. Birahinya sangat tinggi sehingga sejak umur 3 bulan, ayam sudah mulai belajar kawin, meski belum mencapai umur dewasa kelamin. Jika sudah matang kelamin, ayam jantan bisa mengawini betina sebanyak 6 – 8 kali dalam sehari. Birahi ayam serama, khususnya jantan, makin meningkat ketika cuaca mendung, atau pada pagi dan sore hari.

Meningkatkan Kesuburan Indukan Budidaya Ayam Serama

Pelaku budidaya ayam serama harus dapat meningkatkan kualitas indukan agar keturunan yang dihasilkan juga terjaga bahkan semakin meningkat kualitasnya. Kondisi fisik yang prima dan kesehatan yang terjaga baik mampu meningkatkan kesuburan indukan budidaya ayam serama.

Pakan dalam budidaya ayam serama dapat berupa pakan campuran yang terdiri dari konsentrat, jagung, dan dedak. Extra fooding atau pakan tambahan seperti jangkrik dan tauge dapat diberikan untuk indukan budidaya ayam serama. Selain itu untuk meningkatkan kesuburan atau fertilitas indukan ayam serama dapat diberi tambahan multivitamin yang banyak memiliki kandungan vitamin E.

Kandang budidaya ayam serama juga haruslah hangat, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta bebas dari hama penyakit. Foto: miniseramafarm.blogspot.com

Kandang budidaya ayam serama juga haruslah hangat, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta bebas dari hama penyakit. Jika kandang budidaya ayam serama tak cukup hangat akan mengakibatkan ayam kedinginan dan memerlukan banyak energi untuk mempertahankan suhu tubuhnya. Selain itu jika kandang tak terjaga kebersihan dan kesterilannya dari hama penyakit maka otomatis tingkat kesuburan dan daya tahan ayam akan melemah.

Hal ini tentu saja akan berdampak negatif terhadap budidaya ayam serama yang tujuannya untuk menghasilkan anakan ayam serama yang berkualitas (dari berbagai sumber).