Mengenal Manfaat Dan Teknik Budidaya Sawi Hijau

June 24, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Di Indonesia pada masa lalu budidaya sawi (Brassica juncea) adalah usaha budidaya pertanian sayur-sayuran yang menghasilkan daun sawi berwarna hijau atau sawi hijau. Kemudian petani sayuran di Indonesia khususnya petani budidaya sawi kemudian mengenal sawi putih dan sawi huma. Hingga saat ini pelaku budidaya sawi di Indonesia juga mengenal jenis sawi lainnya, seperti sawi bakso atau caisim atau caisin, sawi monumen dan sawi keriting. Selain itu ada pula sawi sendok (pakcoy atau bok choy) yang merupakan jenis sayuran daun kerabat sawi yang mulai dikenal pula dalam dunia budidaya sawi Indonesia.

Budidaya sawi dapat berkembang baik di Indonesia karena cocok dengan iklim di nusantara. Budidaya sawi dilakukan karena sayuran ini memiliki rasa yang cocok dengan lidah masyarakat dan memiliki khasiat dalam bidang kesehatan. Semua hal tersebut menjadikan peluang budidaya sawi terbuka lebar.

Pada kesempatan ini tips-ukm.com akan membahas mengenai budidaya sawi hijau. Sayuran ini termasuk tanaman musiman yang memiliki bentuk bulat sedikit lonjong dan memiliki batang yang pendek. Pada tanaman ini yang dapat dikonsumsi adalah bagian pada daunnya. Budidaya sawi hijau dapat dilakukan di area yang memiliki ketinggian antara 1.000 hingga1.500 meter di atas permukaan laut. Budidaya sawi hijau sangat baik dilakukan di media tanam yang gembur dan berpasir.

Budidaya sawi dilakukan karena sayuran ini memiliki rasa yang cocok dengan lidah masyarakat dan memiliki khasiat dalam bidang kesehatan. Semua hal tersebut menjadikan peluang budidaya sawi terbuka lebar. Foto: hobbitsgarden.wordpress.com

Aneka Manfaat Budidaya Sawi Hijau

Budidaya sawi hijau dilakukan karena sayuran ini memiliki manfaat bagi kesehatan. Hasil budidaya sawi hijau berkhasiat dalam mencegah berbagai menyakit karena kandungan fitonutrien di dalamnya. Sawi hijau dapat mengendalikan kolesterol dan mengurangi berat badan. Hal ini dikarenakan sawi hijau sangat rendah kalori (26 kkal per 100 g daun mentah) dan lemak, namun kaya serat.

Sawi hijau bermanfaat dalam membantu melawan kanker prostat, kanker usus, kanker payudara, dan kanker ovarium. Sawi hijau merupakan sumber yang kaya antioksidan flavonoid, indoles, sulforaphane, karoten, lutein dan zeaxanthin. Indoles, terutama di-indolyl-metana (DIM) dan sulforaphane memiliki manfaat nyata dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.

Hasil budidaya sawi hijau yang dikonsumsi secara rutin dapat menangkal radikal bebas dan infeksi virus. Daun sawi segar adalah sumber vitamin C dimana menyediakan 70 mcg atau sekitar 117% dari AKG per 100 g. Vitamin C (asam askorbat) adalah antioksidan alami yang kuat. Sawi hijau juga membantu mengatasi wasir, sembelit, serta penyakit kanker usus besar. Sawi hijau adalah pilihan tepat bagi mereka yang bermasalah dengan pencernaan karena daunnya yang hijau gelap sangat kaya serat.

Teknik Budidaya Sawi Hijau

Benih budidaya sawi tersebut dapat dipindahkan setelah umur dua minggu atau tumbuh daun sekitar 4 helai. Foto: kebunsedepa.blogspot.com.

Budidaya sawi hijau hampir sama dengan menanam sayuran yang lain. Berikut adalah tips bagaimana cara budidaya sawi hijau tersebut. Pertama-tama, Anda dapat menyiapkan bahan media tanam budidaya sawi hijau seperti tanah yang bercampur sekam dan pupuk kandang. Perbandingannya 2 : 1 : 1, sesuai media yang ada. Anda dapat mencampurkan media tersebut dan pindahkan dalam wadah yang sudah Anda sediakan.

Langkah selanjutnya adalah cara pembibitan sawi, setelah Anda siap dengan media tanam tersebut, Anda dapat menaburkan bibit dari sawi secara merata. Setelah ditaburkan, Anda bisa menyiramnya dengan spryer.
Setelah tiga hari bibit budidaya sawi hijau akan menumbuhkan benih. Benih budidaya sawi dapat Anda pindahkan setelah umur dua minggu atau tumbuh daun sekitar 4 helai. Anda bisa memindahkannya ke dalam lubang tanam di lahan budidaya sawi hijau. Untuk mencabut benih tersebut haruslah hati-hati.

Untuk pemupukan di lahan budidaya sawi hijau bisa dilakukan dengan mikro organisme lokal yang merupakan sebuah pupuk hasil buatan sendiri. Memupuk di lahan budidaya sawi hijau dapat dilakukan dalam waktu 2 atau 3 hari sekali. Anda bisa melarutkan pupuk tersebut dengan air. Anda juga harus melakukan penyiangan di lahan budidaya sawi hijau agar tanaman tersebut terhindar dari tanaman liar yang tumbuh disekitarnya.

Hasil budidaya sawi hijau bisa dipanen saat tanaman tersebut menginjak umur satu bulan ketika warna daunnya sudah hijau tua. Foto: koriekitchen.blogspot.com

Ketika tanaman ini sudah menginjak satu bulan sawi hijau akan berbunga dan menghasilkan bibit yang berupa bakal biji. Hasil budidaya sawi hijau bisa dipanen saat tanaman tersebut menginjak umur satu bulan ketika warna daunnya sudah hijau tua. Pemanenan pada budidaya sawi hijau dilakukan dengan cara memotong bagian batangnya.

Demikian informasi singkat mengenai peluang budidaya sawi hijau, manfaatnya bagi kesehatan masyarakat, serta teknik cara budidaya sawi hijau (dari berbagai sumber).