Mengenal Dan Belajar Budidaya Sengon

January 28, 2015 - Uncategorized

Budidaya sengon baik dilakukan di daerah yang beriklim tropis. (Foto: dussho.wordpress.com)

Budidaya sengon dapat dilakukan di daerah yang memiliki ketinggian antara 0 hingga 800 meter di atas permukaan laut. Namun demikian, budidaya sengon masih dapat dilaksanakan di atas ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Budidaya sengon baik dilakukan di daerah  tropis pada suhu udara antara 18 hingga 27 derajat celcius. Budidaya sengon sangat efektif jika dilaksanakan pada lahan yang mengandung tanah aluvial, regosol, serta latosol, yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan tingkat keasaman antara pH 6 hingga 7.

Tanaman sengon (Albazia falcataria) , termasuk dalam family mimisaceae, keluarga petai-petaian. Di Indonesia, sengon dikenal dengan berbagai sebutan. Di Jawa, tanaman sengon disebut jeunjing, jeunjing laut (sunda), sengon laut, sengon sabrang, sengon landi, atau kalbi. Sementara di Maluku disebut seja, gosui di Tidore, tawa di Ternate, serta sikat di Banda.

Ragam Manfaat Budidaya Sengon

Budidaya sengon dapat dijadikan pilihan karena pohon sengon dapat dikatakan sebagai pohon yang serbaguna. (Foto: hejogeulis.wordpress.com)

Kayu hasil budidaya sengon dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. (Foto: investasi-sengon-jahemerah.blogspot.com)

Budidaya sengon dapat dijadikan pilihan karena pohon sengon dapat dikatakan sebagai pohon yang serbaguna. Hasil budidaya sengon mulai dari daun, perakarannya, dan terutama batangnya memiliki manfaat tersendiri. Daun sengon yang memiliki kadar protein yang cukup baik dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi, kerbau, dan kambing. Sementara, perakaran pohon sengon sangat baik bagi tanah disekitarnya karena banyak menyimpan nitrogen yang sangat bermanfaat bagi tanah. Hal ini membuat tanah di sekitar pohon sengon dapat dimanfaatkan untuk ditanami tanaman palawija.

Akar tunggang yang dimiliki tanaman sengon tak begitu besar dan rimbun namun menghujam kuat menembus tanah. Oleh karenanya, sengon sangat baik ditanam di sekitar kawasan yang mudah terkena erosi. Pemerintah menggalakkan penanaman sengon di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali.

Hasil budidaya sengon berupa batang pohonnya adalah hal utama yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Batang pohon hasil budidaya sengon dapat mencapai diameter 70 hingga 80 sentimeter dengan ketinggian pohon hingga 45 meter. Kayu hasil budidaya sengon dapat dimanfaatkan untuk perabotan rumah tangga, pagar, papan partisi, papan dalam pengecoran semen, papan peti kemas, peti kas, korek api, pensil, pulp, dan lain sebagainya.

Belajar Budidaya Sengon

Budidaya sengon dapat dilakukan dengan melakukan perbanyakan benih dengan teknik penyemaian biji. Agar nantinya budidaya sengon memperoleh hasil maksimal, biji sengon yang dijadikan benih harus memiliki kualitas yang prima. Benih yang baik untuk budidaya sengon adalah yang berasal dari induk pohon tanaman sengon yang memiliki sifat genetik terbaik, antara lain bentuk fisiknya memiliki diameter besar dan tumbuh tegak lurus, pertumbuhannya cepat serta tidak terdapat hama penyakit.

Benih yang baik dalam budidaya sengon didapat berasal dari buah sengon yang berbentuk polong, pipih, tipis, dan panjangnya hingga 12 cm. Bentuk biji sengon yang baik untuk budidaya sengon adalah biji yang berbentuk mirip perisai kecil dan jika sudah tua, biji akan berwarna coklat kehitaman, agak keras, dan berlilin. Benih terbaik yang digunakan dalam budidaya sengon memiliki syarat berusia cukup tua, berukuran besar dan utuh, serta tenggelam dalam air ketika direndam.

Benih yang baik untuk budidaya sengon adalah yang berasal dari induk pohon tanaman sengon yang memiliki sifat genetik terbaik. (Foto: saranalestari.com)

Tahap penanaman pada budidaya sengon dimulai dengan pembuatan lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm tepat pada ajir tanam dari bambu atau kayu sebagai tanda lokasi penanaman. Agar mendapatkan hasil budidaya sengon yang baik pelaksanaan kegiatan penanaman harus hati-hati agar bibit sengon tak rusak yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhannya.

Selanjutnya, tahap pemeliharaan dalam budidaya sengon terdiri dari penyulaman atau penggantian bibit yang mati atau sakit, penyiangan terhadap gulma dan tanaman pengganggu lainnya, pendangiran atau penggemburan tanah, pemupukan, pemangkasan cabang agar pohon tumbuh lurus, serta penjarangan untuk membuat tanaman sengon tumbuh leluasa.

Jika budidaya sengon direncanakan panen pada tahun kelima maka masa pemeliharaan pun dilaksanakan selama lima tahun. Kegiatan pemeliharaan pada budidaya sengon dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tanaman sengon. Pada tahun pertama hingga tahun ketiga budidaya sengon, kegiatan pemeliharaan difokuskaan pada penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan, serta pemangkasan cabang.

Dalam budidaya sengon , pemeliharaan berupa kegiatan penjarangan dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni ketika sengon berusia dua tahun dan empat tahun. Tujuan penjarangan dalam budidaya sengon adalah untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman sengon yang dipertahankan. Pada budidaya sengon , persentase dan frekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan teknis yang ada.