Mengenal Asal Usul Budidaya Lovebird dan Tips Pemeliharaannya

April 17, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya lovebird termasuk budidaya burung kicau yang memiliki banyak penggemar karena memiliki aneka warna bulu yang cerah, mata yang terang dan indah, tingkah laku yang lucu dan unik, sifat yang manja, mudah jinak, dan kicauan yang enak didengar. Budidaya lovebird juga memiliki potensi ekonomi yang cukup baik mengingat harga jual yang cukup tinggi di pasaran.

Budidaya lovebird cukup menjanjikan karena burung ini memiliki banyak penggemar, setiap orang yang baru pertama kali melihat biasanya langsung jatuh cinta burung ini. Sesuai namanya dalam bahasa latin, yakni agapornis, ‘agape’ yang berarti cinta dan ‘ornis’ berarti burung, lovebird suka bertingkah romantis berduaan dengan pasangannya sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang keduanya.

Budidaya lovebird cukup menjanjikan karena burung ini memiliki banyak penggemar, setiap orang yang baru pertama kali melihat biasanya langsung jatuh cinta burung ini. Foto: bcxrr.wordpress.com

Peneliti dan pelaku budidaya lovebird di seluruh dunia mengenal 9 jenis spesies lovebird, dimana 8 species berasal dari Afrika dan 1 species berasal dari Madagaskar. Foto: pixshark.com

Peneliti dan pelaku budidaya lovebird di seluruh dunia mengenal 9 jenis spesies lovebird, dimana 8 species berasal dari Afrika dan 1 species berasal dari Madagaskar. Spesies lovebird yang berasal dari benua Afrika yaitu, rosy-faced atau peach-faced (Agpornis roseicollis), Yellow collared atau masked (Agapornis personatus), fischer’s (Agapornis fischeri), lilian’s atau nyasa (Agapornis lilinae), black-cheeced (Agapornis nigrigenis), black-winged atau abyssinian (Agapornis taranta), red-headed atau red-faced (Agapornis pullarius), black-collared atau swindern’s (Agapornis swindernianus).

Sementara, spesies lovebird yang berasal dari Madagaskar adalah grey-headed atau madagaskar (Agapornis canus). Spesies lovebird yang telah dikenal ini juga memiliki sejumlah sub-spesies lagi, selain itu juga terdapat cukup banyak jenis lovebird hibrida atau hasil persilangan antar spesies. Dari banyaknya jenis burung ini, budidaya lovebird yang paling umum adalah jenis peach-faced, masked, dan fischer’s. Lovebird memiliki ukuran yang cukup imut, hanya sepanjang 13 hingga 17 centimeter dengan berat tubuh cuma 40 hingga 60 gram.

Tantangan Budidaya Lovebird

Upaya budidaya lovebird telah coba dilakukan oleh peneliti dan peternak di daratan Eropa dan Amerika sejak lovebird diimpor dari habitat alaminya di Afrika pada 1800-an. Namun ternyata tak mudah mengusahakan budidaya lovebird yang telah dikenal ahli zoologi sejak abad ke-16.

Kendala budidaya lovebird antara lain karena lovebird adalah jenis burung yang memerlukan perhatian baik dari peternak maupun dari pasangan. Kurangnya perhatian akan membuat lovebird stres, tak mau makan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Kendala lain dari budidaya lovebird adalah sulitnya mengawinkan sepasang lovebird, telur yang gagal menetas, kelainan pada bayi lovebird yang baru menetas, dan lain-lain.

Walau demikian, peneliti dan peternak tak berputus asa dan terus mencoba budidaya lovebird di luar habitat aslinya di Afrika. Mereka justru bersemangat mencoba budidaya lovebird ketika pemerintah melarang impor lovebird pada 1970-an. Larangan impor ini terkait populasi lovebird yang kian terancam oleh perburuan besar-besaran karena tingginya permintaan, selain kemungkinan adanya potensi penyebaran wabah penyakit dari Afrika.

Hal ini justru berbuah positif terhadap budidaya lovebird hingga hari ini. Budidaya lovebird mulai menunjukkan hasil yang mengembirakan. Budidaya lovebird kini semakin berkembang yang dibuktikan dengan banyaknya toko-toko hewan peliharaan di seluruh dunia yang menyediakan lovebird. Bahkan saat ini burung lovebird telah dimasukkan dalam kategori kontes burung berkicau.
Untuk sukses dalam budidaya lovebird peternak harus memberikan perhatian lebih kepada burung cinta yang manja ini, mempelajari pakan yang disukai berikut kandungan dan manfaatnya bagi lovebird, mempelajari kapan usia produktif dan masa subur loverbird, dan mempelajari tata cara pemeliharaan dan perawatan lovebird.

Mengenal Budidaya Lovebird

Saat memutuskan memulai budidaya lovebird , langkah awal yang penting tentu saja ketepatan dalam memilih indukan unggul berkualitas. Adapun ciri bibit unggul untuk budidaya lovebird antara lain, memiliki kepala yang besar, paruh yang panjang, tebal, besar, dan kokoh. Perhatikan pula proporsi tubuh dan anatominya, mulai dari kepala, mata, mulut, leher, dada, punggung, sayap, ekor, kaki, bulu-bulu, dan anus. Lovebird yang sehat memiliki ciri aktif dan lincah bergerak, kaki kuat dan kering, mata berbinar cerah, dan memiliki nafsu makan yang baik. Lovebird dengan leher yang panjang dan berisi patut diduga memiliki kemampuan berkicau yang bagus.

Pada budidaya lovebird, pilihlah calon induk yang berada pada usia produktif, yakni antara 7 bulan hingga 2 tahun setengah. Untuk melakukan perkawinan pada budidaya lovebird perlu kemampuan untuk membedakan antara jantan dan betina. Cara yang ampuh adalah dengan melihat dan meraba bagian cupit yang berada di bawah anusnya, jika keras, rapat, dan lancip maka itu lovebird jantan, sedangkan lovebird betina cirinya lembek, lebar, dan tumpul. Selain itu, paruh juga dapat menjadi pembeda jenis kelamin lovebird, jantan memiliki paruh yang runcing sementara betina memiliki ciri paruh yang cenderung melebar.

Budidaya lovebird dapat dilaksanakan pada sangkar berukuran cukup luas dengan sirkulasi udara dan mendapat pencahayaan yang memadai. Foto: hubwedding.com

Pada budidaya lovebird, pakan yang diberikan disesuaikan dengan makanan alami burung ini berupa biji-bijian, buahan, dan sayuran. Foto: www.pets4homes.co_.uk

Budidaya lovebird dapat dilaksanakan pada sangkar berukuran cukup luas dengan sirkulasi udara dan mendapat pencahayaan yang memadai. Sangkar budidaya lovebird sebaiknya terbuat dari besi, kawat, dan unsur logam lainnya. Sangkar yang terbuat dari kayu atau bambu tak efektif karena lovebird memiliki kebiasaan mematuk kayu dengan paruhnya yang keras dan runcing. Di dalam sangkar perlu disediakan tangringan sebagai tempat lovebird bertengger, berkicau, dan bermain.

Pada budidaya lovebird, pakan yang diberikan disesuaikan dengan makanan alami burung ini berupa biji-bijian, seperti kwaci, padi, wijen, kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, biji bunga matahari, dan sebagainya. Lovebird juga menyukai sayuran dan buah seperti sawi, kangkung, taoge, jagung muda, apel, pepaya, pisang, dan lain-lain. Agar selalu fit dan memiliki daya tahan yang prima, lovebird dapat diberikan vitamin dan suplemen yang dicampur dengan air minumnya. Sedangkan bagi anak lovebird yang baru lahir, dapat diberikan bubur bayi yang dilembekkan dengan air.

Demikian informasi budidaya lovebird dan tips pemeliharaannya semoga bermanfaat.