Membaca Potensi Budidaya Sapi Limosin

April 15, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya sapi limosin dapat jadi pilihan karena sapi jenis ini memiliki kemampuan pertumbuhan dan penambahan bobot badan yang sangat cepat. Foto: dyfrilimousin.com

Budidaya sapi limosin dipilih sebab dagingnya disukai karena dapat diolah menjadi masakan yang lezat dengan citarasa yang khas. Foto: limousinfarm.be

Budidaya sapi limosin dapat jadi pilihan karena sapi jenis ini memiliki kemampuan pertumbuhan dan penambahan bobot badan yang sangat cepat. Budidaya sapi limosin lebih menguntungkan karena ukuran yang relatif lebih besar dan lebih berat sehingga memiliki lebih banyak daging dari sapi jenis lainnya, apalagi masa penggemukannya relatif lebih singkat.

Budidaya sapi limosin banyak menarik peternak di Indonesia karena selain pertumbuhan yang cepat, sapi limosin juga memiliki harga jual yang tinggi. Walau memiliki harga jual yang tinggi permintaan daging sapi limosin cukup tinggi, bahkan hasil budidaya sapi limosin di Indonesia tak mampu mencukupi permintaan yang tinggi, terutama saat menjelang hari raya kurban. Daging sapi limosin disukai karena memiliki kualitas yang bagus dan dapat diolah menjadi masakan yang lezat dengan citarasa yang khas.

Keuntungan lain dari budidaya sapi limosin adalah sapi ini memiliki daya tahan yang bagus terhadap serangan berbagai penyakit. Sapi limosin adalah sapi pedaging yang berasal dari Eropa, tepatnya negara Perancis. Sapi limosin memiliki postur tinggi besar, tubuh yang panjang, padat, dan terlihat kekar.

Budidaya Sapi Limosin

Pada budidaya sapi limosin pemilihan bibit didasarkan pada bibit unggul yang memiliki ciri antara lain, memiliki dimensi kepala yang lebih besar, ekor pendek dengan bentuk gepeng, mata yang cerah dan bersinar terang, memiliki moncong yang mengkilat dan menjorok ke depan. Bibit untuk budidaya sapi limosin yang berkualitas mempunyai pantat yang besar dan lebar, tulang punggung yang datar, memiliki kulit yang bersih dan mengkilat.

Bibit budidaya sapi limosin yang dipilih juga harus sehat dan bugar, bebas dari penyakit, serta tak memiliki cacat pada salah satu atau beberapa bagian tubuh. Foto: www.limousin.com

Bibit budidaya sapi limosin yang dipilih juga harus sehat dan bugar, bebas dari penyakit, serta tak memiliki cacat pada salah satu atau beberapa bagian tubuh. Pelaku budidaya sapi limosin sebaiknya juga mempertimbangkan sertifikat sebagai jaminan kualitas hewan ternak. Sapi limosin yang memiliki riwayat dan garis keturunan murni pastinya memiliki perbedaan dengan sapi limosin yang merupakan hasil perkawinan silang. Selain harga sapi yang berbeda, perbedaan antara sapi limosin keturunan murni dengan hasil persilangan akan terlihat jelas ketika sapi telah dewasa.

Berbeda dari budidaya sapi limosin, peternak yang hanya fokus pada usaha penggemukan untuk 3 hingga 6 bulan yang biasanya disiapkan sebagai sapi kurban, bakalan sapi limosin yang dipilih sebaiknya berusia di atas 2 tahun, berjenis kelamin jantan, panjang tubuh panjang, bulat, dan lebar, pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus, dan kotoran normal. Bakalan sapi limosin untuk penggemukan ada yang dijual berdasarkan bobot sapi, jika ingin mendapat keuntungan lebih sebaiknya pilih sapi limosin yang sedikit kurus dengan tulang menonjol. Peternak yang ingin mendapat untung besar akan termotivasi meningkatkan bobot sapi melalui teknik pemilihan pakan yang tepat dan efektif menambah bobot sapi limosin.

Kunci Pemeliharaan Budidaya Sapi Limosin

Pada budidaya sapi limosin , selain pemilihan bibit hal lain yang menjadi fokus perhatian adalah persoalan pemeliharaan. Untuk budidaya sapi limosin pemeliharaan meliputi pemberian pakan, perkandangan, serta sanitasi dan tindakan preventif. Sistem pemberikan pakan sapi yang terbaik adalah model kombinasi antara sistem pengembalaan dengan melepas sapi di padang rumput hijau dan sistem kereman atau pemberian pakan dengan cara disuguhkan di dalam kandang. Dalam sehari, seekor sapi memerlukan pakan sekitar 10 persen dari bobot tubuhnya dan pakan tambahan sebanyak 1 hingga 2 persen dari bobot tubuh.

Kandang budidaya sapi limosin yang ideal berukuran 2 meter x 2,5 sementara kandang untuk anak sapi cukup berukuran 1,5 x 1 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter dari tanah. Suhu di dalam kandang budidaya sapi limosin rata-rata 33 derajat celcius dengan kelembaban 75 persen. Kandang budidaya sapi limosin tak boleh tertutup rapat agar sirkulasi udara tetap terjaga. Lantai kandang dibuat miring untuk memudahkan pembersihan kotoran sapi.

Bibit budidaya sapi limosin yang baru didatangkan harus divaksinasi untuk mengurangi risiko mengalami penyakit. Foto:cattleinternationalseries.weebly.com

Tindakan preventif dalam budidaya sapi limosin bertujuan sebagai upaya pengendalian dan pencegahan hama dan penyakit. Karena bagaimanapun upaya pencegahan lebih baik dari upaya pengobatan. Upaya pencegahan ini fokus pada sanitasi kandang budidaya sapi limosin. Perlu diperhatikan, jika kandang budidaya sapi limosin telah pernah digunakan sebelumnya, bersihakan dengan desinfektan. Selain itu, bibit budidaya sapi limosin yang baru didatangkan harus divaksinasi untuk mengurangi risiko mengalami penyakit. Adapun penyakit yang dapat menyerang sapi antara lain penyakit antraks, cacingan, penyakit mulut dan kuku (PMK), radang kuku atau kuku busuk, mendengkur, kembung, dan lain-lain.

Demikian sekilas informasi mengenai budidaya sapi limosin dan semoga bermanfaat.