Masa Pemeliharaan Pada Budidaya Cengkeh

June 21, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Pelaku budidaya cengkeh harus mengetahui bahwa tanaman cengkeh mempunyai dua masa kritis dalam siklus hidupnya. Yaitu sebelum tanaman mencapai umur 3 tahun dan setelah berumur 8 tahun, terutama pada awal dan setelah dilakukan panen perdana di kebun budidaya cengkeh.

Pemeliharaan di kebun budidaya cengkeh yang baik akan memberikan hasil panen yang berlimpah. Dari sebuah pohon cengkeh yang unggul dapat dihasilkan hingga 100 kilogram cengkeh. Hal ini dikarenakan pohon cengkeh memiliki umur panjang dan dapat tetap produktif. Contohnya adalah cengkeh Afo yang hingga kini tercatat sebagai pohon cengkeh tertua di dunia. Pohon cengkeh Afo yang terletak di Ternate masih tetap produktif walau usianya telah lebih dari 400 tahun.

Pemeliharaan di kebun budidaya cengkeh yang baik akan memberikan hasil panen yang berlimpah. Foto: lumeamea05.blogspot.com

Pemeliharaan Di Kebun Budidaya Cengkeh Muda

Merawat kebun budidaya cengkeh harus dilakukan secara intensif agar hasil panen yang diharapkan dapat optimal. Pelaku budidaya cengkeh harus memahami bahwa tanaman cengkeh setelah ditanam sampai umur 4 tahun berada di fase pertumbuhan kritis.

Setelah tanaman ditanam di lahan budidaya cengkeh hingga berumur 3 bulan, tanah disekitar tanaman mulai digemburkan dengan cara dicangkul. Jarak tanah yang dicangkul kira-kira 25 cm dari batang. Selain itu, penyiangan di kebun budidaya cengkeh dapat dilakukan dengan cara membersihkan rumput-rumput dan tanaman pengganggu.

Penggemburan dan penyiangan lanjutan dilakukan pada permulaan musim hujan berikutnya, kemudian diikuti pemupukan. Selain pupuk Urea, bisa juga dipakai pupuk NPK dengan dosis yang sama. Dengan pupuk NPK, tanaman cengkeh lebih tahan panas dan dahan-dahannya lebih kuat.

Setelah pencangkulan, lalu dipersiapkan mulch dan perbaikan peneduh, terutama ketika musim kemarau tiba. Sebaiknya bacterial mulch dari batang pisang yang dipotong sepanjang 1 meter, kemudian dibelah menjadi dua. Setelah itu, diatur berjajar dan merapat pada petakan-petakan sehingga seluruh petakan tertutup. Agar lebih tahan lama, di atas batang-batang pisang tadi sebaiknya diberi rumput-rumput kering. Bahan mulch tersebut harus diganti atau ditambah atau dibetulkan setiap kali menipis atau rusak. Tebal mulch sebaiknya 20 cm, jadi tanah di bawahnya tetap dingin dan penguapan airnya kecil.

Merawat kebun budidaya cengkeh harus dilakukan secara intensif agar hasil panen yang diharapkan dapat optimal. Foto: dzanau.wordpress.com

. Pelaku budidaya cengkeh harus memahami bahwa tanaman cengkeh setelah ditanam sampai umur 4 tahun berada di fase pertumbuhan kritis. foto: bambuwulung.wordpress.com

Pada musim kemarau, tanaman di kebun budidaya cengkeh harus disiram dengan air memakai pipa-pipa dan mesin pompa. Dalam penyiraman ini harus benar-benar jenuh sehingga tanahnya tidak menjadi panas. Jadi, pada musim kemarau, meskipun disiram, tanaman harus tetap diberi peneduh dan mulch yang tebal.

Jika musim hujan telah datang, maka mulch dan peneduh dapt dibuka. Mulch-nya bisa dijadikan kompos dengan menanamkannya pada sisi luar petakan. Peneduh dibuka agar tanaman cengkeh mendapat sinar matahari dalam intensitas yang lebih banyak.

Pada masa ini dilakukan pencangkulan dan penggemburan tanah, juga pemupukan. Perlakuan yang sama terus dilakukan hingga umur tanaman cengkeh mencapai 4 tahun.

Pemeliharaan Di Kebun Budidaya Cengkeh Dewasa

Pada budidaya cengkeh pemeliharaan tanaman cengkeh dewasa tetap dititikberatkan pada penggemburan tanah pada petakan, penyiangan, dan pemupukan. Dengan mencangkul tanah akan menjadi gembur, peresapan zat-zat hara yang dibutuhkan tanaman menjadi lancar, sirkulasi udara dalam tanah pun menjadi baik. Demikian pula dengan proses peresapan air di dalam tanah.

Proses pencangkulan atau penggemburan lahan budidaya cengkeh harus dilakukan secaracermat dan sistematis, yaitu dimulai dari luar tajuk (kurang lebih ½ meter dari tajuk daun), menuju ke dalam sampai dekat pohon. Tetapi, jangan sampai melukai akar yang besar. Dalamnya pencangkulan kira-kira 30 cm pada bagian luar, makin ke bawah tajuk makin dangkal. Hal ini dilakukan agar tidak melukai atau memotong akar-akar yang besar tersebut.

Tetapi, perlu diingat, pencangkulan jangan sampai terlalu sering dilakukan. Hal ini untuk memberi kesempatan kepada akar-akar yang terpotong untuk tumbuh kembali dan mencari makanan. Pencangkulan di kebun budidaya cengkeh cukup dilakukan 2 kali setahun, yaitu pada permulaan musim hujan dan pada permulaan musim kemarau.

Pada pohon-pohon yang telah berbunga, jika habis dipanen, tanah di sekitar pohon biasanya menjadi padat karena terinjak-injak. Maka setelah panen pada permulaan musim hujan, tanah perlu digemburkan kembali.

Demikian informasi singkat seputar masa pemeliharaan pada budidaya cengkeh baik ketika tanaman berusia muda maupun setelah dewasa (Disarikan dari berbagai sumber).