Langkah Mudah Sukses Budidaya Timun

February 7, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Ada sejumlah persyaratan dalam budidaya timun yang perlu diketahui oleh petani agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal hingga menghasilkan buah yang berkualitas dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Budidaya timun sebaiknya dilaksanakan di daerah beriklim tropis dan masih dapat dilakukan di daerah beriklim subtropis dengan kelembaban antara 80 hingga 85 persen dan penyinaran matahari sebesar 90 persen. Suhu yang ideal di kebun budidaya timun adalah sekitar 21 hingga 30 derajat celcius.

Budidaya timun idealnya dilaksanakan di lahan yang berketinggian antara 100 hingga 900 meter dari permukaan air laut. Untuk tumbuhkembangnya secara optimal, kebun budidaya timun memerlukan curah hujan antara 200 hingga 400 milimeter.

Budidaya timun sangat baik dilakukan di tanah yang subur dan gembur, juga terbatas dari serangan hama dan penyakit serta memilki pH antara 6 – 7. Kebun budidaya timun yang baik menggunakan media tanam berupa tanah bertekstur lempung yang baik drainasenya.

Ada sejumlah persyaratan dalam budidaya timun yang perlu diketahui oleh petani agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal hingga menghasilkan buah yang berkualitas dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Foto: herbalizing.blogspot.com

Tips Cerdas Budidaya Timun

Pada budidaya timun ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dengan cermat oleh para petani untuk mendapatkan hasil budidaya timun yang maksimal.

1) Penyiapan Lahan Budidaya Timun
Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya tanaman mentimun adalah seluas 20.000 m2 (2 Ha). Dengan tempat yang stategis dan akses air yang mudah. Tujuan penyiapan lahan budidaya timun adalah untuk memudahkan dalam pengolahan tanah. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan membersihkan terlebih dahulu lahan yang akan digunakan dari rumput-rumput liar dan sisa-sisa tanaman tidak berguna agar tidak menjadi sarang penyakit.

2) Pengolahan tanah dan Pembuatan Guludan
Pengolahan tanah di kebun budidaya timun bertujuan untuk menggemburkan tanah dengan cara di cangkul sedalam 30 cm, dengan menggunakan tenaga kerja manusia. Tanah di kebun budidaya timun yang diolah terlebih akan memudahkan akar masuk ke dalam permukaan tanah sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat berlangsung dengan baik.
Bersamaan dengan waktu pengolahan tanah dilakukan pembuatan guludan dengan ukuran lebar 60 cm, panjang 30 m, tinggi 30 cm dan lebar parit adalah 80 cm. Setelah terbentuk guludan taburkan pupuk dasar Phonska 500 kg/Ha diatas guludan secara merata. Kemudian tutup pupuk tersebut dengan cara membalikan tanah sambil di gembur-gemburkan lalu guludan dirapihkan kembali.

3) Pembuatan jarak tanam dan Lubang tanam
Setelah pengolahan lahan di kebun budidaya timun selesai dilakukan tahap selanjutnya yaitu pembuatan jarak tanam ukuran 30 cm x 140 cm (jarak dalam barisan x jarak antar guludan) dan lubang tanam dengan cara ditugal sedalam 3 – 5 cm.

4) Penyiapan benih budidaya timun
Benih budidaya timun disiapkan sebelum penanaman. Benih budidaya timun (Cucumis sativus L) yang digunakan merupakan benih yang baik dengan ciri antara lain:
• Benih murni atau tidak tercampur dengan benih varietas lain dan kotoran
• Besar biji seragam dan bernas
• Daya kecambah tinggi > 85%
• Resisten terhadap suatu hama dan penyakit
Benih yang dibutuhkan untuk lahan budidaya timun seluas 20.000 m2 (2 Ha) ± 80 bungkus dengan isi per bungkusnya 800 biji.

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan dalam budidaya timun meliputi kegiatan penyiraman/pengairan, penyulaman, pembumbunan, pemupukan, pemasangan turus, pengikatan sulur tanaman, pengendalian gulma (penyiangan),dan pengendalian hama dan penyakit. Foto: www.123rf.com

5) Penanaman di Lahan Budidaya Timun
Penanaman di lahan budidaya timun dilakukan pada pagi hari dengan sistem Tabela (Tanam Benih Langsung) di lahan pertanaman. Setelah menentukan jarak tanam dan di buat lubang tanam, segera tanamkan benih mentimun ke dalam lubang tanam dengan jumlah 2 biji/lubang tanam, namun hanya 1 bibit tanaman yang dipelihara karena bibit yang satu digunakan sebagai cadangan untuk pemeliharaan tanaman (penyulaman). Kemudian tutup lubang tanam tersebut dengan pupuk kompos dengan dosis 500 kg/Ha hingga hampir memenuhi lubang tanam dan taburkan pupuk NPK Mutiara dengan dosis 25 kg/Ha. Lalu siram tanah dengan air hingga cukup basah.

6) Pemeliharaan tanaman
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan dalam budidaya timun meliputi kegiatan :
a. Penyiraman/Pengairan
b. Penyulaman
c. Pembumbunan
d. Pemupukan susulan
e. Pemasangan turus
f. Pengikatan sulur tanaman
g. Pengendalian gulma (penyiangan)
h. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pemanenan Hasil Budidaya Timun

Pemanenan dan pemasaran hasil budidaya timun biasanya bisa dimulai pada umur 33 – 35 HST. Hasil budidaya timun dipanen pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.\

Pemanenan buah hasil budidaya timun dilakukan tiap hari agar bentuk dan ukuran buah masuk dalam permintaan pasar sayur setempat. Pemasaran hasil buddiaya timun saat ini saat mudah karena petani hanya perlu panen dan biasanya pedagang langsung ambil langsung di lokasi tanam.

Pemanenan buah hasil budidaya timun dilakukan tiap hari agar bentuk dan ukuran buah masuk dalam permintaan pasar sayur setempat. Foto: fertigasinisme.blogspot.com

Keuntungan optimal dari budidaya timun akan dengan mudah dicapai apabila petani timun memakai modal pribadi karena mereka bisa menjual dengan harga yang lebih mahal tanpa dipotong komisi dari para bandar yang membeli hasil panennya (dari berbagai sumber).