Langkah Mudah Budidaya Akasia Mangium: Pembibitan Hingga Panen

March 21, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Beberapa hasil penelitian terhadap pengembangan tanaman budidaya akasia mangium (Acacia mangium) yang meliputi kayu, kulit dan daun, yang mencakup sifat dasar maupun teknologi pengolahannya, maka pengembangan tanaman budidaya akasia mangium memiliki prospek yang sangat baik dan cerah, baik sebagai sumber bahan pasokan industri pulp dan kertas, kayu pertukangan dan kayu energi.

Pengembangan tanaman budidaya akasia mangium telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, dalam bentuk Hutan Tanaman Industri (HTI) diantaranya di Provinsi Riau, Jambi, Kalimantan Barat dan Lampung.

Pengembangan tanaman budidaya akasia mangium ini mampu menghasilkan produksi mencapai 200 m3/ha pada umur 8 tahun atau riap sebesar 25 m3/ha/tahun. Dalam hal ini juga telah dikembangkan oleh masyarakat melalui Hutan Rakyat, salah satunya di Kecamatan Way Bungur dan Batanghari Lampung Timur.

Tips Budidaya Akasia Mangium

a. Pembibitan Budidaya Akasia Mangium . Teknik pembibitan budidaya akasia mangium secara garis besar adalah sebagai berikut:

– Pemilihan biji, dengan ciri tua, bersih dan padat.
– Penyiapan media semai dengan komposisi kompos: pasir : tanah = 1 : 1 : 1.
– Sebarkan biji, dengan jarak tertentu untuk memudahkan pemindahan ke polybag.
– Setelah benih siap tanam di lahan budidaya akasia mangium, maka dipindahkan ke polybag
– Media dalam polybag terdiri dari tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 1 : 1 (dicampur rata) dan disirami, setelah 5 hari polybag siap ditanamai benih akasia.
– Pemeliharaan selama pembibitan meliputi penyiraman dan pemupukan
– Setelah bibit budidaya akasia mangium berumur antara 3-5 bulan dengan mencapai ketinggian antara 30 s.d. 50 cm maka bibit siap ditanam di lahan.

b. Penyiapan Lahan Budidaya Akasia Mangium. Teknik penyiapan lahan budidaya akasia mangium secara garis besar adalah sebagai berikut:

– Areal penanaman atau lahan budidaya akasia mangium perlu direncanakan dengan baik. Apabila memiliki luasan yang relatif besar, maka lebih baik dibuat petak/blok kelompok umur tanaman.
– Pembersihan lahan pada areal yang akan ditanami
– Jarak tanam bisa bervariasi (1 x 3) meter atau (2 x 3) meter. Lorong selebar 3 meter dapat digunakan sebagai tanaman sela, sedangkan jarak antar tanaman dibuat rapat guna mendapatkan tanaman yang lurus dan tidak bercabang.
– Pemasangan ajir pada lokasi budidaya akasia mangium
– Pembuatan lubang penanaman dengan ukuran (40 x 40 x 40) cm

c. Cara penanaman pada budidaya akasia mangium. Teknik penanaman secara garis besar adalah sebagai berikut:

– Pengangkutan bibit budidaya akasia mangium dari persemaian harus hati-hati agar bibit tidak rusak. Ditempatkan pada lokasi yang teduh dan terlindung, jangan terkena langsung panas matahari.
– Waktu penanaman dilakukan setelah hujan lebat pada musim hujan, namun bukan di awal musim hujan. Hal ini dikarenakan bibit yang baru ditanam menghendaki banyak air dan udara lembab.
– Penanaman dilakukan pada lokasi tanam (ajir) secara tegak sedalam leher akar. Sebelum ditanam, tanah dalam polybag dipadatkan lalu polybag dibuka/disobek perlahan. Setelah ditanam diiisi dengan tanah gembur sampai leher akar dan ditekan agar menjadi padat.
– Tanaman sela (tumpangsari) dapat dilakukan selama tiga tahun dengan tanaman pangan atau hortikultura, seperti: sayur-sayuran, kacang tanah, umbi-umbian, dll.

d. Pemeliharaan tanaman di lahan budidaya akasia mangium. Teknik pemeliharaan pada budidaya akasia mangium secara garis besar adalah sebagai berikut:

– Pemeliharaan tanaman dengan sistem tumpangsari (tanaman pangan atau hortikultura), maka kegiatan pemeliharaan (penyiangan, pendangiran dan pemupukan) dilakukan bersamaan dengan tanaman selanya.
– Pengendalian hama dan penyakit pada budidaya akasia mangium dilakukan secara terpadu. Pengendalian dilakukan dengan manual dengan pestisida nabati, apabila tidak berhasil baru menggunakan pestisida kimia sebagai alternatif terakhir.
– Pemupukan dilakukan guna menghasilkan tanaman budidaya akasia mangium yang cepat dan berkualitas. Pemupukan dilakukan bersamaan dengan tanaman sela. Pupuk yang digunakan pada budidaya akasia mangium sebaiknya pupuk organik, dapat pula ditambahkan pupuk an organik, guna mendapatkan kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Pemanenan Hasil Budidaya Akasia Mangium

Kegiatan pemanenan kayu hasil budidaya akasia mangium sama dengan pemanenan jenis kayu lainnya, secara garis besar terdiri dari kegiatan penebangan, penyaradan, pembagian batang dan pengangkutan. Pada areal budidaya akasia mangium yang relatif luas, hasil pemanenan di areal bekas tebangan akan didapati banyak tunggak yang mengganggu bagi penanaman berikutnya, terutama dengan tumbuh tunas baru dan dikhawatirkan menjadi tempat berkembangnya jamur akar putih yang dapat mematikan tanaman baru.

Kegiatan pemanenan kayu hasil budidaya akasia mangium sama dengan pemanenan jenis kayu lainnya, secara garis besar terdiri dari kegiatan penebangan, penyaradan, pembagian batang dan pengangkutan. Foto: my.import.or.kr

Pada budidaya akasia mangium saat ini telah dikembangkan teknik pembusukan tunggak yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan orgamisme perusak kayu berupa jamur pelapuk antagonis dengan jamur akar putih dan rayap pemakan sisa kayu hasil pelapukan.

Pusat Penelitian Hasil Hutan (1999) dalam tulisan Jamaludin Malik, dkk ditemukan jenis jamur pelapuk yang mampu mendegradasi secara lebih cepat limbah kayu sisa pemanenan, yaitu Trametes sp dan Polyporus versicolor. Pemberian pelapukan secara biologis dengan jamur pelapuk memberikan waktu lebih cepat dibanding pelapukan secara alami.

Hasil pemanenan budidaya akasia mangium secara garis besar meliputi :

– Pemanenan diperoleh dari tanaman sela (tumpangsari) dan tanaman pokok yaitu tanaman akasia mangium.
– Pemanenan tanaman sela (tumpangsari) dilakukan setiap musim, sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam di lorong tersebut.
– Pemanenan tanaman pokok (akasia mangium) diperoleh secara bertahap, yaitu pemanenan antara yaitu panenan sebelum panenan akhir yang juga berfungsi untuk mengurangi tanaman pokok, sehingga jarak tanam menjadi (2 x 3) meter, selanjutnya menjadi (4 x 3) meter. Hal ini guna memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.
– Pemanenan tanaman budidaya akasia mangium dilakukan secara tebang habis pada blok tebangan. Apabila areal luas, maka blok tebangan dapat dibuat beberapa blok. Hal ini juga akan memberikan hasil tahunan yang terus menerus (dari berbagai sumber.

› tags: budidaya akasia mangium /