Hama Dan Penyakit Pada Budidaya Mangga Serta Tips Pengendalian

December 27, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Kebun budidaya mangga juga memiliki risiko serangan hama dan penyakit yang dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, maupun produktivitas dan kualitas buahnya. Pelaku budidaya mangga perlu mengenal hama dan penyakit tersebut sehingga dapat bertindak secara cepat dan tepat dalam pengendaliannya.

Adapun hama yang perlu diwaspadai dalam budidaya mangga yakni kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis), lalat buah, wereng ( Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni), tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus), codot, ulat (Phylotroctis sp.), ulat tip borer (Clumetia transversa), ulat seed borer (Noorda albizonalis), Thrips ( Scirtothrips dorsalis ), dan lain-lain.

Penyakit tanaman di kebun budidaya mangga antara lain adalah penyakit diplodia, cendawan jelaga, bercak karat merah, kudis buah, penyakit blendok, penyakit mangga, bubuk buah mangga, bisul daun, penyakit antraknose (Colletotrichum sp.), dan lain sebagainya.

Pelaku budidaya mangga perlu mengenal hama dan penyakit tersebut sehingga dapat bertindak secara cepat dan tepat dalam pengendaliannya. Foto: treepicturesonline.com

Pengendalian Hama Budidaya Mangga

Pada budidaya mangga hama kepik mangga menyerang buah hingga masuk ke dalamnya dapat dikendalikan dengan membiarkan semut merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur. Lalat buah menyebabkan buah busuk, jatuh dan menurunkan produktivitas budidaya mangga. Buah hasil budidaya mangga yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva.

Lalat buah yang menyerang kebun budidaya mangga bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Oleh karenanya buah hasil budidaya mangga yang diserang lalat buah perlu segera dimusnahkan. Selanjutnya, semprotkan larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida. Lalat buah yang menyerang kebun budidaya mangga dapat dikendalikan dengan pembungkusan buah dan memasang perangkap.

Pada budidaya mangga hama wereng menyerang daun, rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk makan tunas atau kuncup. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam. Pengendalian hama wereng di kebun budidaya mangga dilakukan dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali.

Pada budidaya mangga hama wereng menyerang daun, rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk makan tunas atau kuncup. Foto: www.mitrabibit.com

Serangan hama tungau yang pertama menyerang daun mangga yg masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga. Untuk mengatasinya, kebun budidaya mangga perlu disemprot dengan tepung belerang, insektisida Diazinon atau Basudin.

Codot memakan buah hasil budidaya mangga pada malam hari. Cara yang paling mudah mengatasinya adalah dengan memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring atau dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga.

Hama ulat berwarna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Phyloctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Hama ulat dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida.

Ulat tip borer menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor atau menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan insektisida.

Hama thrips atau sering disebut thrips bergaris merah selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah hasil budidaya mangga. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Hama thrips diberantas dengan memotong dan membakar tunas muda terserang, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, serta penyemprotan.

Hama seed borer menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah hasil budidaya mangga hingga buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit tanaman di kebun budidaya mangga. Untuk melindungi kebun budidaya mangga lakukan pembungkusan buah, pembungkusan buah, kumpulkan buah yang terserang lalu dibakar, semprot kebun budidaya mangga dengan insektisida.

Serangan Penyakit Di Kebun Budidaya Mangga

Penyakit diplodia yang menyerang kebun budidaya mangga disebabkan oleh jamur Diplodia sp. yang tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi. Pengendaliannya dengan mengolesi luka dengan bubur Bordeaux dan ditutup parafin-carbolineum.

Serangan penyakit cendawan jelaga disebabkan oleh virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Daun mangga yg diserang berwarna hitam seperti beledu. Warna hitam disebabkan oleh jamur yg hidup di cairan manis. Cendawan jelaga di kebun budidaya mangga dapat dicegah dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang.

Penyakit bercak karat merah dipicu jamur Colletotrichum gloeosporiodes. Penyakit ini menyerang daun, ranting, bunga dan tunas tanaman di kebun budidaya mangga sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. Pengendaliannya dengan pemangkasan dahan, cabang, ranting, menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga pada tanaman di kebun budidaya mangga.

Kudis buah menyerang tangkai bunga, bunga, ranting hingga daun tanaman di kebun budidaya mangga. Gejalanya ditunjukkan dengan adanya bercak kuning yg akan berubah menjadi abu-abu, pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan. Kudis buah di kebun budidaya manga diantisipasi dengan fungisida Dithane M-45, Manzate atau Pigone tiga kali seminggu serta memangkas tangkai bunga yang terserang agar tak menyebar ke tanaman lain.

Penyakit blendok disebabkan oleh jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang (Xyleborus affinis). Lubang mengeluarkan getah yg akan berubah warna menjadi coklat atau hitam. Pemberantasannya dengan memotong bagian yang sakit, lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux.

Adapula penyakit mangga yang disebabkan oleh jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu, buah busuk, daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. Pengendaliannya dengan menyemprotkan fungisida bubur bordeaux.

Bubuk buah mangga menyerang buah sampai tunas muda. Kulit buah kelihatan normal, bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. Pengendaliannya dengan memusnahkan buah hasil budidaya mangga yang jatuh akibat hama ini, menggunakan pupuk kandang halus, mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yg telah dicangkul.

Bisul daun (Procontarinia matteiana.) menyebabkan daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat, hijau dan kemerahan. Pengendaliannya melalui penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord, Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu, membakar daun yang terserang serta menggemburkan tanah di kebun budidaya mangga.

ika kebun budidaya mangga anda menunjukkan gejala serangan hama dan penyakit seperti disebut di atas, segera lakukan penanganan secepatnya. Foto: bensejuk.blogspot.com

Penyakit antraknose gejalanya antara lain terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendaliannya melalui pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.

Itulah sejumlah hama dan penyakit yang umum menyerang kebun budidaya mangga . Jika kebun budidaya mangga anda menunjukkan gejala serangan hama dan penyakit seperti disebut di atas, segera lakukan penanganan secepatnya. Apabila belum ada perubahan dan serangan hama dan penyakit di kebun budidaya mangga terus berlanjut dan semakin parah segera hubungi ahli atau penyuluh dari dinas pertanian dan atau perkebunan setempat (dari berbagai sumber).