Budidaya Jamur Alternatif Usaha Yang Menggiurkan

August 20, 2014 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya jamur sejak lama dikenal di Asia. Foto di atas adalah berbagai jenis jamur yang tumbuh di Asia. (Asian_mushrooms_en.wikipedia.org)

Budidaya jamur kini menjadi alternatif usaha yang menggiurkan para pembudidaya. Budidaya jamur kini banyak dipilih oleh entrepreneur dari berbagai kalangan. Usaha budidaya jamur yang semakin menjamur membuktikan bahwa jamur sebagai sumber bahan pangan yang memiliki banyak penggemar.

Tanaman jamur dapat diolah menjadi berbagai macam masakan. Kreasi mengolah jamur menjadi makanan yang enak, praktis dan sehat telah berkembang sedemikian hebat turut memotivasi banyak orang untuk menekuni budidaya jamur.

Peluang Budidaya Jamur Terbuka Lebar

Budidaya jamur di Indonesia sangat terbuka lebar, pasarnya sangat luas. Menurut MAJI (Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia), dari tahun ke tahun minat masyarakat Indonesia mengkonsumsi jamur terus meningkat. Sementara, produksi jamur dalam negeri belum mampu mengimbangi. Pelaku budidaya jamur yang semakin bertambah banyak ternyata masih kewalahan meladeni permintaan jamur yang kian besar.

Para pakar menyatakan di berbagai belahan dunia ini ada lebih dari 70.000 jenis jamur. Tentu saja tidak semua jamur yang terdata dapat dimanfaatkan oleh manusia, diantaranya terdapat pula jamur beracun yang berbahaya bagi manusia. Oleh karenanya, jika tak dapat membedakan jamur beracun dengan jamur yang dapat dikonsumsi, jangan coba-coba sembarangan memakan jamur liar yang tumbuh di alam bebas. Kesimpulannya, daripada mengkonsumsi jamur yang berisiko bagi kesehatan lebih aman membeli dari pedagang yang menjual hasil budidaya jamur.

Pelaku budidaya jamur tak bisa sembarangan membudidayakan jamur. Jack O’lantern, jamur cantik nan eksotis yang beracun tentu saja tak dapat dikonsumsi (www.charlestondailymail.com)

Diantara sekian puluh ribu jamur yang bermanfaat tersebut, tak lebih dari 50 jenis yang telah dapat dipilih untuk usaha budidaya jamur. Jamur pangan atau jamur konsumsi dibudidayakan manusia karena bisa dijadikan dijadikan bahan makanan, enak, dan berkhasiat bagi kesehatan.

Pelaku usaha budidaya jamur dapat memilih membudidayakan jamur konsumsi seperti jamur kancing (Agaricus bisporus) atau champignon, jamur tiram (Pleurotus ostreatus) atau shimeji dan dikenal pula dengan nama populer oyster mushroom. Kemudian, ada jamur merang (Volvariella volvaceae), jamur shiitake (Lentinus edodes), serta jamur Enokitake (Flammulina velutipes) dikenal juga sebagai jamur musim dingin (winter mushroom).

Selain itu, pelaku budidaya jamur dapat pula memilih jamur kuping, yang terdiri dari jamur kuping putih (Tremella fuciformis), jamur kuping hitam (Auricularia polytricha) dan jamur kuping merah (Auricularia auricula-judae). Selanjutnya, ada jamur maitake (Grifola frondosa), jamur matsutake (Tricholoma matsutake (S.Ito et Imai) Sing.), jamur truffle (Tuber magnatum, Tuber aestivum, Tuber melanosporum, dan Tuber brumale), dan jamur ling zhi (Ganoderma lucidum) yang dapat dipilih untuk budidaya jamur.

Dari sekian banyak jamur konsumsi tersebut, sekitar 38% jamur yang dibudidayakan di dunia adalah jenis jamur kancing atau champignon, 25% nya adalah jamur tiram. Jamur merang menduduki peringkat ketiga jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia dengan 16%, dan jamur shiitake dengan 10%.

Belajar Budidaya Jamur

Nah, untuk selanjutnya Anda dapat memutuskan budidaya jamur jenis apa yang akan dijalani, Anda perlu mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung budidaya yang meliputi lokasi dan bangunan rumah jamur, bibit jamur, media tanam atau baglog jamur, serta perlengkapan pemeliharaan dan perawatan jamur.

Demi mendapatkan hasil yang optimal, diperlukan pemeliharaan dan perawatan harian yang dilakukan secara intensif. Hal yang perlu dijaga adalah suhu dan kelembaban di dalam rumah jamur. Budidaya jamur yang ideal berada di ketinggian 400 hingga 800 m dpl namun tak menutup kemungkinan juga dibudidayakan di dataran rendah dengan memperhatikan letak bangunan rumah jamur yang teduh dengan atap tinggi untuk menjaga sirkulasi udara.

Untuk menjaga kestabilan suhu dan kelembaban rumah jamur, lakukan penyiraman air hingga jamur siap panen. Penyiraman dilakukan ke seluruh bagian, meliputi lantai, dinding kumbung, sampai ke baglog jamur.

Perlu diperhatikan pula hama dan penyakit yang biasa menganggu budidaya jamur seperti lalat, tikus, cacing, serangga tanah, semut, rayap, serta kutu. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tumbuhan jamur antara lain seperti Peniciilium sp, Rhizopus sp, Aspergillus sp. Untuk meminimalisir serangan hama dan penyakit ini, lakukan sterilisasi terhadap perlengkapan dan segala hal terkait rumah jamur.

Supaya budidaya jamur optimal, pemeliharaan rumah jamur harus diperhatikan. (www.karyapetanijamur.wordpress.com)

Jamur tiram atau oyster salah satu pilihan dalam budidaya jamur (www.karyapetanijamur.wordpress.com)

Selanjutnya, tahapan akhir dalam budidaya jamur adalah proses pemanenan. Pemanenan jamur dilaksanakan saat pertumbuhan telah maksimal dimana setiap jenis jamur waktunya berbeda. Jamur tiram bisa dipanen 4-8 kali, panen jamur kuping paling tepat dilakukan jika jamur berumur 3-4 minggu, jamur merang dipanen setelah 8-10 hari dari penanaman bibit, jamur shitake dipanen setelah tudung membuka sekitar 60-70% dan dilakukan pada pagi hari (pukul 10.00) dan sore hari (pada pukul 17.00), jamur kancing (champignon) dipanen setelah 12-17 hari, serta jamur lingzhi dipanen 3-4 bulan setelah miselium tumbuh penuh.

Dari segi permodalan, budidaya jamur tak terlalu butuh banyak modal. Hanya pembuatan rumah jamur yang cukup menelan biaya. Hal ini bisa disiasati dengan menggunakan bahan yang murah yang terdapat di sekitar kita. Dengan modal 1000 baglog jamur tiram seharga Rp 3.500,00, dengan masa pemeliharaan 3 bulan, dapat diperoleh pemasukan sebesar RP 9.000.000,00. Angka ini diperoleh dari perkiraan produksi jamur sebanyak 450 kilogram dari 900 baglog yang tumbuh serta harga jual Rp 20.000,00 per kilogram.

Benar kan, budidaya jamur alternatif usaha yang menggiurkan! ***