Budidaya Ikan Koi Budidaya Ikan Hoki

January 29, 2015 - Uncategorized

Budidaya ikan koi (Cyprinus caprio) menjanjikan peluang bisnis yang sangat luas. Budidaya ikan koi jadi pilihan karena ikan koi merupakan ikan hias berharga mahal dan diburu penggemar ikan hias. Budidaya ikan koi dipilih bukan saja karena faktor ekonomis, melainkan juga karena faktor estetis yang menawarkan seni juga mitos yang berhubungan dengan keberuntungan dan rezeki. Ini yang menjadikan budidaya ikan koi semakin menarik untuk dipelajari.

Sejarah budidaya ikan koi bermula dari negeri sakura Jepang. Budidaya ikan koi bermula dari didatangkannya ikan mas ke Jepang dari daratan Cina pada kisaran abad ke-17. Awalnya budidaya ikan koi ditujukan untuk pemenuhan sumber pangan. Hasil budidaya ikan koi yang berasal dari persilangan berbagai jenis ikan mas ternyata melahirkan varietas baru yang memiliki kulit dan penampilan fisik yang menarik dan indah. Petani budidaya ikan koi di Jepang kemudian memelihara ikan koi di kolam di dekat sawah dan kebun sebagai hiburan saat melepas lelah. Hal inilah yang kemudian mendorong budidaya ikan koi lebih kepada upaya budidaya ikan hias.

Sejarah budidaya ikan koi bermula dari negeri sakura Jepang (Foto: www.koibito-china.com)

Perkembangan Budidaya Ikan Koi

Perkembangan budidaya ikan koi sebagai ikan hias dimulai sekitar tahun 1820-an. Budidaya ikan koi pada masa Bunka dan Bunsei (1804-1829) menghasilkan ikan koi pipi merah. Budidaya ikan koi pada masa itu juga menghasilkan koi putih dengan perut merah yang merupakan hasil persilangan dari koi putih dengan koi pipi merah.

Budidaya ikan koi pada era Tenpo (1830-1843) menghasilkan koi putih dengan tanda merah di dahi, tanda merah dipipi dan koi dengan bibir merah. Budidaya ikan koi pada era Meiji (1868-1912) membiakkan ikan mas asal Jerman dengan nishikigoi yang menghasilkan jenis doitsu. Hasil budidaya ikan koi mulai dipamerkan di Tokyo tahun 1915 pada era Taisho (1912-1926).

Dapat disimpulkan bahwa hasil perkembangan budidaya ikan koi di Jepang pada masa awal adalah Kohaku, ikan koi dengan tubuh putih dan pola merah. Kemudian pada awal 1900-an, tanda hitam diperkenalkan dan dipersilangkan untuk menciptakan Sanke atau Sanshoku. Selanjutnya, pada 1927 muncul Showa, ikan koi hitam dengan tanda merah dan putih. Budidaya ikan koi menghasilkan Ogon atau koi logam kuning pada 1946. Selanjutnya, pengembangan budidaya ikan koi mengalami kemajuan pesat.

Budidaya ikan koi tak hanya menjadi hobi yang memiliki banyak penggemar di seluruh dunia tetapi juga menjadi bisnis potensial yang telah menelurkan banyak ikan koi jenis baru. Mitos yang dihembuskan mengenai ikan koi sebagai pembawa keberuntungan dan pembuka pintu rezeki makin menyuburkan budidaya ikan koi. Banyak pula jutawan yang lahir berkat budidaya ikan koi. Karenanya budidaya ikan koi disebut pula budidaya ikan hoki.

Budidaya ikan koi berkembang pesat dengan dihasilkannya banyak jenis baru (Foto: www.panoramio.com)

Budidaya ikan koi memiliki banyak penggemar di seluruh dunia telah menjadi bisnis besar (Foto: designyoutrust.com)

Budidaya Ikan Koi di Indonesia

Budidaya ikan koi di Indonesia berawal di tahun 1960-an ketika Presiden Soekarno memberikan ikan koi yang didapatnya dari pemimpin Cina kepada pembudidaya ikan di Batu, Jawa Timur. Walau budidaya ikan koi lokal masih dipandang sebelah mata, namun budidaya ikan koi telah berkembang baik di Indonesia. Hasil budidaya ikan koi Indonesia terus mengalami peningkatan kualitas. Budidaya ikan koi sebetulnya tak jauh berbeda dengan budidaya ikan mas. Hanya saja, kendala kecil yang dihadapi oleh pelaku budidaya ikan koi di tanah air adalah persoalan bibit ikan koi yang berkualitas.

Langkah pertama budidaya ikan koi adalah pemilihan indukan yang tepat. Calon indukan untuk budidaya ikan koi yang memiliki kualitas genetis yang baik, antara lain berumur lebih dari dua tahun, sehat, gerakannya gesit, tidak banyak diam di kolam, bentuk tubuh ideal, warna cemerlang dan kontras, serta memiliki jenis yang sama atau mendekati, misalnya kohaku dengan kohaku. Calon indukan jantan dan betina sebaiknya dipelihara tersendiri, masing-masing di kolam khusus yang berbeda.

Langkah pertama budidaya ikan koi adalah pemilihan indukan yang tepat.
(Foto: galleryhip.com)

Proses pemijahan dalam budidaya ikan koi sebaiknya dilakukan di kolam yang terbuat dari semen dan permukaannya diplester demi menjaga kerusakan pada sisik ikan akibat gesekan saat proses pemijahan. Sediakan kakaban yang terbuat dari ijuk di dalam kolam budidaya ikan koi sebagai media tempat ikan koi menempelkan telurnya. Pada proses pemijahan pada budidaya ikan koi, masukkan indukan betina terlebih dahulu agar dapat beradaptasi di kolam pemijahan. Setelah dua hingga tiga jam kemudian barulah indukan jantan dimasukkan. Pemijahan berlangsung sekitar pukul 11 malam hingga dini hari sebelum matahari terbit. Setelah pemijahan, angkat indukan koi agar mereka tak memakan telur-telur yang akan ditetaskan.

Setelah pemijahan berhasil, telur akan menetas dalam tempo 48 jam pada suhu air antara 27 hingga 30 derajat celcius. Larva yang menetas memiliki persediaan makan untuk 3 hingga 5 hari, setelahnya berikan kutu air (daphnia dan moina) sebagai pakan. Jika tidak ada pakan alami, berikan kuning telur yang telah direbus sebagai pakan koi kecil. Perhatikan kebersihan kolam, sisa kuning telur yang tak termakan harus segera dibersihkan. Pemberian pakan jenis ini berlangsung selama 3 minggu.

Selanjutnya, budidaya ikan koi masuk dalam tahap pendederan. Tahapan budidaya ikan koi ini berlangsung hingga 3 bulan saat ikan koi telah mencapai panjang 15 sentimeter. Pakan yang digunakan pada kolam budidaya ikan koi fase pendederan ini adalah pellet berukuran 250 mikron. Satu ons pelet cukup untuk 1000 ekor ikan koi yang diberikan dua kali sehari. Setelah ikan koi lebih besar ganti dengan pelet kasar. Sesekali pada kolam budidaya ikan koi dapat ditaburkan cacing sutera atau udang artemia guna membentuk warna ikan koi supaya lebih cemerlang.

Penyortiran dalam budidaya ikan koi berguna untuk memperoleh ikan koi dengan harga yang tinggi (Foto: www.koitotheworld.com)

Tahap akhir dari budidaya ikan koi adalah fase penyortiran. Hal ini dilakukan untuk menentukan harga. Sebetulnya, penyortiran dalam budidaya ikan koi ini sudah dapat dilaksanakan pada usia satu bulan. Dalam budidaya ikan koi, penyortiran dibedakan pada ukuran badan, bentuk, dan kualitas warna. Ikan koi yang memiliki harga tertinggi adalah ikan koi yang memiliki bentuk badan yang proporsional, tak terlalu panjang, membulat seperti peluru, memiliki sirip yang simetris, gerakannya tenang namun meyakinkan, serta memiliki warna kontras tanpa gradasi pada batas-batas warnanya. Budidaya ikan koi ini cukup menarik, kan? ***