Ayo Coba Manisnya Budidaya Cabe

April 26, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya cabe termasuk budidaya tanaman yang tertua di dunia. Cabe telah digunakan sebagai bumbu masakan sejak lebih dari 6.000 tahun lalu. Hal ini didasarkan pada penelitian arkeolog yang meneliti kebudayaan indian kuno di Ekuador Barat Daya, tak jauh dari perbatasan Peru yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Inca. Para arkeolog menemukan serpihan cabe pada peralatan masak yang mereka gunakan. Diperkirakan masyarakat indian kuno telah membudidayakan cabe pada masa tersebut dan menyebarkannya ke seluruh daratan Amerika.

Budidaya cabe termasuk budidaya tanaman yang tertua di dunia. Cabe telah digunakan sebagai bumbu masakan sejak lebih dari 6.000 tahun lalu. Foto: caraberkebun.com

Budidaya cabe dikenal oleh masyarakat Eropa berkat Chrstopher Columbus yang berhasil menjejakkan kaki ke benua Amerika pada tahun 1490. Kepulangan Columbus ke Spanyol pada 1493 membawa pula tanaman pedas yang disebutnya paprika merah. Cabe pun mendapat penerimaan yang baik di kalangan masyarakat Eropa, khususnya di kawasan Eropa Tenggara. Dari sana budidaya cabe berkembang dan disebarkan oleh bangsa Spanyol dan Portugis ke koloni, mitra dagang dan daerah yang menjadi jalur perdagangan mereka di belahan dunia lain, seperti China, India, Jepang, Korea, Filipina, Malaka, hingga ke nusantara yang dikenal sebagai daerah penghasil rempah

Ada sejumlah versi mengenai sejarah budidaya cabe di tanah air. Ada yang meyakini budidaya cabe diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Namun, catatan lain mengatakan Portugis lah yang pertama kali mengenalkan budidaya cabe pada abad 16 saat membuka kerjasama perdagangan dengan penguasa Sunda. Terlepas dari mana yang paling tepat, saat ini budidaya cabe berkembang ke seluruh wilayah nusantara. Cabe pun menjadi bumbu masakan yang hadir dalam banyak masakan khas nusantara.

Sekelumit Tentang Budidaya Cabe

Budidaya cabe adalah salah satu dari sekian banyak usaha di bidang pertanian yang berpotensi menghasilkan keuntungan yang relatif besar. Foto: disperindag.depok.go.id

Budidaya cabe adalah salah satu dari sekian banyak usaha di bidang pertanian yang berpotensi menghasilkan keuntungan yang relatif besar. Cabe merupakan bumbu penting dan utama dalam banyak masakan dan dianggap sebagai kebutuhan pokok. Bahkan, pada saat-saat tertentu seperti di bulan ramadan dan menjelang hari raya harga cabe meroket hingga berkali lipat.

Namun di lain waktu pelaku budidaya cabe juga dapat merugi akibat harga cabe yang anjlok demikian hebat, serangan hama penyakit, dan cuaca yang tidak bersahabat. Oleh karena itu, pelaku budidaya cabe harus pintar menyiasati kapan waktu terbaik menanam cabe dan bagaimana teknik penanamannya sehingga dapat tetap merasakan manisnya budidaya cabe.

Pada budidaya cabe di Indonesia setidaknya dikenal tiga macam cabe yang paling banyak dibudidayakan,  yakni cabe besar, cabe rawit dan cabe hibrida. Disamping itu terdapat beberapa jenis cabe hias yang tidak untuk dikonsumsi seperti jenis-jenis cabe hias.

Budidaya cabe besar (Capsium annum L) yang ada di Indonesia umumnya melahirkan tiga varietas utama yang sangat mudah ditemui, yakni cabe merah besar, cabe merah keriting, dan cabe hijau. Varian cabe hijau sendiri sebetulnya adalah cabe merah besar atau cabe merah keriting yang dipanen lebih dulu saat cabe masih berwarna hijau atau ketika cabe belum matang sempurna.

Budidaya cabe rawit (Capsium frutescens) dipilih karena keunggulan cabe ini dalam rasa yang lebih pedas dari cabe besar walau ukurannya jauh lebih kecil, yakni sekitar 2 hingga 4 centimeter. Ada yang mengatakan cabe rawit Indonesia merupakan cabe dengan rasa terpedas nomor empat di dunia. Keunggulan lain dari budidaya cabe rawit adalah varietas ini dapat berbuah sepanjang tahun, memiliki daya tahan terhadap berbagai kondisi cuasa, serta dapat tumbuh maksimal baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Cabe rawit memiliki warna yang cukup beragam seperti hijau, kuning, oranye, dan tentu saja merah.

Budidaya cabe hibrida merupakan hasil dari teknologi di bidang pertanian. Cabe gibrida adalah cabe yang dihasilkan dari proses seleksi dan persilangan dari berbagai varian cabe yang telah ada. Budidaya cabe hibrida umumnya dikembangkan karena memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam hal produktivitas.

Risiko dan Hasil Budidaya Cabe

Risiko yang harus diketahui oleh pelaku budidaya cabe selain harga cabe yang sangat fluktuatif adalah serangan hama dan penyakit. Umumnya hama dan penyakit yang berpotensi menganggu budidaya cabe adalah semua hama yang menyerang tanaman terung-terungan yang dapat menurunkan produktivitas bahkan yang terburuk dapat mengakibatkan gagal panen.

Pada budidaya cabe hama tersebut antara lain adalah tungau, kutu daun, ulat, lalat buah, trips dan lain-lain. Sementara penyakit yang sering menganggu budidaya cabe antara lain disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur seperti penyakit bercak daun, busuk batang dan busuk kuncup tanaman cabe, layu, bule atau virus kuning, keriting daun atau mosaik, dan patek atau antraknosa.

Pengendalian hama dan penyakit pada budidaya cabe dapat dilakukan dengan pencegahan sejak dini seperti dengan pemilihan benih cabe yang berkualitas, penyiangan rumput dan gulma di lahan budidaya cabe, membersihkan daun, batang, akar, serta mencabut tanaman cabe yang telah terkena hama dan penyakit sebelum menular ke tanaman yang lain atau memusnahkan serangga yang menyerang tanaman cabe, dan penyemprotan herbisida dan fungisida.

Pada budidaya cabe pemanenan perdana telah dapat dilakukan saat tanaman cabe berusia 60 hingga 65 hari. Selanjutnya pemanenan kedua padn seterusnya dapat dilakukan dua kali dalam seminggu. Pemanenan dalam budidaya cabe dapat dilakukan pada buah yang hampir matang tetapi belum matang benar, masih ada garis hijau pada buah.

Pemanenan pada budidaya cabe dilakukan pada pagi hari setelah embun mengering dan selanjutnya penyortiran dilakukan langsung di lahan. Sementara untuk penyimpanan hasil budidaya cabe dapat dipilih tempat yang teduh namun tak tidak lembab agar tak cepat membusuk. Ayo segera coba budidaya cabe dan rasakan manisnya keuntungan saat panen nanti.