Tips Sukses Budidaya Cacing Sutra

September 15, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Keberhasilan budidaya cacing sutra ditentukan oleh ketepatan langkah yang dilakukan oleh peternak. Ada sejumlah hal yang harus dilakukan dalam budidaya cacing sutra guna menunjang kesuksesan usaha.

Budidaya cacing sutra boleh dibilang termasuk usaha yang minim modal. Tak seperti usaha budidaya peternakan yang memerlukan biaya pakan yang besar, pelaku budidaya cacing sutra tak perlu dipusingkan akan persoalan ini. Bahan pakan budidaya cacing sutra adalah bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan. Pakan tersebut dapat dibuat sendiri dan akan dijelaskan pada bagian selanjutnya dari tulisan ini.

Demikian pula halnya dengan bibit yang mudah didapat dengan harga yang terjangkau bahkan gratis. Bibit budidaya cacing sutra bisa didapat dari toko ikan hias atau diambil langsung dari habitatnya di alam. Sebelum dibudidayakan ada baiknya bibit cacing sutra dikarantina selama beberapa hari sebelum dibudidayakan karena dikhawatirkan membawa bakteri patogen.

Keberhasilan budidaya cacing sutra ditentukan oleh ketepatan langkah yang dilakukan oleh peternak. Foto: www.sipendik.com

Persiapan Budidaya Cacing Sutra

Sembari bibit budidaya cacing sutra dikarantina, persiapkan media budidaya cacing sutra. Media perkembangan dibuat sebagai kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap tiap kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm.

Untuk pemupukan cacing sutra agar pertumbuhannya maksimal lakukan pemupukan di lahan budidaya cacing sutra dengan menggunakan dedak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/ M2. Cara pembuatan pupuk adalah dengan menjemur bahan selama 6 jam. Kemudian, siapkan bakteri EM4 untuk fermentasi kotoran ayam tersebut yang dapat dibeli di toko petanian atau toko peternakan atau balai peternakan.

Untuk pemupukan cacing sutra agar pertumbuhannya maksimal lakukan pemupukan di lahan budidaya dengan menggunakan dedak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/ M2. Foto: www.jitunews.com

Selanjutnya aktifkan atau kembangkan bakterinya dengan menggunakan ¼ sendok makan gula pasir ditambah 4ml EM4 dan diaduk di dalam 300ml air, lalu diamkan kuranglebih 2 jam. Kemudian, campur cairan ke 10kg kotoran ayam yang sudah dijemur dan aduk hingga rata. Selanjutnya masukkan ke wadah yang tertutup rapat selama 5 hari. Fermentasi bahan-bahan ini dilakukan untuk meningkatkan kandungan N-organik dan C-organik pada pupuk.

Selanjutnya, lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3 hingga 4 hari dan ketika nantinya bibit budidaya cacing sutra ditebar, lakukan sembari dialiri air dengan debit 2 hingga 5 liter per detik.

Pedoman Singkat Budidaya Cacing Sutra

Budidaya cacing sutra bisa saja dilakukan oleh siapa saja karena boleh dibilang budidaya cacing sutra terbilang mudah. Namun agar usaha budidaya cacing ini menghasilkan produk yang bermutu dan bagus sehingga jauh dari hama maupun penyakit, dan bebas bakteri patogen perlu dilakukan langkah-langkah yang tepat. Berikut cara budidaya cacing sutra:

1. Siapkan kolam budidaya cacing sutra baik berupa kolam tanah/terpal berukuran 8 x 1,5m dengan kedalaman 30 cm.
2. Dasar kolam uji coba ini hanya diisi dengan sedikit lumpur (gunakan lumpur bebas limbah kimia).
3. Apabila matahari cukup terik, jemur kolam budidaya cacing sutra minimum sehari. Bersamaan dengan itu, kolam dibersihkan dari rumput atau hewan lain yang berpotensi menjadi hama bagi cacing sutra, seperti keong mas atau kijing.
4. Pipa Air Keluar (Pipa Pengeluaran/Outlet)dicek kekuatannya dan pastikan berfungsi dengan baik.Pipa Pengeluaran ini sebaiknya terbuat dari bahan paralon berdiameter 2 inci dengan panjangsekitar 15 cm.
5. Usai pengeringan dan penjemuran, usahakan kondisi dasar kolam budidaya cacing sutra bebas dari bebatuan danbenda-benda keras lainnya. Hendaknya konstruksi tanah dasar kolam relatif datar atau tidak bergelombang.
6. Dasar kolam diisi dengan lumpur halus yang berasal dari saluran atau kolam yang dianggap banyak mengandung bahan organik hingga ketebalan dasar lumpur mencapai 10 cm.
7. Tanah dasar yang sudah ditambahi lumpur diratakan, sehingga benar-benar terlihat rata dan tidak terdapat lumpur yang keras.
8. Untuk memastikannya, gunakan aliran air sebagai pengukur kedataran permukaan lumpur tersebut. Jika kondisinya benar-benar rata, berarti kedalaman air akan terlihat sama di semua bagian.
9. Di kolam budidaya cacing suta masukkan kotoran ayam kering sebanyak tiga karung ukuran kemasan pakan ikan, kemudian sebar secara merata dan selanjutnya bisa diaduk-aduk dengan kaki.
10. Setelah dianggap datar, genangi kolam budidaya cacing sutra hingga kedalaman air maksimum 5 cm, sesuaipanjang pipa pembuangan.
11. Pasang atap peneduh untuk mencegah tumbuhnya lumut di kolam budidaya cacing sutra.
12. Kolam budidaya cacing sutra yang sudah tergenang air tersebut dibiarkan selama satu minggu agar gas yang dihasilkan dari kotoran ayam hilang. Cirinya, media sudah tidak beraroma busuk lagi.
13. Tebarkan 0,5 liter gumpalan cacing sutra dengan cara menyiramnya terlebih dahulu di dalambaskom agar gumpalannya buyar.
14. Cacing sutra yang sudah terurai ini kemudian ditebarkan di kolam budidaya ke seluruh permukaan kolam secara merata.
15. Seterusnya atur aliran air di dalam kolam budidaya cacing sutra dengan pipa paralon berukuran 2/3 inci.

Agar usaha budidaya cacing ini menghasilkan produk yang bermutu dan bagus sehingga jauh dari hama maupun penyakit, dan bebas bakteri patogen perlu dilakukan langkah-langkah yang tepat..Foto: www.jitunews.com

Jika budidaya cacing sutra mampu dilakukan dengan baik, pemanenan cacing sutera dilakukan setelah beberapa minggu dan berturut-turut bisa dipanen setiap dua minggu sekali. Cara pemanenan dengan menggunakan serok halus/lembut. Cacing sutera masih bercampur dengan media budidaya dimasukkan kedalam ember atau bak yang diisi air, kira –kira 1 cm diatas media. Ember ditutup hingga bagian dalam menjadi gelap dan dibiarkan selama enam jam.

Cacing menggerombol diatas media diambil dengan tangan. Dengan cara ini didapat cacing sutera sebanyak 30 – 50 gram/m2 per dua minggu. Untuk mendapatkan cacing rambut yang cukup dan berkesinambungan, panjang parit perlu dirancang sesuai dengan keperluan setiap harinya. Demikian informasi singkat mengenai seluk beluk dan langkah-langkah budidaya cacing sutra , semoga bermanfaat (dari berbagai sumber).