Tanaman budidaya talas dapat tumbuh diberbagai jenis tanah dengan berbagai kondisi lahan baik lahan becek (talas bogor) maupun lahan kering. Foto: luirig.altervista.org

Tips Pengelolaan Lahan dan Pembibitan Pada Budidaya Talas

September 18, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Tanaman budidaya talas tidak menuntut syarat tumbuh yang khusus. Tanaman budidaya talas dapat tumbuh diberbagai jenis tanah dengan berbagai kondisi lahan baik lahan becek (talas bogor) maupun lahan kering.

Tanah yang memiliki kandungan humus dan air yang cukup dengan pH antara 5,5 hingga 5,6 sangat cocok untuk budidaya talas. Tanaman budidaya talas dapat tumbuh pada ketinggian optimal antara 250 1.100 meter dpl.

Budidaya talas juga dapat dilakukan di daerah dengan berbagai kondisi curah hujan, namun pertumbuhan tanaman budidaya talas akan lebih baik lagi apabila ditanam pada tempat-tempat yang hampir selalu dalam keadaan lembab dengan curah hujan rata-rata 1.000 mm per tahun.

Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman budidaya talas adalah antara 21 hingga 27 0 C. Dalam budidya talas terdapat hal yang sangat penting untuk diperhatikan yaitu bahwa tanaman ini harus mendapat penyinaran matahari secara penuh selama pertumbuhannya.

Oleh karena itu budidaya talas sebaiknya dilakukan di tempat yang terbuka karena jika ditanam pada tempat yang terlindung dimana tidak mendapat penyinaran matahari, maka tanaman budidaya talas tidak akan tumbuh dengan baik dan produksinya tidak akan mencapai tingkatan optimal.

Penyinaran matahari secara penuh minimum 11 jam per hari adalah sangat baik untuk pertumbuhan tanaman budidaya talas.

Pengolahan Lahan Budidaya Talas

Pada budidaya talas , pengolahan lahannya sama seperti pengolahan tanah pada palawija lainnya yaitu tanah dibajak atau dicangkul sampai gembur, dibersihkan dari sisa-sisa tanaman maupun rumput.

Selanjutnya di lahan budidaya talas dibuat bedeng dengan lebar 120 150 cm dan panjang sesuai dengan keadaan di lapangan, tinggi bedeng 25 30 cm dan jarak antar bedeng 30 50 cm sekaligus berfungsi sebagai saluran pemasukan maupun pengeluaran air.

Tanaman budidaya talas bogor dapat diusahakan/ditanam di lahan sawah pada musim kemarau, di pekarangan, tegalan serta di pematang-pematang sawah/ galengan, di pinggir kolam, tepi selokan dan lain-lain.

Jika penanaman dilakukan di lahan sawah, pekarangan atau tegalan, maka lahan budidaya talas perlu diolah terlebih dahulu sebaik mungkin dengan cara membajak atau mencangkul.

Selanjutnya tanah di lahan budidaya talas dihaluskan lagi dengan pencangkulan kedua yang dilakukan sambil membuat saluran pembuangan air sepanjang tepi lahan/petakan dan dengan memotong bagian tengah lahan guna memudahkan pembuangan air yang berlebihan agar kondisi lahan tetap kering.

Tanaman budidaya talas dapat tumbuh diberbagai jenis tanah dengan berbagai kondisi lahan baik lahan becek (talas bogor) maupun lahan kering. Foto: luirig.altervista.org

Tanaman budidaya talas dapat tumbuh diberbagai jenis tanah dengan berbagai kondisi lahan baik lahan becek (talas bogor) maupun lahan kering. Foto: luirig.altervista.org

Pembibitan Tanaman Budidaya Talas

Pada budidaya talas , perbanyakan yang umum dilakukan petani adalah secara vegetatif yaitu dengan menggunakan bibit yang berasal dari anakananakan yang tumbuh di sekitar umbi pokok.

Perbanyakan secara vegetatif pada budidaya talas juga dapat dilakukan dengan menggunakan sulur atau dengan menggunakan pangkal umbi yang berada di bawah pelepah daun dengan cara mengikutsertakan sebagian tangkai daunnya.

Apabila bibit tanaman budidaya talas yang akan digunakan berasal dari anakan atau sulur maka setelah anakan/sulur tersebut dipisahkan dari umbi induknya jangan langsung ditanam, tetapi ditanam di persemaian terlebih dahulu dengan jarak tanam yang agak rapat.

Kemudian bibit tanaman budidaya talas pada persemaian dirawat seperlunya sampai umbinya mulai terbentuk. Jika bibit dipersemaian akan dipindahkan, maka bibit tersebut digali dan sebagian akarnya dibuang, daunnya dipotong kecuali daun termuda yang masih kuncup.

Bagian bawah umbi dipotong dengan menyisakan bagian umbinya yang berada dipangkal batang berikut akarakarnya. Umbi yang baik untuk digunakan sebagai bibit adalah yang berukuran besar dengan diameter + 6,5 cm karena umbi yang berukuran besar seperti itu akan lebih cepat tumbuh dan tanaman akan menghasilkan umbi, daun maupun anakan yang lebih banyak dan lebih besar.

Selain itu, perbanyakan tanaman budidaya talas juga dapat dengan menggunakan umbi yang dipotong-potong menjadi bagian yang tipis-tipis dengan ukuran berat masingmasing irisan 75 150 gram dan setiap irisan umbi tersebut minimum terdapat satu mata tunas.

Irisan umbi tanaman budidaya talas tersebut biasanya tidak langsung ditanam sebab irisan bagian dalam (daging umbi) masih basah sehingga kemungkinan busuk sangat besar apabila langsung ditanam. Untuk menghindari hal tersebut maka setelah umbi dipotong-potong diangin-anginkan agar bagian dalam dari irisan menjadi kering.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melapisi bagian dalam irisan dengan abu. Sebaiknya bibit tanaman budidaya talas yang mengalami proses tersebut tidak langsung ditanam tetapi disemaikan terlebih dahulu pada media pasir atau tanah yang baik.

Pemindahan ke lahan budidaya talas untuk dilakukan penanaman adalah setelah bibit di persemaian berdaun 2 3 helai. Pertanaman yang bibitnya berasal dari persemaian biasanya pertumbuhannya lebih seragam sebab daya tumbuhnya umumnya sama.

Demikianlah tips memilih lahan, mengolah tanah, serta pembibitan pada budidaya talas semoga bermanfaat (dari berbagai sumber).