Penanganan panen dan pasca panen hasil budidaya talas harus dilakukan dengan benar untuk menjaga kualitas umbi budidaya talas yang dihasilkan. Foto: inprosula.org

Tips Penanganan Panen dan Pasca Panen Hasil Budidaya Talas

September 21, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya talas merupakan salah satu budidaya tanaman umbi-umbian yang tumbuh subur di seluruh wilayah Indonesia. Tanaman budidaya talas yang memiliki bentuk daun hati atau perisai ini tak hanya bisa hidup dengan baik di Indonesia, namun talas juga eksis di berbagai penjuru dunia.

Di Filipina tanaman budidaya talas dikenal dengan nama Abalong, di Brazil bernama Taioba,di India memiliki nama Arvi, di Jepang disebut Satoimo, di Spanyol memiliki nama Tayoba, dan di China talas terkenal dengan sebutan Yu-tao. Tanaman budidaya talas cukup digemari karena kaya akan karbohidrat dan vitamin.

Salah satu daerah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil talas yang populer adalah Bogor. Banyak orang yang menyebut talas Bogor adalah talas yang memiliki kualitas tinggi. Namun sebenarnya di Bogor sendiri banyak tumbuh berbagai macam jenis talas mulai dari talas sutera, ketan, dan bentul.

Hasil panen budidaya talas tak hanya digunakan sebagai salah satu bahan pangan, namun juga bisa digunakan sebagai obat dan pakan ternak. Itulah sebab mengapa tanaman yang satu ini disukai, karena semua bagiannya dapat bermanfaat.
Budidaya talas Bogor terbilang cukup menggiurkan. Produktifitas talas bisa mencapai 30 ton per hektar pada kondisi yang optimal. Perawatan budidaya talas juga terbilang tidak terlalu susah.

Tips Pemanenan Umbi Budidaya Talas

Tanaman budidaya talas mulai dapat dipanen setelah berumur antara 7 9 bulan yang ditandai dengan mengeringnya daun. Pemanenan umbi tanaman budidaya talas pada umumnya dilakukan dengan cara memangkas daun dan menyisakan pelapahnya sepanjang 30 cm.

Kemudian tanaman budidaya talas dibongkar dengan cara menggali tanah di sekitarnya. Pembongkaran tanah harus dilakukan secara hati-hati agar umbi tidak terluka, karena jika terluka dapat mempercepat kerusakan pada saat umbi dalam penyimpanan.

Penanganan panen dan pasca panen hasil budidaya talas harus dilakukan dengan benar untuk menjaga kualitas umbi budidaya talas yang dihasilkan. Foto: inprosula.org

Penanganan panen dan pasca panen hasil budidaya talas harus dilakukan dengan benar untuk menjaga kualitas umbi budidaya talas yang dihasilkan. Foto: inprosula.org

Pada tanaman budidaya talas belitung cara panen dilakukan tanpa membongkar pohonnya. Pemanenan tanaman budidaya talas belitung dilakukan dengan cara menggali tanah di sekitar tanaman dan melepaskan umbi anaknya dari induknya.
Kemudian tanaman ditimbun lagi untuk kembali tumbuh setelah 3 4 bulan dan panen pada tanaman budidaya talas belitung ini tidak bermusim.

Apabila karena sesuatu hal tanaman budidaya talas yang sudah saatnya dipanen ternyata belum dapat dipanen; maka panen dapat ditunda dengan cara membiarkan umbi tetap di pertanaman.

Namun seluruh pelepah daun tanaman yang belum akan dipanen dipotong. Tanaman budidaya talas yang dibiarkan di tempat seperti ini tanpa dibongkar tetapi hanya dipotong pelapah daunnya saja, dapat tahan sampai musim tanam berikutnya tanpa merusak umbi.

Cara penyimpanan dengan membiarkan umbi tetap berada di pertanaman seperti ini harus dilakukan secara hati-hati dan dengan penuh perhitungan karena apabila terlalu lama umbi disimpan, maka umbi tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman baru sehingga kualitasnya akan menurun baik kandungan gizinya maupun rasa umbinya.

Hasil rata-rata per hektar dari pemanenan hasil budidaya talas bogor saat tanaman berumur antara 68 bulan mencapai sekitar 57 ton umbi basah.

Sedangkan jika panen budidaya talas dilakukan ketikan tanaman berumur antara 9 hingga 10 bulan hasilnya dapat mencapai 810 ton umbi basah, sedangkan Sente dan Kimpul dengan umur panen antara 4 5 bulan hasil yang diperoleh adalah antara 4 5 ton umbi basah per hektar.

Penyimpanan Hasil Panen Budidaya Talas

Umbi tanaman budidaya talas yang sudah dipanen mudah rusak, olehkarenannya talas yang sudah terlanjur dipanen tidak bisa bertahan lama tanpa pengolahan. Bila umbi tanaman budidaya talas ingin disimpan selama beberapa waktu lamanya kita harus menjaganya dari kerusakan mekanis dan diusahakan ruang penyimpanan tetap kering. Di Mesir umbi budidaya talas dapat disimpan selama 3,5 bulan pada suhu 7 derajat celcius.

Untuk umbi budidaya talas jenis kimpul, umbi dapat disimpan di dalam gudang sampai sekitar 2 bulan. Di pedesaan gudang penyimpanan hasil panen budidaya talas dapat berupa kolong lumbung atau kolong balai-balai di dapur.

Pada sekitar 6 minggu dalam penyimpanan umbi budidaya talas mulai bertunas, namun bila suhu cukup tinggi tunas-tunas ini akan mati.

Dalam penyimpanan, umbi kimpul akan mengalami susut berat. Makin rendah suhu, makin kecil susutnya. Pada suhu rendah, umbi dapat bertahan selama 9 minggu dalam penyimpanan.

Demikian seputar pemanenan dan penyimpanan hasil panen budidaya talas semoga bermanfaat (dari berbagai sumber).