Budidaya bawang putih cukup mudah dilaksanakan. Adapun tahapan yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan tanaman budidaya bawang putih, yakni persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemulsaan, pengairan, pemeliharaan, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Foto:rodalesorganiclife.com

Tips Pemeliharaan Tanaman Budidaya Bawang Putih

October 6, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya bawang putih diminati karena harga jualnya yang relatif stabil. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, hasil budidaya bawang putih juga merupakan komoditas potensial untuk pasar impor.

Budidaya bawang putih dapat ditekuni karena saat ini petani budidaya bawang putih masih terbatas. Belum banyaknya petani yang berminat dalam budidaya bawang putih tersebut, disebabkan keterbatasan varietas bawang putih itu sendiri.

Saat ini, varietas budidaya bawang putih yang tersedia di Indonesia hanya cocok untuk ditanam di dataran tinggi, yakni di lahan yang terletak pada ketinggian 800 meter di atas permukaan air laut. Padahal cukup banyak varietas budidaya bawang putih yang dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.

Budidaya bawang putih cukup mudah dilaksanakan. Adapun tahapan yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan tanaman budidaya bawang putih, yakni persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemulsaan, pengairan, pemeliharaan, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Persiapan lahan Budidaya Bawang Putih

Pada budidaya bawang putih jenis tanah yang disukai adalah tipe tanah bertekstur lempung berpasir dan struktur tanah gembur dengan pH 5,5-7. Di atas tanah seperti inilah budidaya bawang putih dapat dilaksanakan.

Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa lahan budidaya bawang putih dipersiapkan terlebih dahulu dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang ada di dalam atau di atas permukaan tanah lewat pembajakan sedalam 20-30 cm.
Pembajakan di lahan budidaya bawang putih dilakukan dengan intensitas sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu.

Selanjutnya dibuat bedengan di lahan budidaya bawang putih selebar 60-150 cm dan tinggi 20-50 cm.
Sedang untuk panjang bedengan disesuaikan dengan luasnya lahan budidaya bawang putih. Tidak lupa dibuatkan parit di antara bedengan untuk irigasi dengan lebar 30-40 cm. Kedalaman parit itu sendiri tergantung dari keadaan musim. Pada musim hujan misalnya, harus dibuatkan parit yang lebih dalam.

Penanaman di Lahan Budidaya Bawang Putih

Dalam proses penanaman budidaya bawang putih, umbi bibit yang digunakan harus memiliki ukuran yang seragam. Umbi tanaman budidaya bawang putih tersebut ditanam dengan kedalaman 2-3 cm.

Untuk jarak penanaman di lahan budidaya bawang putih dapat disesuaikan dengan ukuran siung yang digunakan, misalnya jika bobot siung lebih berat dari 1,5 gram maka jarak tanamnya 20 cm X 20 cm, atau bila bobot siung lebih ringan dari 1,5 gram, maka jarak tanamnya 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 10 cm.

Untuk kebutuhan bibit budidaya bawang putih, di setiap satu hektar lahan dibutuhkan sekitar 1.600 kg jika berat siung bibit 3 gram, tapi jika berat siung bibit 1 gram maka dibutuhkan 670 kg.

Budidaya bawang putih cukup mudah dilaksanakan. Adapun tahapan yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan tanaman budidaya bawang putih, yakni persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemulsaan, pengairan, pemeliharaan, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Foto:rodalesorganiclife.com

Budidaya bawang putih cukup mudah dilaksanakan. Adapun tahapan yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan tanaman budidaya bawang putih, yakni persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemulsaan, pengairan, pemeliharaan, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Foto:rodalesorganiclife.com

Pemupukan Budidaya Bawang Putih

Pupuk yang digunakan untuk budidaya bawang putih terdiri atas pupuk organik dan pupuk non-organik. Untuk pupuk organik berupa pupuk kandang ayam dengan dosis 10-20 ton/ha atau pupuk kandang kambing dengan dosis 30 ton/ha.

Sementara dosis untuk pupuk non-organik, per hektarnya adalah 200 kg N, 180 kg P2O5, 60 kg K2O dan 142 kg S. Pupuk nitrogen digunakan 3 kali selama pertumbuhan, yaitu pada saat tanam, saat pembentukan tunas dan saat pembentukan umbi.

Untuk pupuk fosfor dan kalium diberikan bersamaan dengan pupuk kandang pada waktu penanaman di lahan budidaya bawang putih. Untuk meningkatkan kualitas dan hasil umbi, dapat diberikan pupuk kimia cair (unsur mikro), seperti Sitozim dengan konsentrasi 0,25% yang disemprotkan pada daun, Massmikro dengan konsentrasi 200 ppm, dan Hipron sebanyak 2 kali dengan konsentrasi 2 ml/l.

Pemulsaan Tanaman Budidaya Bawang Putih

Pemulsaan tanaman budidaya bawang putih dilakukan pada musim kemarau, karena jika pada musim hujan dapat menyebabkan kelembaban tanah terlalu tinggi sehingga kurang baik bagi kehidupan tanaman.

Mulsa itu sendiri berupa jerami padi atau sisa-sisa tanaman yang telah mati, dan jangan menggunakan mulsa dari bahan plastik, karena dapat meningkatkan suhu tanah di sekitar perakaran yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman budidaya bawang putih.

Pengairan Lahan Budidaya Bawang Putih

Untuk mengairi tanaman budidaya bawang putih dapat dilakukan dengan cara menggenangi parit di antara bedengan. Frekuensinya tergantung dari umur tanaman.

Untuk awal pertumbuhan tanaman budidaya bawang putih misalnya, pemberian air dilakukan 2-3 hari sekali, sedang pada masa pembentukan tunas sampai pembentukan umbi pengairan dilakukan 7-15 hari sekali.

Pengairan tanaman budidaya bawang putih baru dihentikan pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari menjelang panen.

Demikianlah tips dan cara pemeliharaan tanaman budidaya bawang putih, semoga bermanfaat dan menginspirasi (dari berbagai sumber).

 

Baca Juga:

Sejarah dan Manfaat Budidaya Bawang Putih,

Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Bawang Putih

Tips Pemanenan dan Pasca Panen Pada Budidaya Bawang Putih

› tags: budidaya bawang putih /