Tips Pemeliharaan Dan Antisipasi Hama Penyakit Di Kebun Budidaya Anggur

September 24, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Petani budidaya anggur perlu mengetahui cara pemeliharaan tanaman anggur agar kegiatan budidaya anggur yang dijalankan dapat memberi hasil berkualitas yang memberi manfaat bagi peningkatan perekonomian petani.
Pada budidaya anggur pemeliharaan tanaman antara lain meliputi penyulaman dan penjarangan, penyiangan, perempalan, pemupukan, pengairan dan penyiraman, penyemprotan, serta pengaturan bunga.

Sementara antisipasi dan pengenalan terhadap hama dan penyakit yang kerap mengancam kebun budidaya anggur perlu diketahui petani untuk meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan dalam pemeliharaan di kebun budidaya anggur. Mengenali hama dan penyakit pada budidaya anggur juga bermanfaat dalam mengambil tindakan-tindakan awal untuk membasmi hama dan bibit penyakit yang menyerang.

Petani budidaya anggur perlu mengetahui cara pemeliharaan tanaman anggur agar kegiatan budidaya anggur yang dijalankan dapat memberi hasil berkualitas yang memberi manfaat bagi peningkatan perekonomian petani. Foto: www.wallpape.xyz

Pemeliharaan Kebun Budidaya Anggur

Penyulaman tanaman di kebun budidaya anggur hanya dilakukan bila terdapat tanaman yang tidak sehat atau mati. Pengontrolan dilakukan rutin bersamaan saat penyiraman karena anggur perlu perhatian kontinyu. Penjarangan buah di kebun budidaya anggur juga sangat penting karena buah yang terlalu rapat justru merusak perkembangan buah dan menurunkan kualitas buah.

Dalam penjarangan buah-buah yang perlu dibuang adalah buah yang bertangkai panjang, tidak sempurna bentuknya, buah yang ada di sebelah dalam, serta buah yang terbentuk tanpa adanya persarian. Penjarangan dilakukan dalam dua tahap, saat umur satu bulan setelah pembungaan dan buah masih pentil dan tahap dua dilakukan dua minggu setelah tahap satu dan buah sebesar biji jagung. Penyiangan dilakukan bila terdapat tanaman pengganggu di kebun budidaya anggur.

Perempalan bentuk pada anggur dilakukan mulai tanam sampai umur 1 tahun, bertujuan untuk mendapat pertumbuhan yang baik, dengan cara membuang tunas yang tak perlu dan membiarkan satu tunas yg baik sebagai batang pokok. Perempalan untuk pembuahan dilakukan setelah anggur berumur 1 tahun. Sebelum perempalan diperiksa dahulu dgn memotong ujung salah satu cabang, bila meneteskan air perempalan dilaksanakan, tetapi bila tidak harus ditunda. Perempalan dilakukan dgn memotong ranting-ranting, dengan meninggalkan 2-4 mata tunas dan semua daun dibuang sehingga tanaman jadi gundul. Dalam setahun dilakukan 3 kali perempalan.

Penjarangan buah di kebun budidaya anggur juga sangat penting karena buah yang terlalu rapat justru merusak perkembangan buah dan menurunkan kualitas buah. Foto: geolocation.ws

Pada budidaya anggur pemupukan dilakukan pada dua periode yakni pada tanaman muda yang berusia 0 hingga 1 tahun dan tanaman dewasa setelah berusia di atas 1 tahun. Pupuk kandang diberikan sekali setahun, tahun kedua dosis dinaikkan jadi 10 kaleng. Pupuk buatan dinaikkan dosisnya urea 600 gram, TSP 300 gram, ZK 450 gram. Cara pemberian dgn pembuatan larikan sekitar tanaman dgn diameter 1,5 m.

Dalam pengairan dan penyiraman di kebun budidaya anggur hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa tanaman anggur tidak tahan pada air yang tergenang. Tanaman budidaya anggur butuh pengairan yang harus dilakukan mulai tanam sampai pemangkasa, menjelang pemangkasan, 3-4 minggu sebelumnya pemberian air harus dihentikan. Setelah masa pemangkasan, 2-3 hari sebelumnya diberi air kembali sampai ujung ranting mengeluarkan air. Pemberian dilakukan sampai buahnya hampir masak, setelah mulai tua pemberian air dihentikan supaya buah tidak pecah dan busuk.

Penyemprotan insektisida di kebun budidaya anggur dilakukan sebagai pencegahan terhadap hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman anggur. Penyemprotan harus dihentikan 15 hari sebelum panen.

Petani budidaya anggur harus mengetahui bahwa setelah dua minggu pemangkasan pembuahan, cabang tersier yang baru tumbuh mengeluarkan sulur-sulur pembentukan bunga yang keluar dari mata ke 3, 4 dan 5. Bila ada cabang tersier yang tidak mengeluarkan sulur dapat diadakan pemotongan dengan meninggalkan 3 mata bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sulur. Cabang tersier yang baru muncul disisakan satu sulur saja, agar menghasilkan dompol bunga yang besar dan buahnya bagus.

Hama Dan Penyakit Tanaman Budidaya Anggur

Kebun budidaya anggur harus senantiasa dirawat dan dipelihara sehingga dapat meminimalisir serangan hama dan penyakit. Sebagai bentuk antisipasi terhadap serangan hama dan penyakit di kebun budidaya anggur petani sebaiknya mengenali berbagai hama dan penyakit yang kerap menyerang.

Adapun jenis hama yang biasa menyerang kebun budidaya anggur yaitu Phylloxera Vitifolia, Phylloxera Vitifolia, hama wereng daun, kutu putih, ulat daun, rayap, burung, kalong, bajing, musang, dan lain sebagainya.

Hama Phylloxera Vitifolia menyerang tanaman anggur baik muda maupun tua dan mengakibatkan tanaman di kebun budidaya anggur jadi kering dan mati. Hama jenis ini menyerang daun dan akar tanaman secara langsung. Gejala umum pada daun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil. Hama ini menetap di bawah kulit batang yg terkelupas dan di dalam jaringan akar.

Kedua, Phylloxera Vitifolia yang memiliki ciri bertubuh kecil dan berkulit hitam mengkilat. Kumbang ini menyerang daun anggur pada malam hari dan kumbang ini mudah tertarik oleh sinar lampu. Ketiga, hama wereng daun yang serangannya mengakibatkan daun tanaman di kebun budidaya anggur berbintik putih, kemudian menjadi kuning coklat dan gugur.

Keempat, yaitu hama kutu putih yang dapat menyebabkan pucuk atau tunas tanaman di kebun budidaya anggur menjadi kerdil. Kelima, ulat daun yang suka memakan dan menghabiskan daun tanaman anggur. Keenam, rayap yang dapat menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu dan akhirnya mati. Ketujuh, burung, kalong, bajing dan musang. Hewan-hewan ini menyukai buah hasil budidaya anggur yang telah masak.

Cara untuk memberantas hama anggur dilakukan dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena serangan. Penyemprotan dilakukan secara rutin dan dihentikan menjelang masa petik. Khusus hama Phyloxera vitifolia dilakukan dengan menyiramkan insektisida di sekeliling tanaman di kebun budidaya anggur. Penyiraman bisa dilakukan sebelum tanam, setelah tanam atau setelah panen. Sedangkan untuk menanggulangi hama dari hewan besar dapat memakai jebakan.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap serangan hama dan penyakit di kebun budidaya anggur petani sebaiknya mengenali berbagai hama dan penyakit yang kerap menyerang. Foto: libral.org

Sedangkan penyakit yang dapat merusak tanaman di kebun budidaya anggur antara lain downy mildew (jamur), powdery mildew, phakospora Vitis, penyakit busuk hitam, serta peronospora. Tanaman di kebun budidaya anggur yang terserang downy mildew menunjukkan gejala daun yang nampak kuning serta bagian bawah terlihat ada tepung warna putih-kuning. Daun, bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi.

Serangan powdery mildew ditandai dengan permukaan daun yang terdapat bedak tipis putih kelabu. Menyerang pucuk, bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak. Sementara penyakit busuk hitam menyebabkan buah hasil budidaya anggur jadi keriput, busuk dan gugur.

Phakospora Vitis menyerang daun sebelah bawah hingga tertutup tepung berwarna orange (massa sporanya). Sedangkan bila udara terlalu lembab jamur peronospora menyerang daun anggur serta dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun.

Untuk memberantas penyakit di kebun budidaya anggur dilakukan dengan menyemprotkan fungisida sebelum tanaman mengalami masa berbunga, setelah berbunga dan 8-12 hari sesudah penyemprotan kedua setelah berbunga. Sedang untuk penyakit busuk hitam yang menyerang kebun budidaya anggur penyemprotan dilakukan sebelum masa berbunga, saat berbunga dan 2 minggu sebelum masa petik (dari berbagai sumber).