Perkiraan produksi hasil budidaya sagu yang paling mendekati kenyataan pada kondisi liar dengan produksi 40 – 60 batang per hektar per tahun, jumlah empulur 1 ton per batang, kandungan aci sagu 18,5 persen. Foto: ebudayaan.kemdikbud.go.id

Tips Pemanenan Hasil Budidaya Sagu

January 24, 2017 - Tips Budidaya / Uncategorized

Hasil pemanenan tanaman budidaya sagu sangat tergantung dari jenis, umur, dan lahan tanam budidaya sagu tersebut. Pada budidaya sagu, pemanenan perdana dilakukan pada saat tanaman budidaya sagu berumur 6 -7 tahun.

Sementara, pemanenan hasil budidaya sagu untuk kedua kalinya dilaksanakan dalam jangka waktu kurang lebih 20 tahun.

Perkiraan produksi hasil budidaya sagu yang paling mendekati kenyataan pada kondisi liar dengan produksi 40 – 60 batang per hektar per tahun, jumlah empulur 1 ton per batang, kandungan aci sagu 18,5 persen.

Dapat diperkirakan hasil panen budidaya sagu per hektar per tahun adalah 7 – 11 ton aci sagu kering. Secara teoritis, dari satu batang pohon sagu dapat dihasilkan 100 -600 kilogram aci sagu kering. Rendemen total untuk pengolahan yang ideal adalah 15%.

Ciri Tanaman Budidaya Sagu Siap Panen

Tanaman budidaya sagu yang telah siap panen dapat dilihat dari ujung batang tanaman yang mulai membengkak disusul keluarnya selubung bunga dan pelepah daun berwarna putih terutama pada bagian luarnya. Kulit luar tanaman budidaya sagu yang telah siap panen memiliki ketebalan sekitar 10 cm, dan tebal batang yang mengandung sagu 50 – 60 cm.

Perkiraan produksi hasil budidaya sagu yang paling mendekati kenyataan pada kondisi liar dengan produksi 40 – 60 batang per hektar per tahun, jumlah empulur 1 ton per batang, kandungan aci sagu 18,5 persen. Foto: ebudayaan.kemdikbud.go.id

Perkiraan produksi hasil budidaya sagu yang paling mendekati kenyataan pada kondisi liar dengan produksi 40 – 60 batang per hektar per tahun, jumlah empulur 1 ton per batang, kandungan aci sagu 18,5 persen. Foto: ebudayaan.kemdikbud.go.id

Ciri tanaman budidaya sagu siap panen pada umumnya dapat dilihat dari perubahan yang terjadi pada daun, duri, pucuk dan batang. Cara penentuan tanaman budidaya sagu yang siap panen di Maluku adalah sebagai berikut :

  1. Tingkat Wela/putus duri, yaitu suatu fase dimana sebagian duri pada pelepah daun telah lenyap. Kematangannya belum sempurna dan kandungan acinya masih rendah, tetapi dalam keadaan terpaksa tanaman budidaya sagu ini dapat dipanen.
  2. Tingkat Maputih, ditandai dengan menguningnya pelepah daun, duri yang terdapat pada pelepah daun hampir seluruhnya lenyap, kecuali pada bagian pangkal pelepah masih tertinggal sedikit. Daun muda yang terbentuk ukurannya semakin pandek dan kecil. Pada tingkat ini tanaman budidaya sagu jenis Metroxylon rumphii Martiussudah siap dipanen, karena kandungan acinya sangat tinggi.
  3. Tingkat Maputih masa/masa jantung, yaitu fase dimana semua pelepah daun tanaman budidaya sagu telah menguning dan kuncup bunga mulai muncul. Kandungan acinya telah padat mulai dari pangkal batang sampai ujung batang merupakan fase yang tepat untuk panen sagu ihur (Metroxylon sylvester Martius).
  4. Tingkat siri buah, merupakan tingkat kematangan terakhir, di mana kuncup bunga sagu telah mekar dan bercabang menyerupai tanduk rusa dan buahnya mulai terbentuk. Fase ini merupakan saat yang paling tepat untuk panen budidaya sagu jenis Metroxylon longisipium Martius.

    Tips Panen Budidaya Sagu

    Pada pemanenan hasil budidaya sagu perlu memperhatikan sejumlah langkah untuk menjaga produktivitas hasil budidaya sagu. Adapun 3 hal yang perlu diperhatikan petani budidaya sagu saat melakukan pemanenan adalah sebagai berikut:

    1. Pembersihan untuk membuat jalan masuk ke rumpun dan pembersihan batang yang akan di potong untuk memudahkan penebangan dan pengangkutan hasil tebangan di lahan budidaya sagu.
    2. Tanaman budidaya sagu dipotong sedekat mungkin dengan akarnya. Pemotongan menggunakan kampak/mesin pemotong (gergaji mesin).
    3. Batang tanaman buidaya sagu dibersihkan dari pelepah dan sebagian ujung batangnya karena acinya rendah, sehingga tinggal gelondongan batang sagu sepanjang 6 – 15 meter. Gelondongan dipotong – potong menjadi 1-2 meter untuk memudahkan pengangkutan. Berat 1 gelondongan adalah +120 kg dengan diameter 45 cm dan tebal kulit 3,1 cm.

    Demikianlah informasi seputar pemanenan hasil budidaya sagu yang dihimpun dari berbagai sumber, semoga bermanfaat.

    Baca Juga:

    Mengenal Bibit dan Teknik Perbanyakan Tanaman Budidaya Sagu

    Penyiapan Lahan dan Perawatan Tanaman Budidaya Sagu

    Pemanfaatan Tanaman Budidaya Sagu di Indonesia

    Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Sagu

     

     

    › tags: Budidaya Sagu / Ciri sagu siap panen / Panen /