Pada budidaya bawang putih, pemanenan yang dilaksanakan sangat tergantung pada jenis bibit dan lokasi budidaya bawang putih. Foto: homelife.com.au

Tips Pemanenan dan Pasca Panen Pada Budidaya Bawang Putih

December 20, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Pemanenan hasil budidaya bawang putih dilaksanakan saat tanaman mencapai cukup umur dan umbi telah berisi. Petani budidaya bawang putih dapat melakukan panen saat melihat adanya perubahan warna pada daun, dari hijau menjadi kuning dengan tingkat kelayuan 35 hingga 60 persen.

Ciri lain tanaman budidaya bawang putih yang siap panen antara lain adalah sekitar 50 persen daun telah menguning atau mengering dan pada bagian tangkai batang tanaman budidaya bawang putih dirasa cukup keras.

Pada budidaya bawang putih, segala kegiatan pemupukan, pengairan dan penyemprotan pestisida harus dihentikan pada saat menjelang pemanenan. Pada budidaya bawang putih, pemanenan yang dilaksanakan sangat tergantung pada jenis bibit dan lokasi budidaya bawang putih.

Secara umum, umur panen tanaman budidaya bawang putih berkisar antara 85 hingga 125 hari. Tanaman hasil budidaya bawang putih varietas lumbu hijau, dapat dipanen setelah berumur 95-125 hari, sementara untuk varietas lumbu kuning dapat dipanen pada umur antara 85-100 hari.

Seperti halnya usia panennya yang bervariasi, tingkat produksi hasil budidaya bawang putih juga bervariasi tergantung dari kondisi area tanam atau lahan. Hasil budidaya bawang putih bervariasi antara mulai dari 5,6 hingga 20 ton per hektar.

Usai pemanenan di lahan budidaya bawang putih dilakukan, areal budidaya bawang putih dapat ditanami kembali setelah dibiarkan selama beberapa minggu. Sebaiknya sebelum dilakukan penanaman, lahan budidaya bawang putih diolah terlebih dahulu atau dapat juga ditanami dengan tanaman lain sebagai bagian dari upaya rotasi tanaman.

Pada budidaya bawang putih, pemanenan yang dilaksanakan sangat tergantung pada jenis bibit dan lokasi budidaya bawang putih. Foto: homelife.com.au

Pada budidaya bawang putih, pemanenan yang dilaksanakan sangat tergantung pada jenis bibit dan lokasi budidaya bawang putih. Foto: homelife.com.au

 

Teknik Pemanenan Hasil Budidaya Bawang Putih

Pemanenan hasil budidaya bawang putih dilakukan dengan cara mencabut tanaman hingga ke tercabut bagian umbi dan akarnya. Bersihkan umbi hasil budidaya bawang putih dengan membuang bagian akar dan daun tanaman.

Pengeringan umbi budidaya bawang putih dilakukan dengan cara:
• Dijemur di bawah terik matahari, namun dengan menutup umbi menggunakan daunnya agar umbi bawang putih tidak terkena sinar matahari secara langsung.
• Pengeringan dapat dilakukan di dalam rak berlapis dengan cara digantung.
• Pengeringan dapat pula dilakukan dengan menggunakan metode pengasapan, yakni menempatkan bawang putih di atas para-para yang ada di dapur. Selanjutnya bawang putih tersebut diasapi dengan menggunakan asap yang berasal dari air yang sengaja di masak.

Selanjutnya, tanaman dikumpulkan dan diikat kurang lebih sebanyak 30 tangkai tanaman budidaya bawang putih. Kemudian, tanaman hasil budidaya bawang putih dijemur selama 15 hari hingga batangnya kering.

Jika dikehendaki, dapat dilakukan pemilahan (grading) atau istilah lainnya sortasi, yakni hasil budidaya bawang putih dikelompokkan berdasar kualitasnya. Pada pemiilahan atau penyortiran umbi budidaya bawang putih adalah, kriteria yang dinilai, yakni keseragaman warna menurut jenis, ketuaan/umur umbi, tingkat kekeringan, kekompakan susunan siung, bebas hama dan penyakit, bentuk umbi (bulat atau lonjong), ukuran besar-kecilnya umbi,

Pada pengelompokkan umbi budidaya bawang putih, pemilahan dilakukan berdasarkan kelas-kelas, yakni, kelas A, untuk umbi yang diameternya lebih dari 4 cm. Kemudian, kelas B, untuk umbi yang diameternya antara 3-4 cm. Kelas C, umbi yang diameternya antara 2-3 cm, serta kelas D, umbi yang kecil atau yang pecah dan rusak.

Penyimpanan Hasil Panen Budidaya Bawang Putih

Penyimpanan hasil budidaya bawang putih dalam jumlah besar adalah dengan menggunakan gudang. Gudang penyimpanan hasil budidaya bawang putih yang akan digunakan harus mempunyai ventilasi agar bisa terjadi peredaran udara yang baik.

Suhu ruangan yang diperlukan dalam gudang penyimpanan hasil budidaya bawang putih antara 25-30 derajat C. Jika suhu ruangan terlalu tinggi, akan terjadi proses pertunasan yang cepat. Kelembaban ruangan yang baik adalah 60-70 persen.

Untuk memperpanjang umur umbi budidaya bawang putih, saat dilakukan penyimpanan di gudang dilakukan fumigasi.
Sementara, hasil budidaya bawang putih dalam jumlah kecil biasanya disimpan dengan cara digantung ikatan-ikatannya di atas para-para. Setiap ikatan beratnya sekitar 2 kg. Para-paranya dibuat dari kayu atau bambu dan diletakkan diatas dapur. Cara seperti ini sangat menguntungkan karena setiap kali dapur dinyalakan, bawang putih terkena asap.

Untuk memudahkan pengangkutan hasil budidaya bawang putih, dapat digunakan karung goni atau karung plastik dengan anyaman tertentu. Alat pengangkutan bisa bermacam-macam, bisa gerobak, becak, sepeda atau kendaraan bermotor (dari berbagai sumber).

 

Baca Juga:

Sejarah dan Manfaat Budidaya Bawang Putih,

Tips Pemeliharaan Tanaman Budidaya Bawang Putih,

Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Bawang Putih

› tags: budidaya bawang putih /