Total pemanenan tergantung pada budidaya buncis yang dilakukan, jika anda menanam dalam satu hektar bisa mencapai 3-4 ton per hektar. Kemudian panen berikutnya anda akan mengalami titik puncak pemanenan. Foto: louiselangsner.wordpress.com

Tips Mudah dan Praktis Budidaya Buncis

March 23, 2017 - Tips Budidaya / Uncategorized

Agar tanaman budidaya buncis yang ditanam dapat tumbuh secara optimal ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Salah satu faktor pendukung keberhasilan budidaya buncis yang harus anda perhatikan adalah pemilihan bibit. Pilih varietas yang baik dan cocok dengan daerah anda. Budidaya buncis biasanya diawali dari biji yang sehat dan tidak cacat. Untuk memilih benih yang baik anda cukup memilih dari bedengan terbaik.

Jika anda melakukan pemilihan secara bedengan terbaik maka kemungkinan dari beberapa tanaman budidaya buncis yang tumbuh tidak saling bersaing memperebutkan unsur hara tanaman yang ada didalam tanah. Begitu juga sebaliknya jika anda melakukan dengan pemilihan indipidu maka kemungkinan akan menimbulkan gagal panen. Bagaimana tidak, karena dalam perbandingan ini dalam proses penuaan ini menimbulkan persaingan nutrisi unsur hara dan akan di serap oleh tanaman budidaya buncis tersebut, tanaman yang tidak dibenihkan akan mengalami gagal panen karena kalah dalam persaingan unsur hara.

Buncis yang sudah anda sortir dan dipilih kemudian pisahkan sebagai calon bibit budidaya buncis. Dalam pemilihan benih, anda bisa memilih benih yang besar-besar dan berbentuk seragam dan bentuknya sempurna tidak cacat dan terlihat sehat. Jemur di bawah sinar matahari selama 1-2 hari. Setelah penjemuran lakukan pengupasan pada kulit biji buncis dan ambil bagian dalamnya untuk dijadikan benih budidaya buncis.

Setelah anda mendapatkan calon benih kemudian simpan di toples atau botol hingga terisi penuh dan tutup dengan abu kayu, tujuanya adalah untuk memastikan kelembaban suhu terjaga. Jika penyimpanan biji buncis dilakukan dengan benar dapat bertahan hingga 6 bulan dan bahkan lebih.

Total pemanenan tergantung pada budidaya buncis yang dilakukan, jika anda menanam dalam satu hektar bisa mencapai 3-4 ton per hektar. Kemudian panen berikutnya anda akan mengalami titik puncak pemanenan. Foto: louiselangsner.wordpress.com

Total pemanenan tergantung pada budidaya buncis yang dilakukan, jika anda menanam dalam satu hektar bisa mencapai 3-4 ton per hektar. Kemudian panen berikutnya anda akan mengalami titik puncak pemanenan. Foto: louiselangsner.wordpress.com

Perawatan Tanaman Budidaya Buncis

Jika teknik budidaya buncis yang dipilih adalah dengan sistem organik, penanaman dilakukan dengan langsung tanam tanpa di semai terlebih dahulu. Petani budidaya buncis cukup memasukan biji buncis kedalam lubang tanam yang sudah terisi dengan pupuk dasar yang sudah terurai sebelumnya. Biasanya dari satu lubang tanam di isi dua biji benih buncis, jika anda menanam dengan jumlah besar, biasanya dalam satu hektar membutuhkan 50 kg benih biji budidaya buncis. Dari pertumbuhannya, calon bibit budidaya buncis akan berkecambah 3-7 hari setelah tanam.

Penyiraman tanaman budidaya buncis harus memperhatikan kondisi tanah di lahan. Jika dirasa masih lembab maka anda tidak perlu lagi untuk menyiramnya. Tanaman budidaya buncis merupakan tanaman yang tergolong tahan terhadap kekeringan, jika di lahan anda mengalami kurang hujan anda tidak perlu panik jika anda lupa menyiramnya.

Pada budidaya buncis, pembumbunan bertujuan menutup akar yang muncul. Hal ini dibutuhkan untuk budidaya buncis agar tetap tegak dan tertutupnya akar dari sinar matahari langsung. Cara pembumbunan sangat mudah di kerjakan anda hanya menaikan tanah untuk mengubur akar tanaman buncis. Waktu yang tepat untuk pembumbunan ialah 2 minggu setelah tanam.

Lanjiran berfungsi untuk penegak dan agar tanaman tidak ke tanah, anda bisa memasangnya di bagian bawah kira-kira 5 cm dari pangkal batang. Pemasangan lanjiran jangan sampai telat, jika sampai telat maka perakaran tanaman buncis anda akan rusak karena pemasangan. Dilakukan pemasangan bisanya pada minggu ke-dua. Ukuran lanjiran biasanya 2 meter, kemudian gabungkan 4 lanjiran menjadi satu pada pangkal atasnya.

Setelah minggu ke tiga, anda perlu memberikan pupuk susulan yaitu kompos atau pupuk kandang jika ada pupuk organik lainya yang bisa anda tambahkan ke tanaman. Setidaknya membutuhkan pupuk organik 20 ton untuk luas lahan 1 hektar.

Hama Tanaman Budidaya Buncis

Hama yang menyerang tanaman budidaya buncis antara lain adalah hama kumbang pemotong daun, lalat kacang, kutu daun, ulat grayak, penggerek biji dan ulat bunga. Hama kumbang pemotong daun biasanya menyerang tanaman budidaya buncis terutama pada daun dan mengakibatkan rusaknya jaringan pengangkut.

Dampak yang terlihat pada tanaman budidaya buncis yang terserang hama kumbang pemotong daun, biasanya daun bekas gigitan akan kering sehingga dapat mengakibatkan tanaman buncis anda gagal berbunga.

Teknik pengendalian hama budidaya buncis setidaknya dapat dilakukan dengan dua cara, yakni dengan manual dan menggunakan pestisida nabati atau biopestisida. Jika anda ingin membuat Biopestisida anda bisa mengambil ekstrak bush gadung dan kipait.

Pengaplikasian menggunakan biopestisida pada tanaman budidaya buncis biasanya tidak berjalan lama, jadi anda tidak bisa mengandalkan biopestisida sebagai langkah utama, anda harus memberikan perlakuan juga dengan memburunya secara manual oleh tangan. Biasanya dalam lahan berukuran 100 meter persegi ditemukan 50-100 ekor kumbang.

Untuk pengendalian hama tanaman budidaya buncis seperti lalat kacang, kutu daun, ulat grayak, penggerek biji dan ulat bunga anda harus menanam secara serempak dan membongkar tempat bersarangnya hama.

Pemanenan Hasil Budidaya Buncis

Pada budidaya buncis, pada umur tanaman 40 hari setelah tanam akan tumbuh bunga dan umur 52 hari buncis sudah bisa anda panen. Pemanenan dilakukan 2 hari sekali dengan cara pemotongan, perhatikan pada pemotongan buah, jangan sampai pertumbuhan bunga terganggu apalagi jatuh, anda bisa melakukan 10 kali panen dalam satu musim.

Total pemanenan tergantung pada budidaya buncis yang dilakukan, jika anda menanam dalam satu hektar bisa mencapai 3-4 ton per hektar. Kemudian panen berikutnya anda akan mengalami titik puncak pemanenan.

Pada saat ini akan dihasilkan jumlah panen akan naik lebih banyak dari panen sebelumnya. Kemudian akan menurun lagi pada panen berikutnya. Jika di total dari budidaya buncis secara normal anda bisa panen kisaran 47 dan bahkan lebih dari itu (dari berbagai sumber)

Baca Juga: Mengenal Karakter Tanaman Budidaya Buncis

› tags: Budidaya Buncis /