Tips Dan Rahasia Sukses Budidaya Kucing Persia

May 20, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya kucing persia mulai diperkenalkan oleh peternak asal Inggris sekitar penghujung abad 19-an dan makin mendunia seiring berakhirnya perang dunia kedua. Kucing persia adalah kucing yang diklaim berasal dari Persia atau wilayah Iran yang memiliki ciri berwajah bulat, dengan moncong yang tergolong pesek dibanding kucing jenis lainnya. Kucing persia memiliki bulu yang panjang dan lebat serta suka bermanja pada pemiliknya.

Budidaya kucing persia mulai diperkenalkan oleh peternak asal Inggris sekitar penghujung abad 19-an. Foto: wallfoy.com

Budidaya kucing persia selain dilaksanakan untuk memenuhi permintaan akan hewan peliharaan keluarga, kucing persia juga diternakkan untuk tujuan kontes atau atau perlombaan (cat show). Foto: animal-kid.com

Pelaku budidaya kucing persia mengenal kucing persia jenis peke-face, peke-nose, pig-nose, flat-face, serta kucing persia jenis medium. Budidaya kucing persia memiliki nilai ekonomis tinggi karena harganya yang mahal. Berbeda dengan manusia yang merasa cantik dengan hidung yang mancung, keanggunan kucing persia dilihat dari seberapa pesek hidung yang mereka miliki. Semakin pesek hidung kucing persia, semakin mahal pula harganya.

Budidaya kucing persia selain dilaksanakan untuk memenuhi permintaan akan hewan peliharaan keluarga, kucing persia juga diternakkan untuk tujuan kontes atau atau perlombaan (cat show). Pemilik kucing persia akan mendapat kehormatan dan kebanggaan diantara komunitas pecinta kucing persia jika kucing miliknya menjadi pemenang lomba. Selain itu, harga kucing persia pemenang lomba juga akan meroket.

Pengetahuan Budidaya Kucing Persia

Perjodohan pada budidaya kucing persia dapat dilakukan dengan mempertimbangkan usia dan masa subur kucing. Untuk mendapatkan keturunan murni kucing persia, kedua induk baik jantan maupun betina sebaiknya berasal dari jenis yang sama. Sehingga hasil budidaya kucing persia yang dihasilkan adalah keturunan murni yang dapat dipertanggungjawabkan asal usulnya.

Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi pelaku budidaya kucing persia yang menginginkan keturunan baru yang berasal dari dua induk yang berbeda jenis. Namun perlu dicatat, untuk melaksanakannya perlu pengalaman dan pengetahuan mengenai sifat-sifat unggul dari kedua indukan agar keturunan yang dihasilkan juga berpeluang besar mewarisi sifat unggul dari kedua induknya.

Syarat utama induk jantan kucing persia yang siap dikawinkan berusia di 1,5 atau 2 tahun, sementara induk betina minimal berusia 1 tahun. Selanjutnya, perjodohan dapat dilakukan jika pelaku budidaya kucing persia mengetahui masa subur indukan kucing. Berbeda dengan masa subur induk jantan yang ada sepanjang tahun, masa subur induk betina tak terjadi setiap saat. Masa subur kucing betina terjadi sekitar 2 hingga 4 hari dan periode ini akan berulang tiap dua pekan.

Pelaku budidaya kucing persia dapat menyatukan induk kucing persia jantan dan betina di dalam satu kandang perjodohan jika kedua kucing menunjukkan tanda-tanda birahi. Tanda tersebut antara lain kucing menjadi lebih agresif, terus mengeong dan sering berguling di lantai sebagai upaya menarik perhatian lawan jenisnya. Jika perjodohan baru dilaksanakan pertamak kali, biasanya kucing persia betina cenderung menjadi lebih malu dan berusaha menghindar namun hal ini sebetulnya tak perlu dikhawatirkan.

Keberhasilan perkawinan atau perjodohan dalam budidaya kucing persia ditandai dengan kehamilan induk betina dengan ciri perut yang semakin membesar dan bobot tubuh yang bertambah sebanyak satu atau dua kilogram. Kehamilan kucing berlangsung sekitar 2 bulan, selanjutnya kucing melahirkan tak kurang dari seminggu kemudian.

Keberhasilan perkawinan atau perjodohan dalam budidaya kucing persia ditandai dengan kehamilan dan kelahiran anakan kucing persia. Foto: commons.wikimedia.org

Merawat Anakan Hasil Budidaya Kucing Persia

Budidaya kucing persia sebetulnya tak banyak berbeda dengan budidaya kucing ras lainnya. Sama seperti keturunan kucing jenis lainnya bayi kucing persia lahir dengan mata tertutup dan baru dapat melihat dengan baik ketika berusia seminggu. Kucing persia yang baru lahir berada dalam pengawasan sepenuhnya serta mendapat asupan gizi dengan menyusu langsung pada induknya. Pemberian makanan tambahan dapat dilakukan saat anak kucing persia berusia 1 bulan dan dapat disapih dari induknya serta ditempatkan di kandang budidaya kucing persia tersendiri pada usia 2 bulan.

Anakan kucing persia dapat dimandikan sejak berumur 1 bulan untuk membersihkan bulu serta mencegah agar tak ada kutu dan jamur yang berkembangbiak dan mengakibatkan penyakit yang berpengaruh buruk pada budidaya kucing persia. Selanjutnya 1 atau 2 minggu sekali kucing persia dimandikan dan dikeramas dengan menggunakan shampoo khusus kucing yang baik untuk kesehatan kulit dan membuat bulunya semakin bersih dan bersinar.

Pelaku budidaya kucing persia juga sebaiknya memperhatikan kesehatan dan kebersihan mulut, telinga, kuku, dan saluran pengeluaran kotoran dari kucing peliharaannya. Foto: www.pets4homes.co.uk

Pelaku budidaya kucing persia juga sebaiknya memperhatikan kesehatan dan kebersihan mulut, telinga, kuku, dan saluran pengeluaran kotoran dari kucing peliharaannya. Pemberian vaksin pada b udidaya kucing persia dilakukan untuk mencegah dan pengendalikan serangan hama dan penyakit.