Tips Budidaya Udang Windu dari Benih Hingga Panen

August 29, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Usaha budidaya udang windu adalah usaha bidang perikanan yang memiliki potensi besar dengan pasar yang terbuka lebar. Budidaya udang windu paling baik dilakukan di daerah pesisir yang memiliki kettinggian pasang-surut antara 2 hingga 3 meter. Budidaya udang windu sangat ideal di daerah yang memiliki temperatur 26 hingga 30 derajat celcius dengan pH 7,5 hingga 8,5.

Tanah yang ideal untuk budidaya udang windu adalah tanah liat bertekstur atau tanah liat berpasir, karena dapat menahan air. Tekstur tanah tambak budidaya udang windu sebaiknya mudah dipadatkan dan tidak pecah-pecah. Tekstur tanah dasar terdiri dari lumpur tanah liat berdebu atau lumpur berpasir, isi pasir tidak lebih dari 20%.

Kondisi tambak budidaya udang windu juga harus terpelihara agar hasil yang diperoleh dapat optimal. Adapun sejumlah hal yang harus diperhatikan pada tambak budidaya udang windu, yakni:

• Tahan terhadap damparan ombak besar, angin kencang dan banjir. Jarak minimum dari pantai akuakultur adalah minimal 50 meter atau 50 meter dari sungai Bantara.
• Lingkungan dan air tambak budidaya udang windu yang harus cukup baik untuk kehidupan udang yang dapat tumbuh normal sejak ditaburkan sampai dipanen.
• Tanggul harus padat dan tidak bocor atau merembes kuat dan tahan terhadap erosi air.
• Desain tambak budidaya udang windu harus sesuai dan nyaman untuk operasi sehari-hari, sehingga menghemat energi.
• Sesuai dengan daya dukung lahan yang tersedia.
• Menjaga kebersihan dan kesehatan produk ternak budidaya udang windu.
• Channel Streaming dengan drainase air yang terpisah.

Budidaya Udang Windu: Pembenihan, Pemeliharaan, serta Kebutuhan Pakan

Benur/benih budidaya udang windu dapat diperoleh di tempat pembenihan (Hatchery) atau dari alam. Di alam terdapat dua macam golongan benih udang windu (benur) menurut ukurannya, yaitu, Benih yang masih halus atau sering disebut post larva dan benih yang sudah besar atau juga disebut dengan juvenil.

Benih budidaya udang windu dapat diberi pakan berupa campuran telur ayam rebus dan daging udang atau ikan dan juga artemia yang dihaluskan. Pakan tambahan benih budidaya udang windu berupa pelet yang dihaluskan dengan pemberian sebanyak 10-20 % kali jumlah berat benih udang per hari dan diberikan pada sore hari.

Pemilihan benih budidaya udang windu yang baik, memenuhi kriteria usia dan ukuran yang sama, aktif bergerak, tidak bewarna pucat dan badan tidak cacat. Penebaran benih dapat dilakukan di kolam pendederan dengan cara benih diaklimatisasi dahulu dalam bak plastik yang ditaruh ditempat teduh agar melindungi bibit udang windu dari sinar matahari.

Secara perlahan, air dibak dikeluarkan dan diganti dengan air dari kolam pendederan sampai terganti semuanya. Lalu, secara perlahan benih bisa disebar ke kolam pendederan untuk proses pertama tahap pembibitan.

Pada budidaya udang windu, pemupukan tambak perlu dilakukan dengan tujuan mendorong pertumbuhan makanan alami, yaitu: kelekap, lumut, plankton, dan bento. Pakan budidaya udang windu untuk tiap periode kehidupan/pertumbuhan udang itu berbeda-beda.

1. Makanan Alami
• Burayak tingkat nauplius, yaitu makanan dari cadangan isi kantong telurnya.
• Burayak tingkat zoea, makanannya plankton nabati, yaitu Diatomaeae (Skeletonema, Navicula, Amphora, dll) dan Dinoflagellata (Tetraselmis, dll).
• Burayak tingkat mysis, makanannya plankton hewani, Protozoa, Rotifera, (Branchionus), anak tritip (Balanus), anak kutu air (Copepoda), dll.
• Udang dewasa, makanannya daging binatang lunak atau Mollusca (kerang, tiram, siput), cacing Annelida, yaitut cacing Pollychaeta, udang-udangan, anak serangga (Chironomus), dll.
• Dalam usaha budidaya, udang dapat makan makanan alami yang tumbuh di tambak, yaitu kelekap, lumut, plankton, dan bentos.

2. Makanan Tambahan
Pakan tambahan ternak budidaya udang windu biasanya dibutuhkan setelah masa pemeliharaan udang sudah 3 bulan. Pakan tambahan pada budidaya udang windu tersebut dapat berupa :
• Dedak halus dicampur cincangan ikan rucah.
• Dedak halus dicampur cincangan ikan rucah, ketam, siput, dan udang-udangan.
• Sisa-sisa pemotongan katak
• Bekicot yang telah dipecahkan kulitnya
• Makanan anak ayam (dedak ayam)
• Daging Kerang dan remis

3. Makanan Buatan (Pelet)
Selain pakan alami dan pakan tambahan, pakan yang cukup baik untuk budidaya udang windu adalah pelet (ransum). Berikut sedikit gambaran takaran pemberian pakan pelet untuk ternak budidaya udang windu yang baik :
• Udang diberi pakan 4-6 x sehari sedikit demi sedikit.
• Jumlah pakan udang dewasa sekitar 5-10% berat tubuhnya/ hari.
• Pemberian pakan dilakukan pada sore hari lebih baik.

Panen normal hasil budidaya udang windu biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size/ukuran normal rata-rata 40 – 50, sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang hama penyakit. Fotolampungprov.go.id

Pengendalian Hama Penyakit Serta Panen Hasil Budidaya Udang Windu

Pada budidaya udang windu , hama dan penyakit yang berpotensi menyerang tambak adalah lumut berlebihan dan hewan pengganggu (ketam, udang tanah dan tiram). Semua jenis hama ini dapat diatasi dengan cara memelihara bandeng ditambak pembesaran budidaya udang windu sebagai predator alami mereka.

Pelaku usaha budidaya udang windu harus mengetahui bahwa penyakit yang timbul disebabkan oleh 3 hal yaitu virus, bakteri dan jamur. Pengendalian hama dan penyakit yang dapat menyerang tambak budidaya udang windu bisa dicegah dengan pemberian anti-biotik dan pengendalian kualitas air.

Panen hasil budidaya udang windu dapat setelah udang windu berumur 5-6 bulan atau sesuai permintaan pembeli. Panen normal hasil budidaya udang windu biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size/ukuran normal rata-rata 40 – 50, sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang hama penyakit.

Pada budidaya udang windu yang ideal, ciri-ciri udang windu yang siap dipanen adalah ukuran besar, kulit keras dan licin, bersinar, udang tanpa cacat dan bersih, dan yang paling penting udang harus dalam keadaan hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan.

Waktu panen hasil budidaya udang windu yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak (dari berbagai sumber)