Untuk meningkatan persentase keberhasilan pemijahan pada budidaya ikan bawal lakukan penyuntikan horman pada indukan. Foto: www.bibitikan.net

Teknik Pemijahan Pada Budidaya Ikan Bawal

July 3, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Pada budidaya ikan bawal teknik pembenihan yang umum diterapkan oleh para pembenih adalah secara semi -buatan, dimana induk jantan dan betina sebelum memijah terlebih dahulu dirangsang dengan menggunakan hormon hipofisa atau hormon buatan (ovaprim), sedangkan pemijahannya terjadi secara alami (memijah sendiri).

Adapun ciri fisik indukan budidaya bawal berkualitas memiliki bentuk tubuh yang melebar dan pendek pada induk betina sedangkan indukan jantan memiliki bentuk tubuh yang sedikit lebih langsing. Selanjutnya warna kulit induk betina lebih gelap, sedangkan warna kulit induk jantan kemerah-merahan. Perut induk betina ikan bawal lebih lembek sementara perut induk jantan kasar. Biasanya indukan budidaya ikan bawal siap untuk dipijahkan ketika berumur empat tahun untuk induk betina dan tiga tahun untuk induk jantan. Induk budidaya ikan bawal yang siap dipijahkan adalah induk jantan dan betina yang mempunyai berat lebih minimal 2,0 kg, dimana induk-induk tersebut masing-masing telah matang gonad (kelamin).

Ciri induk betina budidaya ikan bawal yang telah siap untuk dipijahkan yaitu lubang kelaminnya berwarna merah.
Telur induk betina sudah matang gonad dapat dilihat dengan mengambil contoh telurnya menggunakan kateter (canulator). Caranya dengan memasukkan kateter ke dalam bagian urogenital (lubang kelamin betina) yang terdapat saluran kantung telurnya (oviduct) sedalam ± 2,5 cm, lalu diisap secara perlahan sehingga telur sebagian masuk ke dalam selang kateter. Apabila telur sudah berbentuk bulat, warnanya kehijauan, serta mempunyai ukuran yang seragam, menandakan induk sudah matang kelamin dan siap dipijahkan.

Adapun ciri fisik indukan budidaya bawal berkualitas memiliki bentuk tubuh yang melebar dan pendek pada induk betina sedangkan indukan jantan memiliki bentuk tubuh yang sedikit lebih langsing. Foto: www.bibitikan.net

Kemudian untuk induk jantan budidaya ikan bawal kita dapat mengetesnya dengan memijit atau mengurut bagian di sekitar kelaminnya. Jika mengeluarkan sperma berarti ikan sudah siap untuk membuahi telur. Perawatan induk budidaya ikan bawal harus disendirikan di dalam kolam perawatan dan terpisah antara induk jantan dan betina agar terhindar dari pemijahan liar dimana hasilnya akan tidak optimal. Untuk meningkatkan kualitas induk ikan bawal, sebaiknya ikan diberi pelet yang banyak mengandung protein pada pagi, sore, dan malam hari.

Cara Pemijahan Pada Budidaya Ikan Bawal

Media pemijahan pada budidaya ikan bawal dapat berupa bak semen atau bak fiberglass yang berisi air bersih diberi aerasi yang keras agar nanti telur-telur bawal tetap melayang-layang di air dan diberi blower. Untuk meningkatan persentase keberhasilan pemijahan pada budidaya ikan bawal lakukan penyuntikan horman pada indukan. Hitunglah kebutuhan hormon untuk penyuntikan pertama dan kedua, lalu ambil hormon pada botolnya menggunakan spuit sesuai kebutuhan, untuk menjamin hormon masuk dan bereaksi dengan baik didalam tubuh induk, encerkan hormon tersebut dengan aquabidest dengan perbandingan 2 – 4 kali lipat.

Selanjutnya tangkap induk betina lalu suntiklah pada bagian punggung sebelah kanan untuk penyuntikan pertama, selanjutnya pada punggung sebelah kiri untuk yang kedua. Pada saat penyuntikan ke dua induk betina lakukan pula penyuntikan induk jantan dengan jumlah hormon yang sudah ditentukan.

Kemudian induk-induk budidaya ikan bawal baik jantan maupun betina yang sudah selesai disuntik disatukan pada wadah pemijahan yang sudah disiapkan. Tutuplah kolam pemijahan dengan menggunakan bahan yang dapat menjaga induk-induk tidak loncat dari dalam wadah ke luar. Amatilah proses pemijahannya, apabila proses pemijahan sudah selesai segera tangkap induk-induknya untuk dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk budidaya ikan bawal.

Pemijahan pada budidaya ikan bawal biasanya terjadi pada tengah malam sampai subuh, dimana induk betina mengeluarkan telurnya yang diiringi dengan induk jantan membuahi telur-telur tersebut dengan mengeluarkan spermanya. Pembuahan secara ovipar ini akan menghasilkan telur-telur yang sangat banyak yang dapat dilihat dari telur-telur terdapat berwarna putih jernih melayang-layang di air. Telur yang biasanya berukuran kecil ketika dilepaskan ke air dan dibuahi akan mengembang sehingga mencapai ukuran beberapa kali lipat ukuran asalnya.

Untuk meningkatan persentase keberhasilan pemijahan pada budidaya ikan bawal lakukan penyuntikan horman pada indukan. Foto: www.bibitikan.net

Untuk meningkatan persentase keberhasilan pemijahan pada budidaya ikan bawal lakukan penyuntikan horman pada indukan. Foto: www.bibitikan.net

Penetasan Telur Budidaya Ikan Bawal

Setelah proses pemijahan budidaya ikan bawal berjalan dengan lancar selanjutnya telur-telur yang sudah dibuahi dipindahkan ke kolam penetasan dan pemeliharaan. Untuk memudahkan proses pemeliharaan budidaya ikan bawal sebaiknya proses penetasan dilakukan di dalam akuarium yang ukurannya cukup besar untuk sekaligus memelihara larva ikan hingga siap untuk dijadikan bibit. Telur biasanya akan segera menetas dalam waktu sekitar 20 jam. Ketika mulai menetas, kita harus mengupayakan supaya telur tidak mengendap karena dapat berujung pada kegagalan menetas. Untuk penetasan telur budidaya ikan bawal gunakan blower (penghembus udara) di dalam akuarium dan hembusannya harus selalu besar agar telur selalu teraduk (melayang-layang) dalam air.

Saat penetasan telur budidaya ikan bawal agar kandungan amoniak tidak terlalu tinggi sebaiknya setiap 2 -3 jam sekali selalu dilakukan penggantian air. Karena apabila kandungan amoniak tinggi akan menyebabkan telur gagal menetas atau larva yang baru menetas akan mati. Pada saat pemeliharaan larva hal yang harus dilakukan adalah menjaga kondisi kualitas air agar tetap baik. Diantaranya yang penting dilakukan ialah menyifon kotoran organik yang terdapat pada air, serta melakukan penggantian air secara parsial (0,5 – 0,7 bagian air).

Larva budidaya ikan bawal mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur (Yolk) yang besar. Biasanya cadangan makanan tersebut akan habis setelah berumur 3 – 4 hari setelah menetas. Oleh sebab itu penyiapan makanan alami berupa artemia, kutu air baru diberikan pada hari ke 4 atau ke 5. Kemudian setelah berumur tujuh hari maka ikan harus dipindahkan lagi ke kolam yang lebih besar, perbandingannya yaitu kira-kira satu liter air per 6 ekor larva. Pemberian pakan berupa pelet yang direndam terlebih dahulu dilakukan kepada ikan ketika mereka telah berumur 30 hari.

Selama pendederan hingga masa panen budidaya ikan bawal kita harus selalu memantau kondisi ikan dan melakukan penyortiran untuk mendapatkan hasil panen budidaya ikan bawal yang bagus. Foto: bibitbawal.com

Selama pendederan hingga masa panen budidaya ikan bawal kita harus selalu memantau kondisi ikan dan melakukan penyortiran untuk mendapatkan hasil panen budidaya ikan bawal yang bagus (dari berbagai sumber).