Hewan budidaya lintah memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena pemanfaatannya yang luas. Foto: pixabay.com

Sejarah dan Pemanfaatan Hewan Budidaya Lintah

September 14, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya lintah dilakukan karena pemanfaatan terhadap hewan lintah dalam kehidupan manusia cukup beragam. Hasil budidaya lintah dapat dijual langsung baik untuk bibit maupun pembesaran lintah, serta sebagai indukan.

Hasil budidaya lintah juga dapat dijual untuk kebutuhan pembuatan minyak lintah, dimanfaatkan liurnya, maupun sebagai media terapi pengobatan.

Penggunaan hewan budidaya lintah telah ada sejak abad 18, namun sejak berkembangnya dunia medis kedokteran di abad 19, perlahan terapi lintah mulai dilupakan orang.

Kini pengobatan kembali modern mulai melirik terapi pengobatan dengan mempergunakan hewan budidaya lintah. Di kerongkongan hewan budidaya lintah, tempat isapannya terdapat tiga rahang berbentuk setengah gergaji, dihiasi sampai 100 gigi kecil. Dalam waktu 30 menit, lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml s/d kuota yang cukup untuk hidupnya selama setengah tahun.

Pengenalan Hewan Budidaya Lintah

Hewan budidaya lintah hanya mau hidup di tempat yang bersih alami. Hewan budidaya lintah juga ternyata peka terhadap sumber makanannya yaitu darah (darah apa saja), indra penciumannya tajam terhadap bau darah boleh di test dalam jarak tertentu ada darah dia akan menghampiri segera, meskipun tidak ada matanya.

Hewan budidaya lintah juga memiliki sifat hermaprodit atau dapat berganti-ganti kelamin. Hewan budidaya lintah diketahui mengeluarkan zat hirudine yang tidak membuat beku darah.

Air liur hewan buddiaya lintah ternyata mengandung zat aktif yang sekurang – kurangnya berisi 15 unsur. Antara lain yaitu zat putih telur hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah dan mengandung penisilin, anti radang dan anestesi/bius.

Dalam praktek pengobatan hewan budidaya lintah jumlah yang ditempelkan, tergantung tingkat parah atau tidaknya pasien yang akan diobati. Setelah kenyang mengisap darah kotor, lintah akan jatuh sendiri. Dan hanya dipakai untuk sekali pengobatan, lalu dibuang. Bekas gigitannya, ditutup menggunakan plester obat.

Awalnya, lintah gajah ini terlihat berukuran kecil. Tapi, setelah menyedot darah kotor yang ada dalam tubuh pasien, ukurannya akan berubah menjadi sangat besar.

Untuk terapi kecantikan, banyak juga ibu rumah tangga dan gadis remaja menggunakan sedot lintah. Terutama untuk menyembuhkan jerawat, flek hitam, kerut wajah. Juga, agar kulit wajah tetap kencang.

Terapi hewan budidaya lintah juga bermanfaat untuk:

• Melancarkan/ menghilangkan sumbatan dan gumpalan darah yang lama terkoagulasi membentuk plak di saluran arteri.

• Mencairkan pembekuan darah di kepala / otak, saraf halus, saraf sensorik, saraf motorik, saraf telinga, dan retina mata.

• Terapi ini bisa memperbaiki / menghidupkan pembuluh / jaringan saraf halus yang cedera / rusak / mati akibat penyakit / kecelakaan.

• Melancarkan suplai oksigen dan nutrisi dalam darah. Akibat dari tidak lancarnya aliran darah dan oxsigen maka rasa sakit yang sering di rasa yaitu kesemutan, kaku, baal, panas, dingin, sampai mati rasa.

Hewan budidaya lintah memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena pemanfaatannya yang luas. Foto: pixabay.com

Hewan budidaya lintah memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena pemanfaatannya yang luas. Foto: pixabay.com

Terapi Hewan Budidaya Lintah untuk Pengobatan

Terapi budidaya lintah dapat menstabilkan kadar hormon serotonin / melancarkan peredaran darah dan oksigen pada jaringan saraf halus di kepala. Termasuk menormalkan penyempitan atau pelebaran pembuluh darah di otak.

Hewan budidaya lintah bisa dimanfaatkan oleh penderita skizofrenia maupun depresi, juga untuk merangsang mata, mengempiskan lidah bengkak, dan meringankan sakit usus buntu serta pendarahan.

Di berbagai rumah sakit dan tempat praktik dokter di Jerman banyak ditemukan terapi hewan budidaya lintah untuk penyembuhan. Bahkan setiap tahun di sana sekitar 250.000 ekor lintah digunakan untuk mengatasi pendarahan. Selain itu lintah juga dimanfaatkan dalam operasi plastik.

Terapi hewan budidaya lintah antara lain dapat mengobati diabetes mellitus kering / basah, kelenjar getah bening, tyroid, segala jenis kanker dan tumor, darah tinggi, migraine, sering pusing, kolesterol, asam urat, rematik, pengapuran, stroke, gangguan seksual, sakit pinggang, narkoba, gatal – gatal, alergi makanan, cedera otot / saraf terjepit, jantung koroner, penyempitan pembuluh darah, penyumbatan darah di otak dan jantung, dan lain-lain.

Demikianlah seputar budidaya lintah , mulai dari pengenalan hewan budidaya lintah, sejarah hingga penggunaan dan pemanfaatannya untuk kehidupan manusia (dari berbagai sumber).