Ragam Manfaat Dan Potensi Budidaya Sereh Wangi

January 22, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Saat ini ragam manfaat dan peluang budidaya sereh wangi di Indonesia terus meningkat. (Foto: klinikpengobatanalami.wordpress.com)

Saat ini pemanfaatan hasil budidaya sereh wangi bukan lagi hanya sebagai bumbu masak, minuman, bahan ramuan, obat dan jamu tradisional. Budidaya sereh wangi di Indonesia kini turut pula dilatari atas kebutuhan dunia terhadap minyak atsiri. Budidaya sereh wangi dilakukan karena tanaman ini memiliki kandungan, geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik, dan citronellal yang memiliki aroma yang khas dan diperlukan oleh industri.

Hasil budidaya sereh wangi dapat digunakan juga sebagai bahan sabun mandi, parfum, pengharum ruangan, lotion anti nyamuk, krim jerawat, bahan pengilap, desinfektan, bahan aromaterapi, minyak gosok dan urut, dan lain-lain. Bahkan, hasil budidaya sereh wangi sudah dikembangkan menjadi bahan bioadiktif guna menghemat bahan bakar kendaraan bermotor atau pakan ternak sapi yang kotorannya dapat menjadi biogas bermutu baik. Terbukti sudah bahwa budidaya sereh wangi dapat diandalkan karena memiliki pasar tersendiri dan permintaannya cenderung meningkat.

Budidaya sereh wangi dilatari karena dapat menghasilkan minyak atsiri yang banyak digunakan dalam berbagai industri. (Foto: www.republika.co_.id)

Budidaya Sereh Wangi di Indonesia

Budidaya sereh wangi di Indonesia mengenal varietas mahapengiri yang dianggap asli Indonesia dan varietas lenabatu yang berasal dari Ceylon atau Srilangka. Pada awalnya masyarakat Eropa menyukai minyak hasil budidaya sereh wangi asal Srilangka tetapi setelah tahun 1900 mereka menyadari bahwa kualitas minyak sereh wangi asal Jawa lebih baik.

Sejak saat itu, budidaya sereh wangi semakin berkembang dan industri penyulingan yang sebelumnya hanya ada dua, yakni pabrik Odorata milik Kaffer di Cicurug dan Cikancana di Cianjur, semakin tumbuh pesat. Selain usaha penyulingan minyak sereh wangi milik kaffer, ahli destilasi lain yang mempelopori usaha penyulingan minyak sereh wangi di Indonesia antara lain adalah M. Treub, PV van Romburg, AWK de Jong, HW Hofstede.

Pusat budidaya sereh wangi di Indonesia ada di Pulau Jawa, khususnya di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Hasil budidaya sereh wangi Indonesia diminati oleh Belanda, Jerman, Perancis, Inggris, Italia, Amerika Serikat, Australia, Singapura, Taiwan, India, dan Jepang, Amerika Serikat.

Budidaya sereh wangi varietas mapengiri lebih disukai karena mampu menghasilkan mutu dan rendemen minyak yang lebih baik daripada sereh wangi varietas lenabatu. Perbedaan kedua varietas ini terlihat dari pertumbuhannya setelah usia 6 bulan. Jika daun sereh wangi mahapengiri menunduk pada usia 6 bulan sehingga tinggi rumpun kurang dari satu meter, maka daun sereh wangi varietas lenabatu akan terus tumbuh. Budidaya sereh wangi mahapengiri dilakukan di tanah yang subur, sementara sereh wangi varietas lenabatu dapat tumbuh pula di lahan yang kurang subur.

Ketepatan pemanenan dalam budidaya sereh wangi juga sangat berpengaruh pada mutu dan rendemen minyak atsiri (Foto: www.pmkpkrai.blogspot.com)

Mengenal Budidaya Sereh Wangi

Budidaya sereh wangi menyaratkan tanaman ini dapat tumbuh jika ditanam di lahan yang berada di dataran rendah hingga 4.000 meter di atas permukaan laut. Budidaya sereh wangi akan optimal jika dilakukan pada jenis tanah alluvial yang subur pada ketinggian hingga 2.500 meter di atas permukaan laut, beriklim lembab, dengan curah hujan merata sepanjang tahun.

Tanaman sereh wangi (Symbopogon nardus) adalah tumbuhan dari keluarga rumput-rumputan. Sereh wangi berkembang biak dengan sistem bonggol akar. Sereh wangi tumbuh berumpun dengan daun tunggal yang menjuntai seperti pita dengan panjang mencapai 1 meter dengan lebar sekitar 1,5 sentimeter. Batang tanaman sereh wangi tidak berkayu, berusuk pendek, dan berwarna putih. Untuk memperbanyak tanaman sereh wangi, cara yang umum dilakukan adalah dengan memecah rumpun tanaman dewasa.

Minyak atsiri hasil budidaya sereh wangi asal Indonesia lebih disukai. (Foto: www.heropurba.blogspot.com

Pemanenan daun sereh wangi dilakukan pertama kali saat tanaman telah berusia enam bulan. Selanjutnya, tanaman sereh wangi dapat dipanen sebanyak tiga kali dalam satu tahun atau setiap empat bulan sekali. Sebaiknya, tanaman sereh wangi yang akan disuling untuk mendapatkan minyak atsiri dipangkas sebelum berbunga. Mutu minyak atsiri dari tanaman sereh wangi lebih rendah jika bunganya telah tumbuh. Pemangkasan daun dilakukan cukup sampai di pangkal daun karena bagian di bawah pangkal daun tak lagi mengandung minyak atsiri.

Ketepatan saat pemanenan dalam budidaya sereh wangi juga sangat berpengaruh pada mutu dan rendemen minyak atsiri. Pemanenan dalam budidaya sereh wangi sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Budidaya sereh wangi adalah salah satu potensi usaha menjanjikan yang cukup mudah dikerjakan, betul bukan? ***