Potensi Budidaya Sidat Memberi Untung Dahsyat

August 23, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya sidat (anguilla spp) adalah usaha bidang perikanan air tawar yang masih belum banyak dikenal di Indonesia. Budidaya sidat merupakan budidaya ikan yang secara tampilan fisik luar menyerupai belut. Budidaya sidat dikenal di Indonesia bersamaan dengan maraknya restoran Jepang yang saat ini memiliki penggemar tersendiri di Indonesia.

Budidaya sidat yang dikenal oleh masyarakat Jepang sebagai unagi dan udanon. Hasil budidaya sidat di Jepang termasuk menu yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

Olahan hasil budidaya sidat oleh masyarakat Jepang umumnya berupa sidat bakar yang disajikan di atas nasi. Namun di Jepang hasil budidaya sidat sudah semakin sulit dan peternak lokal Jepang hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen dan sisanya 70 persen hasil dari impor dari negara negara lain termasuk dari di Indonesia.

Permintaan hasil budidaya sidat di dalam negeri juga sebenarnya cukup tinggi, hanya saja jumlah pelaku budidaya sidat di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu harga ikan sidat Indonesia menjulang tinggi. Peluang usaha budidaya sidat masih terbuka sangat lebar dan potensi keuntungan dari budidaya sidat sangat dahsyat.

Potensi Ekspor Hasil Budidaya SIdat

Pelaku usaha budidaya sidat di Indonesia tersebar di sejumlah daerah namun terbanyak masih di sekitar Pulau Jawa. Usaha budidaya sidat merupakan primadona baru di dunia perikanan karena harganya yang mahal dan menjadi komoditi ekspor.

Hasil budidaya sidat dapat dipanen setelah berumur 8 bulan hingga 1,5 tahun, tergantung besar kecil ukuran sidat yang diinginkan oleh pembeli.

Saat ini harga ikan hasil budidaya sidat berkisar antara Rp 160.000 hingga Rp 245.000/ kilogram (kg), yang rata-rata terdiri dari 3-4 ekor ikan.

Saat ini negara yang membuka luas peluang ekspor hasil budidaya sidat dari Indonesia, antara lain adalah Jepang, Amerika, Kanada dan Jerman .

Usaha budidaya sidat merupakan primadona baru di dunia perikanan karena harganya yang mahal dan menjadi komoditi ekspor. Foto: foodtribute.com

Tips Singkat Budidaya Sidat

Cara termudah ini untuk mendapatkan benih budidaya sidat masih mengandalkan tangkapan dari alam. Pelaku usaha budidaya sidat dapat menangkap langsung atau membelinya dari nelayan. Untuk budidaya sidat peternak dapat membeli benih seharga Rp. 2,5 juta hingga Rp. 7 juta per kilogram, yang berisi 7 ribu hingga 8 ribu ekor benih sidat.

Ikan sidat adalah salah satu jenis ikan yang bentuknya mirip belut, tapi bedanya, ikan sidat hidup di air bukan di lumpur. Selain itu ikan sidat mempunyai sirip di dekat kepalanya. Untuk proses adaptasi kehidupan benih budidaya sidat atau glass eel, dari air laut menjadi air tawar, disediakan kolam khusus yang berisi air tawar yang kemudian di beri garam tanpa yodium, agar air menjadi payau.

Selanjutya, benih budidaya sidat dimasukan ke kolam air payau buatan itu. Setelah benih sidat beradaptasi hidup di air payau, baru dipindahkan di kolam air tawar.

Proses adaptasi ini umumnya memakan waktu 1 bulan, dan dalam proses adaptasi ini, glass eel diberi makan cacing sutera, setelah beradaptasi dan terbiasa hidup di air tawar, benih budidaya sidat bisa dipindahkan di kolam pembesaran.

Pada budidaya sidat, agar ikan sidat cepat besar diberi makan campuran tepung ikan dan vitamin. Dengan sirkulasi air yang bagus dan pakan yang bergizi (dari berbagai sumber).