Persyaratan Dan Kondisi Pendukung Budidaya Lada

September 18, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Sebelum memulai budidaya lada ada baiknya petani mengenali karakteristik tanaman rempah ini terlebih dahulu. Dengan memahami karakteristik tanaman maka petani budidaya lada diharap mampu menerapkan langkah-langkah budidaya lada yang baik, benar, serta efektif dan efisien. Sehingga nantinya hasil budidaya lada yang dipelihara sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Pada budidaya lada perbanyakan tanaman dilakukan secara vegetatif yaitu dengan menggunakan stek cabang. Bahan bibit budidaya lada sebaiknya berasal dari pohon induk yang telah berumur 2 tahun dan telah mengalami pangkasan pertama (pada umur 8 -10 bulan) atau dari pemangkasan kedua (pada umur 18 -20 bulan) dengan tinggi bibit 5 hingga 7 ruas.

Pada budidaya lada perbanyakan tanaman dilakukan secara vegetatif yaitu dengan menggunakan stek cabang. Foto: kebunbibitunggul.blogspot.com

Syarat-Syarat Budidaya Lada

Budidaya lada dapat dilakukan secara baik di daerah yang memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang cukup sepanjang tahunnya. Pelaku budidaya lada harus memahami bahwa tanaman lada membutuhkan sinar matahari yang cukup, jadi tanaman ini bisa tumbuh dengan baik jika terkena sinar matahari setidaknya 10 jam per hari.

Budidaya lada dapat dilaksanakan di lahan yang berada di ketinggian di bawah 600 mdpl dengan curah hujan antar 2.200 mm hingga 5.000 mm per tahunnya. Topografi terbaik untuk kebun budidaya lada adalah bersifat bergelombang, berbukit, dan landai. Ketinggian air tanah yang baik untuk kebun budidaya lada relatif dalam (air tanah 0,5 M di bawah tanah terutama pada tanah gambut tidak ditolerir oleh tanaman lada).

Budidaya lada dapat dilaksanakan di lahan yang berada di ketinggian di bawah 600 mdpl dengan curah hujan antar 2.200 mm hingga 5.000 mm per tahunnya. Foto: travel.detik.com

Lahan budidaya lada yang berada di lahan datar perlu drainase untuk menghindarkan genangan/ pembusukan akar oleh genangan air karena dapat membuat akarnya membusuk terutama untuk tanaman muda. Suhu udara yang mendukung budidaya lada berkisar antara 20 derajat celcius hingga 35 derajat celcius. Selain itu, budidaya lada membutuhkan kelembaban udara antara 60% hingga 93% dengan pH tanah berkisar antara 6 hingga 7.

Media Tanam Pada Budidaya Lada

Kebun budidaya tanaman lada sebaiknya berada di lahan yang memiliki kandungan tanah yang subur, gembur, dan mengandung banyak unsur hara. Tanah yang digunakan untuk budidaya sebaiknya tidak terlalu kering, dan juga tidak tergenang air. Kandungan humus dalam tanah sebaiknya sebanyak 1 meter sampai 2,5 meter dengan sudut kemiringan tak lebih dari 300 meter.

Jenis tanah yang baik untuk budidaya lada adalah jenis tanah laterit merah, latosol coklat muda sampai coklat tua, tanah lempung yang mengandung pasir 20 – 45 % (clay loam), tanah lempung merah mengandung pasir < 52 % (red loam), serta lempung berpasir 52 % atau lebih.

Sebelum tanah digunakan untuk budidaya lada sebaiknya dilakukan penyiapan lahan budidaya. Lahan budidaya lada harus terlebih dahulu dibersihkan dari rumput dan semak belukar. Lahan budidaya lada sebaiknya dilakukan pengajiran dengan jarak 2,5 M dalam barisan dan 4 M antar barisan (untuk lahan yang landai pengajiran mengikuti garis contour). Untuk lahan yang sangat landai/derajat kemiringan yang tinggi diperlukan penyengkedan dengan mengikuti garis kontur, derajat kemiringan tanah untuk kebun lada yang optimal adlah 15 %.

Setelah lahan budidaya lada dibersihkan dan dilakukan pengajiran, buat lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm. Setiap lubang sebaiknya diisi dengan pupuk kandang lalu dicampur dengan tanah lapisan atas sampai terbentuk guludan setinggi ± 20 cm. Guludan dibiarkan 2 -4 minggu sampai guludan mantap. Guludan yang susut karena terbawa air harus diperbaiki dan areal di sekitar kebun dilengkapi dengan saluran air.

Untuk kebun budidaya lada yang ditanami lada panjat, di salah satu sisi lubang, ditanam tanaman panjatan untuk tempat merambatnya tanaman lada atau bisa dengan panjatan mati berupa tiang kayu (kayu ulin) atau tiang beton. Fotonawababidin.wordpress.com

Untuk kebun budidaya lada yang ditanami lada panjat, di salah satu sisi lubang, ditanam tanaman panjatan untuk tempat merambatnya tanaman lada yaitu antara lain kapok, dadap, lamtoro dan kalikiria atau cebreng (Glyrisidia maculate) atau bisa dengan panjatan mati berupa tiang kayu (kayu ulin) atau tiang beton.

Panjatan hidup bisa ditanam beberapa bulan sebelum penanaman lada atau tiang untuk panjatan dari tanaman lada panjat sementara untuk lada perdu tidak diperlukan tiang panjat.

Demikian informasi singkat mengenai syarat dan kondisi pendukung dalam budidaya lada semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi Anda yang ingin mengenal budidaya lada (dari berbagai sumber).