Lahan budidaya sagu harus dibersihkan dari semua vegetasi di bawah diameter 30 cm dekat permukaan tanah dan semua pohon yang tinggal. Foto: petanihebat.com

Penyiapan Lahan dan Perawatan Tanaman Budidaya Sagu

January 21, 2017 - Tips Budidaya / Uncategorized

Hasil tanaman budidaya sagu yang dimanfaatkan adalah pokok batangnya yang merupakan tempat menyimpan cadangan makanan yang dapat menhasilkan pati sagu. Kandungan pati tanaman budidaya sagu maksimal terjadi pada waktu sagu sebelum berbunga.

Munculnya primordia bunga biasanya menunjukkan kandungan pati menurun. Kandungan pati menurun karena digunakan sebagai energi untuk pembentukan bunga dan buah. Setelah pembungaan dan pembentukan buah, batang akan menjadi kosong dan tanaman sagu mati. Keadaan tersebut mempermudah petani dalam mengetahui kandungan pati sagu secara maksimal.

Hasil budidaya sagu berupa tepung sagu sebagian besar digunakan sebagai bahan substitusi tepung terigu untuk pembuatan biskuit, mie, sirup berkadar fruktosa tinggi, industri perekat, dan industri farmasi. Pemanfaatan dan nilai tambah hasil tanaman budidaya sagu pada tingkat petani masih sangat sederhana. Hal ini karena sebagian besar tujuan pengolahan tanamn budidaya sagu hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Penyiapan Lahan Budidaya Sagu

Petani budidaya sagu di Indonesia sebagian besar memulai penanaman pada awal musim penghujan. Sebelum lahan ditanami benih budidaya sagu, lahan harus dibersihkan terlebih dahulu.

Lahan budidaya sagu harus dibersihkan dari semua vegetasi di bawah diameter 30 cm dekat permukaan tanah dan semua pohon yang tinggal. Vegetasi bawah dan ranting – ranting kecil tersebut dibakar dan abunya untuk pupuk. Pokok – pokok batang yang besar, yang sulit penggaliannya dapat ditinggalkan begitu saja di lahan, kecuali pokok – pokok yang berada pada calon baris tanaman harus dibersihkan.

Lahan budidaya sagu harus dibersihkan dari semua vegetasi di bawah diameter 30 cm dekat permukaan tanah dan semua pohon yang tinggal. Foto: petanihebat.com

Lahan budidaya sagu harus dibersihkan dari semua vegetasi di bawah diameter 30 cm dekat permukaan tanah dan semua pohon yang tinggal. Foto: petanihebat.com

Kemudian, dilakukan pembentukan bedengan yang diawali dengan penanaman dengan cara blok (biasanya dilakukan perusahaan perkebunan sagu). Adapun tata cara pembangunan blok adalah:

  • Ukuran blok 400 x 400 m, jadi satu blok luasnya 16 ha. Biasanya di tengah – tengah blok dibangun kanal tersier.
  • Kanal yang harus dibangun ada 3 macam, yaitu : kanal utama, kanal sekunder, dan kanal tersier.
  • Kanal utama adalah kanal yang digali tegak lurus terhadap sungai, dibangun di setiap dua blok kebun sagu, jaraknya dari kanal utama satu dengan yang lain adalah 800 m. Fungsinya sebagai pengaliran air dari sungai ke dalam blok – blok sagu, dan sebagai jalur transportasi utama dari kebun ke sungai dan sebaliknya, serta untuk penyanggah pengaruh air pasang. Kanal utama ini lebarnya 2,5 m.
  • Kanal sekunder adalah kanal yang digali tegak lurus terhadap kanal utama (melintang pada blok dan kanal utama). Kanal ini berfungsi sebagai pembatas antara empat blok sagu disebelahnya; sebagai jalur transportasi sagu dari kebun dan atau kanal tersier ke kanal utama. Lebar kanal sekunder adalah 2 m.
  • Kanal tersier adalah kanal yang digali pada pertengahan blok atau di antara dua blok atau melintangi di antara blok – blok yang saling berseberangan dan sebagai jalur transportasi dari kebun sagu bagian dalam, ke sungai atau kanal utama, atau ke kanal sekunder atau juga ke kanal tersier melintang dan sebaliknya. Lebar kanal tersier adalah 1,5 m.
  • Saluran drainase lebarnya 0,75 – 1,00 m. Pada budidaya sagu penanaman dengan sistem blok adalah jarak tanam atau jarak lubang antar bervariasi antara 8-10 meter, sehingga satu hektar hanya menampung + 150 buah. Jarak tanam yang dianggap ideal untuk budidaya sagu adalah:
  • Sagu Tuni 8 x 8 atau 9 x 9 m, hubungan segitiga sama sisi, sehingga 1 hektar akan memuat 143 tanaman.
  • Sagu Ihur 9 x 9 m, hubungan segitiga sama sisi, sehingga 1 hektar akan memuat 143 tanaman.
  • Sagu Molat 7 x 7, hubungan segi empat, sehingga 1 hektar akan memuat 2043 tanaman
  • Jika ketiga varietas ditanam secara bersama – sama, maka ditanam secara terpisah menurut blok.Untuk pembuatan lubang tanaman budidaya sagu, penggalian dilakukan sebulan atau selambat-lambatnya 1 minggu sebelum penanaman dengan ukuran lubang 30x30x30 cm. Hasil galian tanah bagian atas dipisahkan dari tanah lapisan bawah dan dibiarkan beberapa hari. Pada lubang tanaman itu ditempatkan pancang– pancang bambu, tiap lubang 2 pacang.
  • Cara penanaman tanaman budidaya sagu dilakukan dengan membenamkan dangkel ke dalam lubang tanaman. Bagian pangkal dangkel ditutup dengan tanah remah bercampur gambut. Tanah penutup jangan ditekan tapi dangkel jangan sampai bergerak. Tanah lapisan atas dimasukkan sampai separuh lubang apabila mungkin di campur puing – puing. Akar – akar dibenamkan pada tanah penutup lubang dan pangkalnya agak ditekan sedikit ke dalam tanah.

    Perawatan Tanaman Budidaya Sagu

    Pemeliharaan lahan budidaya sagu meliputi penyiangan dan pengendalian gulma, pemberian pupuk, pemberantasan hama, dan pemanenan.

    Ketika tanaman budidaya sagu berumur 3 hingga 4 tahun dilakukan penyiangan atau pembersihan gulma, karena apabila tidak dilakukan penyiangan maka hama dan penyakit akan mudah menyerang tanaman sagu tersebut.

    Selain itu dengan adanya gulma membuat kebun berpotensi lebih besar dilanda kebakaran. Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan sabit, cangkul, tangan dan lain sebagainya.

    Hasil penyiangan di lahan budidaya sagu tersebut dapat dipendam maupun dibuat pupuk kompos. Akan tetapi apabila terdapat hama pada gulma, maka sebaiknya gulma tersebut dibakar dan abunya dapat dijadikan sebagai pupuk.

    Tanaman budidaya sagu membutuhkan unsur hara diantaranya kalium, kalsium dan magnesium oleh karenanya diperlukan pemupukan untuk mendapat hasil yang maksimal.

    Pemberian pupuk untuk tanaman budidaya sagu dapat dilakukan dengan cara membenamkan pupuk ke dalam tanah, hal ini bertujuan agar pupuk tidak terbawa air sebelum diserap oleh akar dari tanaman sagu yang ditanam di daerah rawa atau dataran rendah.

    Pemupukan dilakukan secara melingkar pada sekeliling rumpun. Pupuk yang diberikan pada tanaman sagu yang masih muda dilakukan hingga 1 tahun menjelang masa panen dengan dilakukan 1 hingga 2 kali selama setahun pada awal musim hujan.

    Untuk memudahkan pada saat panen, maka pohon tanaman budidaya sagu dipotong hingga mendekati bagian akar.

    Pemotongan dapat menggunakan gergaji mesin maupun kampak. Batang sagu dibersihkan dari pelepah, hingga hanya menyisakan bagian gelondongan batang sagu saja yaitu sepanjang 6 hingga 15 m.

    Untuk memudahkan pada saat pengangkutan, gelondongan pohon tanaman budidaya sagu dipotong menjadi 1 hingga 2 meter. Berat dari masing-masing gelondongan yaitu kurang lebih 120 kg.(dari berbagai sumber)

    Baca Juga:

    Mengenal Bibit dan Teknik Perbanyakan Tanaman Budidaya Sagu

    Pemanfaatan Tanaman Budidaya Sagu di Indonesia

    Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Sagu

    Tips Pemanenan Hasil Budidaya Sagu

› tags: Budidaya Sagu /