Budidaya sapi sapi dengan beberapa pendekatan terpadu adalah suatu pendekatan inovasi komponen teknologi yang dilakukan untuk peningkatan produktivitas ternak sapi. Foto: agribisnis.co.id

Peningkatan Produktivitas Budidaya Sapi dengan Inovasi Tepat Guna

March 10, 2017 - Tips Budidaya / Uncategorized

Pada budidaya sapi, penerapan teknologi inovatif tepat guna yang dilaksanakan secara sederhana dipercaya sudah dapat membantu peternak untuk meningkatkan produktivitasnya. Budidaya sapi sapi dengan beberapa pendekatan terpadu adalah suatu pendekatan inovasi komponen teknologi yang dilakukan untuk peningkatan produktivitas ternak sapi melalui 5 (lima) komponen pendekatan, yaitu Pengoptimalan pakan yang sudah ada, Introduksi dan penggunaan tanaman hijauan pakan, Perhitungan dan perencanaan pakan budidaya sapi, Perbaikan pakan dan penyapihan dini anakan budidaya sapi, dan Pengaturan waktu kawin indukan budidaya sapi.

Model budidaya sapi ini sudah pernah dicobakan dalam program kegiatan ACIAR Australia bekerjasama dengan BPTP Sulawesi Selatan, UNHAS Makassar dan Dinas Peternakan. Provinsi Sulawesi Selatan serta Dinas Peternakan di tiga Kabupaten yaitu Barru, Bone dan Gowa, Kegiatan ini disebut dengan kode progam :ACIAR- SMAR/2006/061. Program budidaya sapi model ini berlangsung selama 3 tahun yang merupakan kelanjutan dari program sejenis beberapa tahun sebelumnya. Program ini melibatkan tenaga ahli dibidang hijauan pakan ternak dan reproduksi terbaik serta tenaga penyuluh lapang dibantu tenaga muda lulusan sarjana pertanian yang sengaja direkrut serta yang tak kurang perannya adalah partisipasi petani di setiap lokasi program tersebut.

Kelima komponen pendekatan tersebut tentunya perlu didukung oleh komponen pendekatan lainnya, seperti sistim perkandangan, kesehatan ternak, kelembagaan peternak dan lain-lain. Namun demikian dengan menerapkan ke lima komponen pendekatan  sapi potong tersebut maka komponen pendukung lainnya diharapkan akan menyertainya menuju peningkatan produktivitas budidaya sapi.

Pengoptimalan Pakan Budidaya Sapi yang Sudah Ada

Pada budidaya sapi, pengoptimalan atau memanfaatkan dengan baik dan maksimal pakan lokal yang sudah ada, antara lain yakni rumput lapang, rumput gajah dan limbah tanaman, seperti jerami padi, sisa daun kacang tanah, sisa daun dan batang jagung, dan sisa tanaman lainnya. Limbah tanaman yang berlimpah memiliki nilai gizi yang rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan nilai gizinya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, antara lain dengan amonisi urea pada jerami padi atau penggunaan probiotik berupa mikro-organisme pengurai bahan pakan untuk ternak budidaya sapi.

Penyimpanan pakan budidaya sapi dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan pakan di musim kemarau. Pada puncak kemarau pakan berupa hijauan segar mulai berkurang, maka limbah tanaman seperti jerami kacang tanah, jerami padi dan limbah lainnya dapat diberikan pada ternak budidaya sapi.

Introduksi dan Penggunaan Tanaman Hijauan Pakan Budidaya Sapi

Pada budidaya sapi,introduksi dan penggunaan tanaman hijauan pakan dimaksudkan adalah menanam tanaman hijauan pakan pada lahan yang masih kosong atau pada lahan sempit, misalnya pada tampingan teras bangku, tanam secara strip mengikuti garis kontur lahan dan menanam sepanjang pagar pembatas lahan. Berbagai jenis rumput dan jenis leguminosa dapat ditanam antara lain Paspalum atratum, Brachiaria hibrid cv Mulato, Setaria sphacelata, Panicum maximum, Clitoria ternatea, Centrosema pubescens dan Stylosanthes guianensis. Jenis-jenis tersebut sudah dapat berdaptasi dan menghasilkan hijauan pakan yang bergizi tinggi untuk ternak budidaya sapi.

Pada dasarnya rumput lapang atau rumput alam yang ada d ilahan petani dapat dijadikan sumber hijauan pakan ternak budidaya sapi, namun produksinya rendah dan nilai gizinya juga kurang. Beberapa jenis rumput introduksi dapat dijadikan sumber hijauan pakan yang berproduksi tinggi dengan nilai gizi yang baik dapat dibudidayakan pada lahan-lahan yang masih kosong misalnya sepanjang pinggir pagar pembatas lahan, pada tampingan teras bangku, lahan yang berlereng secara strip/lajur memotong kemiringan lereng.

 Budidaya sapi sapi dengan beberapa pendekatan terpadu adalah suatu pendekatan inovasi komponen teknologi yang dilakukan untuk peningkatan produktivitas ternak sapi. Foto: agribisnis.co.id

Budidaya sapi sapi dengan beberapa pendekatan terpadu adalah suatu pendekatan inovasi komponen teknologi yang dilakukan untuk peningkatan produktivitas ternak sapi. Foto: agribisnis.co.id

Perhitungan dan Perencanaan Pakan Budidaya Sapi

Perhitungan dan perencanaan pakan budidaya sapi dimaksudkan adalah menghitung dan merencanakan kebutuhan pakan yang diperlukan untuk sapi yang dipelihara, sehingga dapat disiapkan sejumlah pakan untuk sejumlah sapi yang dipelihara. Hal ini penting agar kesinambungan dan ketersediaan pakan dapat terjamin sepanjang tahun melalui perhitungan kebutuhan pakan dan perencanaan yang tepat dalam pengelolaan budidaya sapi.

Saat merencanakan ke butuhan pakan untuk ternak budidaya sapi,  yang perlu diperhatikan dalah kebutuhan hijauan seekor ternak dan produksi hijauan yang diperoleh setahun, dengan produksi hijauan yang dihasilkan dalam setahun, sehingga dapat diketahui berapa luas lahan yang disiapkan.

Misalnya seekor sapi dewasa yang beratnya 275 kg, maka kebutuhan hijauan segar adalah 12% dari beratnya adalah 33 kg per hari, atau sama dengan 12 ton per tahun hijauan segar. Produksi hijauan dari beberapa jenis rumput-rumputan dapat menghasilkan sampai 120 ton per ha per tahun dengan beberapa kali panen. Ini berarti untuk 12 ton hijauan segar dapat dihasilkan dari lahan seluas 0,1 ha atau 30m x 33m.

Perbaikan Pakan dan Penyapihan Dini Anakan Budidaya Sapi

Penyapihan dini anakan budidaya sapi dan perbaikan pakan dimaksud adalah pemisahan anak dari induknya dilakukan pada anak sapi umur 7 bulan tetapi dengan syarat bahwa setelah dipisah dari induknya maka anak sapi tersebut diberi pakan yang bergizi. Pemisahan anak dari induknya dilakukan hanya kalau pakan yang bergizi sudah cukup tersedia. Hal ini dimaksudkan agar anak sapi yang masih dalam proses pertumbuhan dapat asupan pakan yang bergizi.

Usaha peningkatan laju reproduksi untuk memproduksi anakan budidaya sapi dapat dicapai melalui penyapihan dini dan suplementasi pakan untuk anak yang disapih dan induknya (Clark, et. al., 1995). Menurut Wirdahayati dan Bamualim (1990) bahwa anak sapi yang masih menyusu sama induknya lebih dari 6 bulan sudah tidak efektif lagi, harus segera disapih karena produksi susu induk sapi Bali hanya mencukupi kebutuhan anak sapi hingga minggu ke-10 periode menyusui atau 2,5 bulan, pada periode berikutnya produksi susu indukan budidaya sapi sudah menurun.

Pengaturan Waktu Kawin Ternak Budidaya Sapi

Pengaturan waktu kawin bakal indukan budidaya sapi dimaksudkan adalah mengawinkan induk sapi tepat waktu pada saat berahi. Induk sapi yang telah melahirkan dapat dikawinkan kembali setelah 3 bulan, dengan demikian dalam kurun waktu setiap 12 bulan dapat melahirkan anak, atau dengan kata lain setiap tahun melahirkan anak. Hal ini penting dilakukan agar interval kelahiran yang teratur, oleh sebab itu perlu ketersediaan pejantan unggul setiap saat.

Demikianlah informasi seputar pengelolaan budidaya sapi untuk peningkatan produktivitas sapi dapat dilakukan dengan penerapan komponen teknologi secara terpadu. (dari berbagai sumber)

Baca Juga:

Melihat Peluang Budidaya Sapi Di Indonesia

Analisis Dan Proposal Bisnis Usaha Budidaya Sapi

› tags: Budidaya Sapi /