Dengan pengenalan sejak dini, petani budidaya sagu dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memelihara kebunnya dari serangan hama dan penyakit tersebut. Foto: heropurba.blogspot.co.id

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Sagu

January 23, 2017 - Tips Budidaya / Uncategorized

Tanaman budidaya sagu juga tak luput dari serangan hama dan penyakit. Namun demikian, petani budidaya sagu tak perlu panik menghadapi serangan hama dan penyakit tersebut. Pencegahan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan memelihara kebersihan dan sanitasi di lahan budidaya sagu.

Selain itu, pengenalan terhadap hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman budidaya sagu juga dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Dengan pengenalan sejak dini, petani budidaya sagu dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memelihara kebunnya dari serangan hama dan penyakit tersebut.

Pengendalian Hama Pada Budidaya Sagu

Pada budidaya sagu, selain potensi serangan penyakit, terdapat pula hama yang dapat mengurangi hasil panen. Beberapa jenis hama yang dapat menganggu budidaya sagu yakni antara lain kumbang, ulat daun, babi hutan, serta kera.

Serangan Kumbang pada tanaman budidaya sagu ditandai dengan adanya lubang pada pucuk daun sagu yang merupakan gerekan dari kumbang. Setelah berkembang terlihat terpotong seperti digunting dengan bentuk segitiga.

Untuk mengendalikan hama jenis ini dapat dilakukan dengan cara biologis dan cara mekanis. Pengendalian secara biologos dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami dari kumbang tersebut. Sedangkan pengendalian secara mekanis dilakukan dengan menebang dan membakar tanaman budidaya sagu yang diserang oleh hama jenis ini.

Selain itu adapula Rhynochophorus sp. atau yang lebih dikenal dengan nama kumbang sagu juga dapat menyerang tanaman budidaya. Kumbang sagu menyerang tanaman sagu melalui serangan sekunder. Apabila hama ini menyerang pada titik tumbuh tanaman sagu dapat membuat pohon tanaman budidaya sagu menjadi mati. Seperti halnya kumbang, hama kumbang sagu juga dapat dikendalikan dengan cara biologis dan cara mekanis.

Selanjutnya ada ulat daun artona yang dapat merusak tanaman budidaya sagu pada bagian daunnya. Akan tetapi selain menyerang daun tanaman sagu, hama ulat daun artona juga menyerang daging buah tanaman sagu. Hama ini menyerang jaringan bagian dalam daun dari tanaman sagu. Untuk mengatasi serangan dari ulat daun dapat dikendalikan dengan cara mekanis dan cara biologis.

Hama lain yang dapat merusak tanaman budidaya sagu adalah kera. Hewan ini kerap merusak tanaman budidaya sagu pada bagian yang masih muda dan selalu merusak tanaman sagu lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Untuk mengendalikan serangan yang dilakukan oleh kera dapat dilakukan dengan memburu serta membunuhnya, hal ini bertujuan agar populasi dari hama ini dapat terkendali.

Sementara, hama babi hutan menyerang tanaman budidaya sagu pada tingkat semai dan sapihan yaitu pada saat tanaman sagu berumur 1 hingga 3 tahun. Babi hutan menyerang tanaman sagu dengan cara memakan umbut atau pucuk dari batang tanaman sagu yang masih muda.

Seperti halnya pengendalian yang dilakukan karena serangan kera, pengendalian akibat serangan babi hutan juga dapat dilakukan dengan membunuh dan memburu hama tersebut agar populasinya dapat terkendali.

Dengan pengenalan sejak dini, petani budidaya sagu dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memelihara kebunnya dari serangan hama dan penyakit tersebut. Foto: heropurba.blogspot.co.id

Dengan pengenalan sejak dini, petani budidaya sagu dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memelihara kebunnya dari serangan hama dan penyakit tersebut. Foto: heropurba.blogspot.co.id

Penyakit Tanaman Budidaya Sagu

Tanaman budidaya sagu juga memiliki risiko serangan penyakit yang dapat mengurangi tingkat produksi bahkan membuat tanaman budidaya sagu menjadi layu dan mati. Pada budidaya sagu, penyakit yang umumnya menyerang dan menginfeksi tanaman sagu yaitu penyakit bercak kering.

Penyakit bercak kering yang menyerang tanaman budidaya sagu ini disebabkan oleh jenis cendawan Cercospora. Penyakit ini menyerang tanaman budidaya sagu dengan ditandai adanya bercak-bercak berwarna coklat pada bagian daun.

Serangan penyakit bercak kering pada tanaman budidaya sagu ini dapat membuat daun berlubang-lubang. Apabila serangan penyakit bercak kuning ini semakin parah, maka akan membuat kanopi tanaman budidaya sagu tampak meranggas.

Petani budidaya sagu dapat mengatasi serangan penyakit bercak kering ini dengan menggunakan fungisida. Sementara langkah pencegahan dan pengendalian penyakit bercak kering yang menyerang tanaman budidaya sagu adalah dengan memperhatikan sanitasi di lahan budidaya sagu.

Pada budidaya sagu, pengendalian gulma dapat diperjarang atau dihentikan sama sekali bila sagu sudah berumur lima tahun ke atas. Pengendalian secara mekanis adalah gulma dibersihkan dan dimatikan dengan sabit, parang, cangkul, dan sebagainya. Gulma hasil penyiangan dijadikan pupuk kompos. Sedangkan secara kimiawi adalah dengan cara penyemprotan herbisida yang dilakukan secara teratur, misalnya 2-4 minggu sekali, disesuaikan dengan kondisi gulmanya. Herbisida yang dianjurkan adalah herbisida kontak, seperti PARACOL.

Pengendalian secara kultur teknis dilakukan jika lahan budidaya sagu tidak diganggu banjir dan kondisi tanah tidak terlalu basah. Caranya dengan menanam tanaman penutup tanah leguminosa (Leguminosa Ground Cover=LCG). Dengan penanaman LCG, maka akan diperoleh manfaat ganda, yaitu pertumbuhan gulma dapat ditekan semaksimal mungkin dan tanah mendapat perbaikan kondisi kimiawi, biologis, dan fisis. LCG yang dapat digunakan adalah: Calopogonium sp.; Centrocema sp.; Vigna husei.

Demikianlah informasi seputar penyakit dan hama tanaman budidaya sagu, berikut dampak serangan dan tips pengendaliannya, semoga bermanfaat (dari berbagai sumber).

Baca Juga:

Mengenal Bibit dan Teknik Perbanyakan Tanaman Budidaya Sagu

Pemanfaatan Tanaman Budidaya Sagu di Indonesia

Penyiapan Lahan dan Perawatan Tanaman Budidaya Sagu

Tips Pemanenan Hasil Budidaya Sagu

 

› tags: Budidaya Sagu / Hama dan penyakit /