Pemilihan Benih dan Penanaman di Lahan Budidaya Gambas

August 25, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya gambas atau oyong akan optimal jika dibudidayakan di lahan bersuhu 18–24 °C, dan kelembaban 50-60%. Tanaman budidaya gambas atau oyong memerlukan iklim kering dengan ketersediaan air yang mencukupi untuk sepanjang musim.

Lahan budidaya gambas yang terbaik adalah lahan yang memiliki kandungan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, serta mempunyai pH 5,5–6,8. Budidaya gambas atau oyong paling baik dilaksanakan di jenis tanah liat berpasir, misalnya tanah latosol, aluvial, dan podsolik merah kuning atau PMK.

Benih Budidaya Gambas atau Oyong

Budidaya gambas atau oyong sebaiknya menggunakan benih unggul yang direkomendasikan seperti San-C, Ping-Ann, Miriam, san-C No. 2 (asal Known You Seed, Taiwan), dan Samson. Benih budidaya gambas atau oyong yang dibutuhkan untuk budidaya di lahan seluas satu hektar adalah sekitar 5 hingga 10 kilogram.

Untuk memproduksi benih sendiri dapat dilakukan dengan melakukan panen budidaya gambas atau oyong kurang lebih 110 hari setelah semai (di dataran tinggi) ditandai dengan buah yang telah berwarna coklat, kering, dan bijinya berwarna hitam.

Sayuran hasil budidaya gambas atau oyong dipotong melintang, bijinya dikeluarkan, dibungkus kertas dan dikeringkan hingga kadar air 8%. Selanjutnya biji budidaya gambas disimpan dalam stoples yang tertutup rapat.

Benih budidaya gambas atau oyong dapat ditanam langsung di lapangan dengan menggunakan para-para atau teralis untuk tempat merambatnya sulur. Apabila rambatan belum siap dan persediaan benih terbatas, benih dapat disemaikan dulu menggunakan kantung plastik hitam yang berdiameter 5 cm yang diisi 2 benih/kantung.

Pada budidaya gambas atau oyong media yang digunakan untuk persemaian berupa media pupuk kandang dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1:1. Bibit dapat dipindah ke lapangan pada umur 15-21 hari atau setelah berdaun 3-5 helai.

Penyiapan Lahan dan Penanaman di Lahan Budidaya Gambas

Pembajakan tanah di lahan budidaya gambas atau oyong dilakukan minimal 20 hari sebelum tanam. Pembajakan dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki aerasi dan struktur tanah di lahan budidaya gambas. Selanjutnya, lahan budidaya gambas atau oyong dibersihkan dari semak-semak dan gulma atau tanaman penganggu lainnya.

Pengolahan lahan budidaya gambas atau oyong dapat dilakukan setidaknya dengan 3 cara:

1. Sistem lubang tanam
Tanah dicangkul sampai gembur. Kemudian dibuat lubang tanam dengan ukuran 200 cm x 60 cm atau 200 cm x 100 cm. Masukkan pupuk kandang 1-2 kg/lubang tanam.

2. Sistem bedengan
Tanah dicangkul hingga gembur, kemudian dibuat bedengan dengan ukuran lebar 260 cm, panjang disesuaikan dengan keadaan lahan, tinggi ±30 cm, dan jarak antar bedengan ± 60 cm. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 200 x 60 cm atau 200 x 100 cm kemudian masukkan pupuk kandang 1-2 kg/lubang tanam.

3. Sistem guludan
Tanah dicangkul sampai gembur, buat guludan selebar 60 cm, tinggi 30 cm, dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan dengan jarak antar guludan ± 140 cm, kemudian masukkan pupuk kandang 1-2 kg/lubang tanam.

Pada budidaya gambas penanaman dilakukan pada umur bibit 7-8 hari (keluar 2 daun) setelah benih disemai. Sebelum penanaman di lahan budidaya gambas dilakukan, lakukan sortase atau pemilihan bibit yang baik. Pada bibit budidaya gambas yang telah disiapkan untuk ditanam, berikan larutan fungisidan dan bakterisida. Foto: beritadaerah.co.id

Selanjutnya dilakukan pemupukan dasar pada lahan buddiaya gambas dengan menggunakan Fertilizer : NPK (35-45 g/m2) atau campuran N,P,K 2:1:1. Kemudian dapat pula ditambahkan dolomit: 1 kg/5m persegi dan manure: 1 kg/m persegi.

Pada budidaya gambas penanaman dilakukan pada umur bibit 7-8 hari (keluar 2 daun) setelah benih disemai. Sebelum penanaman di lahan budidaya gambas dilakukan, lakukan sortase atau pemilihan bibit yang baik. Pada bibit budidaya gambas yang telah disiapkan untuk ditanam, berikan larutan fungisidan dan bakterisida.

Sebelum penanaman di lahan budidaya gambas dilaksanakan pastikan lahan telah terairi dengan baik. Penanaman di lahan harus dilakukan dengan benar, posisi bibit jangan sampai menyentuh mulsa plastik.

Benih budidaya gambas atau oyong ditanam secara langsung atau melalui pesemaian. Bila ditanam secara langsung, masukkan biji oyong sebanyak 2-3 butir tiap lubang tanam, kemudian tutup dengan tanah setebal 1-1,5 cm.

Demikianlah informasi dan tips seputar budidaya gambas atau oyong, terutama mengenai pemilihan benih, penyiapan dan penanaman di lahan budidaya gambas (dari berbagai sumber).