Pemeliharaan Tanaman di Kebun Budidaya Talas

September 19, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya talas yang dilakukan di pekarangan maupun di ladang sebaiknya dimulai pada musim penghujan karena penanaman pada musim hujan. Alasannya, pada musim hujan kebutuhan air untuk pertumbuhan tanaman budidaya talas akan selalu tercukupi.

Sedangkan budidaya talas di lahan sawah dapat dilakukan pada musim kemarau namun pada daerah daerah yang mempunyai curah hujan yang hampir merata sepanjang tahun, budidaya talas dapat dilakukan setiap saat.

Pemeliharaan Tanaman Budidaya Talas

Dalam budidaya talas , pemeliharaan tanaman talas yang perlu diperhatikan diantaranya meliputi penyulaman, penyiangan, pemangkasan, pembubunan, pengurangan anakan dan sulur, serta pengairan.

a. Penyulaman

Penyulaman pada tanaman budidaya talas dilakukan paling lambat 15 hari setelah tanam dengan menggunakan bibit yang berukuran sama dengan bibit yang digunakan sebelumnya.

b. Penyiangan

Penyiangan di lahan budidaya talas dilakukan apabila populasi gulma cukup tinggi sehingga dengan adanya sejumlah gulma diperkirakan akan dapat menurunkan hasil serta menjadi sumber berkembangnya hama dan penyakit.

Biasanya penyiangan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada umur 1 bulan, 75 hari dan 5 bulan setelah tanam. Penyiangan dapat dilakukan secara mekanis dengan menggunakan cangkul, mencabut atau membabat dan dapat juga secara kimiawi yaitu dengan menggunakan herbisida.

c. Pemangkasan daun

Pemangkasan daun tanaman budidaya talas biasanya dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 bulan, 4 bulan dan 5 bulan. Tujuan dari pemangkasan daun adalah untuk meningkatkan produksi umbi talas serta memperoleh hasil sampingan berupa daun, tangkai dan pelepah talas yang dapat digunakan sebagai sayuran atau bahan pakan ternak.
Untuk mendapatkan hasil umbi yang optimal sebaiknya pemangkasan daun yang dilakukan adalah pemangkasan ringan yaitu dengan memangkas daundaun tua dan menyisakan sekurang-kurangnya 4 (empat) daun termuda.

d. Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan secara bertahap dengan cara meninggikan tanah yang berada disekitar pangkal tanaman budidaya talas yang dilakukan pada setiap bulan sekali sampai pada fase berumbi (keluarnya umbi).

Pembumbunan diantaranya dimaksudkan untuk mengurangi jumlah anakan yang terjadi yang dapat menjadi saingan bagi tanaman induk dalam memperebutkan makanan. Dengan demikian umbi yang akan dihasilkan memiliki ukuran yang besar, mutunya baik dan tingkat produksinya juga optimal.

e. Pengurangan anakan dan sulur

Anakan dan sulur pada tanaman budidaya talas selalu terbentuk dan timbul di sekitar tanaman induk. Jumlah anakan dan sulur harus dilakukan pengurangan karena jika dibiarkan maka akan menjadi tumbuhan talas baru yang akan menjadi saingan tanaman induk dalam memperebutkan makanan sehingga umbi yang diperoleh tanaman induk ukurannya akan lebih kecil, dan hasil per hektarnya akan berkurang.

Supaya tanaman induk tidak mengalami kerusakan pada saat mengambil anakan atau sulur maka cara mengambil anakan atau sulur tersebut harus dilakukan secara hati-hati yaitu dengan menggali tanah sekitar anakan dengan menggunakan sabit. Selanjutnya anakan atau sulur tersebut dipotong dengan mengikut sertakan umbi dan sebagian akarnya; namun jangan sampai merusak akar dari tanaman induknya. Setelah anakan diambil, galian diurug kembali dengan tanah sekaligus sambil membersihkan gulma yang tumbuh disekitarnya.

Pengurangan anakan dan sulur kecuali dimaksudkan agar pertumbuhan tanaman induk tidak terganggu; juga dimaksudkan sebagai penyediaan bibit dan untuk mendapatkan bahanbahan sayuran.

f. Pengairan Lahan Budidaya Talas

Tanaman budidaya talas yang diusahakan di kebun, tegalan dan di lahan sawah pada musim kemarau harus diperhatikan agar bisa mendapat air secara cukup. Pemberian air biasanya dilakukan dengan cara penyiraman. Pada tanaman talas yang diusahakan di kebun pada musim hujan maka pengairan tidak menjadi masalah; namun yang terpenting adalah harus dijaga agar dapat membuang air secara tuntas (tanah jangan tergenang). Oleh karena itu pembuatan saluran pembuangan di sekeliling maupun dibagian tengah lahan harus dilakukan.

Tanaman budidaya talas yang diusahakan di lahan sawah, pemberian air pengairan dapat dilakukan dengan cara menyiram air dari got yang berada di sekitar lahan atau dapat juga dengan cara menggenangi selama sehari semalam, kemudian air dibuang kembali sampai tuntas melalui saluran drainase.

Dalam budidaya talas, pemeliharaan tanaman talas yang perlu diperhatikan diantaranya meliputi penyulaman, penyiangan, pemangkasan, pembubunan, pengurangan anakan dan sulur, dan pengairan. Foto: wikimedia.org

Pengendalian OPT di Lahan Budidaya Talas

Organisme pengganggu tanaman (hama dan penyakit) yang menyerang tanaman budidaya talas dapat menganggu pertumbuhan tanaman. Oleh karenanya hama dan penyakit tanaman budidaya talas harus dikendalikan.

a. Hama Tanaman Budidaya Talas

Kebanyakan jenis hama yang menyerang tanaman budidaya talas adalah ulat/lundi yang merusak perakaran atau kulit dari umbi talas. Tanaman yang terserang ulat/lundi tersebut memperlihatkan gejala seperti layu daun.

Pengendalian hama ulat pada tanaman budidaya talas ini biasanya dilakukan secara mekanis yaitu dengan mencari dan memusnahkan ulat/lundi tersebut. Pencarian ulat/lundi dilakukan pada saat dilaksanakanya kegiatan pembumbunan.

b. Penyakit Tanaman Budidaya Talas

Tanaman budidaya talas yang seringkali menderita gangguan penyakit adalah pada pertanaman yang diusahakan di lahan-lahan yang becek; sedangkan pada lahan yang kering umumnya hampir tidak pernah ditemukan adanya gangguan penyakit. Jenis penyakit yang biasanya menyerang pertanaman talas adalah : penyakit bercak daun, penyakit kering pada daun.

1. Penyakit bercak daun

Pada permukaan bagian atas daun yang terserang penyakit ini kelihatan adanya bercak-bercak berwarna merah coklat yang pada awalnya hanya berupa titik ungu yang kadang-kadang dikelilingi seperti bentuk cincin yang berwarna kuning. Semakin lama titik yang berwarna kuning tersebut semakin melebar dan mengeluarkan cairan kental, akhirnya daun menjadi kering dan daun yang terserang penyakit nampak seperti disobek-sobek.

Cara pengendaliannya adalah dengan membuang bagian daun yang terserang, kemudian dibakar; atau dapat juga secara kimiawi yaitu dengan menggunakan Fungisida.

2. Penyakit kering pada daun

Pada permukaan bagian atas atau tepi daun yang terserang mula-mula nampak bintik-bintik berwarna coklat muda. Kemudian bintik-bintik tersebut berubah menjadi bercak-bercak tanpa dikelilingi semacam cincin sebagaimana yang terjadi pada serangan penyakit bercak daun.

Lama-kelamaan bercak akan semakin melebar. Bercak-bercak yang letaknya berdekatan akan menyatu dan akhirnya daun menjadi kering. Jika serangan dimulai dari tepi daun maka pada tepi daun tersebut akan nampak terlipat ke atas.

Serangan kedua jenis penyakit tersebut dapat menyebabkan terhalangnya pembentukan umbi talas sehingga umbiumbi yang diperoleh menjadi kecil-kecil dan produksi umbi maupun produksi daunnya akan menurun. Cara pengendalian kedua penyakit tersebut dapat dilakukan dengan pemberantasan langsung misalnya penyemprotan dengan menggunakan fungisida.

Pemusnahan terhadap tanaman budidaya talas yang terserang penyakit dan tidak menanam talas untuk jangka waktu tertentu sekurangkurangnya satu musim. Pemberantasan juga dapat dilakukan secara tidak langsung yaitu dengan memusnahkan daundaun tanaman yang terserang penyakit atau dengan menanam jenis tanaman budidaya talas yang tahan terhadap serangan penyakit tersebut (dari berbagai sumber).