Pemeliharaan, Pengendalian Hama Penyakit, dan Pemanenan Hasil Budidaya Gambas

August 25, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Pemeliharaan tanaman budidaya gambas atau oyong yang biasa dilakukan adalah pemangkasan daun, apabila daun terlalu rimbun, penyiraman dan penyiangan, pemasangan sulur, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.

Pemangkasan daun tanaman budidaya gambas dilakukan dengan cara memangkas cabang-cabang dilakukan pada cabang yang ada pada ruas pertama dan kelima.Pemangkasan daun tanaman budidaya gambas dilakukan dengan tujuan agar pertumbuhan vertical tanaman menjadi lebih cepat.

Pada budidaya gambas atau oyong, pemasangan rambatan atau para–para dilakukan saat tanaman berumur 10-15 hari setelah tanam. Para–para bisa berbentuk huruf A, setengah lengkung, lengkungan atau persegi panjang. Sulur tanaman budidaya gambas harus dirambatkan agar pertumbuhannya sesuai dengan arah lanjaran.

Pada budidaya gambas, selama satu musim tanam dilakukan pemupukan dengan pupuk buatan NPK (16:16:16) 300 kg + Urea 100 kg per hektar. Pemupukan di lahan budidaya gambas dilaksanakan pada saat tanam, 2, 4, 6 dan 8 minggu setelah tanam dengan dosis masing–masing seperlima takaran dari total dosis yang dianjurkan.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Budidaya Gambas

Budidaya gambas atau oyong juga memiliki risiko serangan hama dan penyakit. Adapun penyakit yang berpotensi menyerang tanaman budidaya gambas antara lain downey mildew (Pseudoperonospora sp.), powdery mildew (Erisipe sp.), layu bakteri/Fusarium, dan busuk buah (Phytium aphanidermatum).

Sementara hama yang dapat menyerang tanaman budidaya gambas antara lain adalah ulat tanah (Agrotis ipsilon), ulat grayak (Spodoptera litura), nematoda (Meloidogyne sp.), leaf miner (Liriomyza sp.), dan lalat buah (Bractochera sp.)

Pengendalian hama dan penyakit tanaman budidaya gambas dapat menggunakan pestisida, herbisida, maupun insektisida. Namun perlu diperhatikan penggunaannya harus tepat dan sesuai dosis yang ditentukan.

Langkah terbaik dalam pengendalian hama dan penyakit budidaya gambas adalah dengan pemeliharaan kebersihan kebun, drainase dan pengairan, serta yang terpenting adalah pemilihan benih budidaya gambas.

Penanganan Panen dan Pascapanen Sayuran Budidaya Gambas


Sayuran budidaya gambas atau oyong mudah rusak sehingga pengemasan yang baik sangat diperlukan untuk memperpanjang daya simpan, terutama jika untuk pengiriman jarak jauh. Pada suhu 12-16 derajat celcius, sayuran budidaya gambas atau oyong bisa disimpan sampai 2-3 minggu. Foto: partnerherbal.com

Pemanenan hasil budidaya gambas atau oyong dapat dilakukan berulang-ulang. Panen pertama dilakukan pada saat tanaman budidaya gambas berumur 40-70 hari setelah tanam.

Ciri-ciri umum tanaman budidaya gambas atau oyong yang siap dipanen antara lain adalah buah berukuran maksimum, tidak terlalu tua, belum berserat, dan mudah dipatahkan. Produksi tanaman budidaya gambas atau oyong setiap tanaman mencapai 15-20 buah dan 8-12 ton per hektar.

Sayuran budidaya gambas atau oyong mudah rusak sehingga pengemasan yang baik sangat diperlukan untuk memperpanjang daya simpan, terutama jika untuk pengiriman jarak jauh. Pada suhu 12-16 derajat celcius, sayuran budidaya gambas atau oyong bisa disimpan sampai 2-3 minggu (dari berbagai sumber).