Tepung hasil olahan tanaman budidaya sagu seringkali tertukar dalam hal penamaan karena memiliki karakter yang hampir mirip dengan tepung tapioka. Foto: sp.beritasatu.com

Pemanfaatan Tanaman Budidaya Sagu di Indonesia

December 29, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Produksi tanaman budidaya sagu di Indonesia sebagian besar diolah menjadi tepung dan menjadi makanan pokok bagi masyarakat wilayah timur, seperti sebagian Sulawesi, Papua dan Maluku. Tepung hasil olahan tanaman budidaya sagu seringkali tertukar dalam hal penamaan karena memiliki karakter yang hampir mirip dengan tepung tapioka.

Hasil produksi tanaman budidaya sagu di nusantara dikonsumsi dalam beragam variasi makanan. Seperti bubur sagu, bahan campuran kue, puding, papeda (makanan khas Maluku yang dimakan dengan ikan cakalang). Olahan ini memang sangat enak untuk dikonsumsi, rasanya yang lezat dan manis dapat membuat perut kita terasa kenyang.

Yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas adalah bubur mutiara. Mutiara ini terbuat dari sari pati sagu yang dibentuk bola-bola kecil, paling enak jika dimakan dengan kuah santan yang gurih dan manis. Tepung hasil budidaya sagu juga berguna untuk membuat kue, dan sebagai larutan pengental pada masakan.

Tepung sagu tidak boleh dianggap remeh karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Sagu dapat dimasukkan dalam golongan makanaan pokok yang mengandung unsur karbohidrat tetapi tidak memiliki kadar gula yang berbahaya bagi tubuh. Karbohidrat pada tanaman budidaya sagu sama amannya dengan bahan makanan yang terbuat dari beras merah, jagung, ubi jalar, gandum dan lain lain.

Dari hasil penelitian dalam ukuran seratus gram tepung olahan hasil budidaya sagu kering mengandung sekitar 355 kalori dan di dalamnya terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, 1,2 mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat namun dalam jumlah yang sangat sedikit.

Tepung hasil olahan tanaman budidaya sagu seringkali tertukar dalam hal penamaan karena memiliki karakter yang hampir mirip dengan tepung tapioka. Foto: sp.beritasatu.com

Tepung hasil olahan tanaman budidaya sagu seringkali tertukar dalam hal penamaan karena memiliki karakter yang hampir mirip dengan tepung tapioka. Foto: sp.beritasatu.com

Mengenal Tanaman Budidaya Sagu

Tanaman budidaya sagu yang memiliki nama ilmiah Metroxylon sagu Rottb ini memiliki batang berbentuk silinder dan dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 10 hingga 15 meter. Pada batang tanaman budidaya sagu ini terdapat bagian yang mengandung karbohidrat dan menjadi tempat untuk menyimpan cadangan makanan.

Secara umum diameter batang tanaman budidaya sagu pada bagian bawah sedikit lebih besar apabila dibandingkan dengan bagian batang pada bagian atas. Batang sagu bagian bawah biasanya mengandung pati lebih banyak dari pada batang sagu pada bagian atas. Sistem perakaran pada tanaman sagu yaitu berjenis akar serabut.

Pohon tanaman budidaya sagu memiliki daun yang berbentuk agak lebar dan memanjang. Bentuk dari daun tanaman sagu menyerupai bentuk dari daun kelapa yaitu pada bagian daunnya memiliki pelepah yang serupa dengan daun pinang. Pelepah dari daun sagu tersusun secara berlapis, kemudian pelepah tersebut akan terlepas apabila sudah dewasa dan melekat di ruas batang secara sendiri – sendiri.

Tanaman budidaya sagu yang telah dewasa memiliki tangkai daun berjumlah 18 tangkai daun dengan panjang berkisar antara 5 hingga 7 meter. Pada setiap tangkai daun sagu terdapat kurang lebih 50 pasang daun dengan ukuran yang berbeda-beda. Ukuran daun tersebut berkisar antara 60 hingga 180 cm dan dengan lebar sekitar 5 cm.

Pada tanaman budidaya sagu yang sudah tua, tangkai daunnya akan terlepas sendiri dari batang. Tanaman sagu memiliki daun yang berwarna hijau muda pada saat daun sagu tersebut masih muda, kemudian warna dari daun sagu perlahan berubah menjadi hijau tua dan berubah lagi hingga menjadi warna coklat kemerahan apabila sudah matang dan tua.

Bunga tanaman budidaya sagu memiliki bunga majemuk yang terletak di ujung atau pucuk batang tanaman sagu. Bunga yang dimiliki oleh tanaman budidaya sagu ini berwarna merah agak kecoklatan dengan tersusun dalam manggar secara rapat serta memiliki cabang yang banyak. Bunga jantan dan bunga betina terdapat pada cabang pohon sagu.

Tanaman budidaya sagu yang telah tumbuh buah selanjutnya akan mati. Tanaman sagu yang akan ditumbuhi buah ditandai dengan tumbuhnya daun bendara. Buah akan tumbuh ketika tanaman sagu sudah berumur 10 hingga 15 tahun, tergantung dari jenisnya. Buah akan tumbuh apabila tanaman budidaya sagu tidak ditebang.

Tanaman budidaya sagu memiliki buah yang berbentuk bulat dan memiliki ukuran yang kecil dengan buah berwarna coklat agak kekuningan. Selain itu buah tanaman budidaya sagu memiliki sisik serta tersusun pada tandan.

Ragam Manfaat Tanaman Budidaya Sagu

Sebagai sumber pangan, tanaman budidaya sagu sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras. Meskipun kandungan gizi dari tepung sagu tidak begitu tinggi, namun sagu memiliki manfaat yang harus anda ketahui, diantaranya adalah sagu dapat berfungsi untuk melambatkan peningkatan kadar glukosa dalam darah, sehingga makanan sagu ini aman bagi penderita diabetes mellitus.

Tanaman budidaya sagu juga mengandung serat pangan yang juga berfungsi sebagai pre-biotik. Pre-biotik ini berfungsi menjaga mikroflora usus. Sagu juga berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita, mengurangi risiko terkena kanker usus, mengurangi risiko terkena kanker paru-paru.

Tanaman budidaya sagu bermanfaat untuk mengurangi kegemukan, bagus untuk anda yang bermasalah dengan berat badan berlebih. Karena tidak bersifat menggemukkan, maka mengkonsumsi sagu dianjurkan untuk orang yang sedang melakukan program diet. Sagu ini bersifat mengenyangkan tetapi tidak bikin gemuk. Bagi anda yang susah buang air besar, sagu juga bermanfaat untuk mempermudah buang air besar.

Adapun beberapa resep yang dapat anda jadikan referensi obat herbal di rumah dari manfaat hasil budidaya sagu yaitu :

1. Sagu membantu masalah kecantikan khsususnya kulit wajah: agar anda selalu tapil cantik dan kulit wajah halus dengan cara membuat masker dari sagu. Caranya dengan mencampurkan sagu dan air jeruk nipis lakukan pencampuran dan di tambah youghurt agar tidak menggumpal, saat sudah mengental lalu lakukan maskeran di wajah anda diamkan kurang lebih 20 menit kemudian bilas dengan air hangat, silahkan lakukan setiap hari agar wajah anda menjadi putih danhalus karena di percaya mampu membaung flek hitam pada wajah akibat polusi aktifitas dan sinar ultraviolet setiap hari.

2. Sagu membantu masalah biang keringat pada kulit: dengan mencampurkan sagu dengan sedikit air agar mengental anda dapat mengolesi bagian kulit yang terkena biang keringat, hal ini biasanya seringkali di derita oleh anak-anak. Maka dari itu penggunaaan sagu untuk menyembuhkan biang keringat merupakan obat herbal yang aman untuk kulit anak-anak.

3. Sagu membantu atasi jerawat: Karena sari pati sagu mampu membuka dan mengangkat kotoraan yang menyumbat pori pori dan bersifat mendinginkan kulit sehingga pembuluh darah disekitar wajah anda menjadi lebih santai. Dengan mencampurkan sagu dan putih telur untuk di jadikan maskeran pada wajah anda, ini mampu membantu mengangkat bakteri pada wajah dan mengankat kotoran pada wajah, lakukan maskeran sekitar 20 menit lamanya lalu bilas dengan air hangat. ramuan ini pun dapat membantu mengencangkan otot wajah jika sudah mengendur karenamampu menjaga kadar air alami di dalam kolagen yang terdapat dibawah kulit agar tetap normal.

4. Sagu membantu masalah kulit yang meradang: Karena pembuluh darah sekitar wajah tidak lancar dan kurang asupan air, Kulit wajah juga dapat meradang jika terus menerus terkontaminasi sinar matahari yang telah bercampur dengan radikal bebas, gunakan masker wajah dengan sagu karena fungsi ini untuk mendinginkan dan melancarkan peradaran darah pada wajah.

5. Sagu membantu masalah penuaan atau kerutan wajah: Lagi-lagi anda harus menggunakan maskeran dari sagu namun dengan campuran bahan alami lainnya yaitu oatmeal, madu asli dan air hangat, cara pengolahannya anda cukup mencampurkan semua bahan menjadi satu dan mengental, kemudian gunakanlah masker tersebut, anehnya resep ini ama ko untuk kulit anda yang sensitif.

6. Sagu sebagai obat herbal sakit maag atau nyeri perut: Dengan mencampurkan sagu sekitar 5 sendok makan dan air hangat dan campur dengan gula aren dan garam aduklah agar bahan tersebut merata usahakan kondisi ramuan dengan keenceran yang standar yaitu tidak encer dan tidak kental. Minumlah ramuan tersebut setiap hari agar hasil yang di dapat maksimal.

Demikianlah informasi singkat mengenai budidaya sagu di Indonesia, karakteristik tanamannya, hingga pemanfaatannya (dari berbagai sumber).

Baca Juga:

Mengenal Bibit dan Teknik Perbanyakan Tanaman Budidaya Sagu

Penyiapan Lahan dan Perawatan Tanaman Budidaya Sagu

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Sagu

Tips Pemanenan Hasil Budidaya Sagu

 

 

› tags: Budidaya Sagu / Manfaat Sagu / Mengenal Tanaman Budidaya Sagu /