Budidaya udang vannamei memiliki daya tarik karena udang introduksi yang satu ini memiliki sejumlah karakteristik yang diunggulkan, Foto :www.jurnalasia.com

Peluang Dan Kendala Budidaya Udang Vannamei

May 28, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya udang vanname i yang memiliki nama latin Litopenaeus Vannamei dikenal masyarakat sebagai budidaya udang putih yang berasal dari pantai Pasifik Barat, di kawasan Amerika Latin. Di habitas aslinya, udang vannamei bertelur di laut terbuka dan bermigrasi ke pantai pada fase post larva. Siklus hidup udang vannamei yakni berawal dari telur menjadi naupli kemudian mysis hingga post larva. Selanjutnya pada tahap juvenil mereka kembali ke laut hingga menjadi udang vannamei dewasa dan kembali bertelur.

Budidaya udang vannamei saat ini telah berkembang luas dan dikenal oleh pelaku budidaya udang di seluruh Indonesia. Foto: bbpbapjepara.djpb.kkp.go.id

Tubuh udang vannamie berbuku-buku dan terbentuk oleh dua cabang (biramous). Pada bagian badan terdapat 6 ruas serta 5 pasang kaki. Sementara bagian kepala udang vannamei terdiri dari antenula, antenna, mandibula, dua pasang maxillae, serta tiga pasang maxiliped.

Budidaya udang vannamei pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970 di Tahiti dan selanjutnya dibudidayakan di Hawaii, South Carolina, Texas, Belize, Nicaragua, Colombia, Venezuela, dan Brasil. Selanjutnya kesuksesan budidaya udang vannamei tersebar ke seluruh dunia.

Masyarakat Asia mulai mengenal budidaya udang vannamei pada tahun 1978 dan masuk ke Indonesia baru pada tahun 2001. Budidaya udang vannamei saat ini telah berkembang luas dan dikenal oleh pelaku budidaya udang di seluruh Indonesia.

Peluang Budidaya Udang Vannamei

Potensi budidaya udang vannamei di Indonesia sangat terbuka lebar mengingat luasnya lahan yang dimiliki negeri ini. Berdasar data South East Asian Fisheries Development Centre (SEAFDEC) pada tahun 2005, Indonesia memiliki 419.282 Ha tambak air payau serta 913.000 Ha lahan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi tambak.

Budidaya udang vannamei memiliki daya tarik karena udang introduksi yang satu ini memiliki sejumlah karakteristik yang diunggulkan, Foto :www.jurnalasia.com

Budidaya udang vannamei memiliki daya tarik karena udang introduksi yang satu ini memiliki sejumlah karakteristik yang diunggulkan, Foto :www.jurnalasia.com

Budidaya udang vannamei memiliki daya tarik karena udang introduksi yang satu ini memiliki sejumlah karakteristik yang diunggulkan, yakni memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, kelangsungan hidup yang tinggi dan tingkat kematian yang rendah, memiliki daya tahan yang baik terhadap penyakit, pertumbuhannya cepat dimana masa pemeliharaan hanya berlangsung 100 hingga 110 hari.

Keunggulan lain budidaya udang vanname adalah nilai konservasi pakan (FCR) yang rendah serta pangsa pasar yang luas dan sangat fleksibel, udang vannamei ukuran kecil hingga ukuran terbesar memiliki pasar sendiri dan selalu dapat terserap.

Saat ini budidaya udang vannamei tak melulu dilakukan secara intensif yang memerlukan modal yang besar. Pelaku budidaya udang vannamei bahkan berhasil menggunakan cara-cara tradisional. Secara garis besar budidaya udang vannamei dapat dilakukan dengan 4 cara, yakni pola supra intensif, pola intensif, pola semi intensif, serta pola tradisional. Semakin intensif pola yang digunakan semakin besar modal yang dibutuhkan namun lahan yang digunakan bisa lebih dihemat.

Kendala Budidaya Udang Vannamei

Kendala permodalan menjadi alasan klasik usaha di Indonesia termasuk budidaya udang vannamei . Namun sebetulnya hal ini hanyalah alasan yang dikemukakan oleh petani yang kurang memiliki kepercayaan diri dan semangat dalam mencari rezeki. Pelaku budidaya udang vannamei di sejumlah daerah telah membuktikan bahwa dengan pemeliharaan secara tradisional pun produksi udang vannamei tetap menjanjikan.

Kendala lain adalah risiko serangan hama dan penyakit yang menyerang budidaya udang vannamei. Hama pada budidaya udang vannamei terdiri dari hama predator atau pemangsa udang seperti burung, ular, ikan kakap, ikan keting, dan kepiting. Kemudian hama kompetitor atau pesaing dalam mencari makanan dan oksigen, yakni udang kecil, siput, ikan mujair, ikan belanak. Sementara hama perusak tak menyaingi dan memangsa udang vannamei tetapi merusak kondisi lingkungan, seperti merusak dasar tambak, saluran dan pintu air hingga pematang. Hama perusak ini antara lain belut dan udang tanah.

Sedangkan penyakit udang berdasarkan penyebabnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni penyakit non infektif dan penyakit infektif. Penyakit infektif disebabkan oleh factor-faktor seperti lingkungan media air (suhu, salinitas, pH, dan kadar oksigen), mutu pakan, kepadatan tebar, penggunaan bahan kimia, obstruksi insang, polusi, biotoksin, dan lain-lain. Sedangkan penyakit infektif disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, dan jamur.

Hama dan penyakit pada budidaya udang vannamei dapat dikendalikan dengan memelihara kolam budidaya, menjaga kebersihan dan kualitas bangunan, serta memonitor kualitas air. Foto: kp4kkulonprogo.blogspot.com

Hama dan penyakit pada budidaya udang vannamei dapat dikendalikan dengan memelihara kolam budidaya, menjaga kebersihan dan kualitas bangunan, serta memonitor kualitas air yang meliputi pengawasan salinitas, suhu, kejernihan air, PH, kedalaman air, dan oksigen yang dilakukan setiap hari.

Selain itu pemilihan bibit berkualitas yang tahan terhadap penyakit, pemberian pakan yang berkualitas, vitamin, serta obat-obatan yang direkomendasikan oleh penyuluh dapat menekan perkembangan hama dan penyakit pada budidaya udang vannamei.

Sekian informasi budidaya udang vannamei berikut peluang dan kendalanya.