Pemanenan pada budidaya jeruk nipis dilaksanakan setelah 7 hingga 8 bulan setelah tanaman mulai berbunga. Foto: caraobat.blogspot.com

Pedoman dan Langkah-Langkah Teknis Budidaya Jeruk Nipis

May 12, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya jeruk nipis dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan buah jeruk nipis yang dapat dimanfaatkan untuk penyedap masakan, minuman penyegar, bahan campuran pembersih, penghilang karat pada logam, menghaluskan rambut dan menghilangkan ketombe, membersihkan dan membuat kuku mengkilap, bahan pembuat asam sitrat dan lain-lain. Adapun kandungan yang terdapat di dalam buah jeruk nipis antara lain asam sitrat, fosfor, kalsium, zink, synephrine, N-methyltyramine, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan lain-lain.

Hasil budidaya jeruk nipis juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan jamu, obat tradisional, bahkan industri obat modern yang dipercaya berkhasiat mengobati ambeien, amandel, anyang-anyangan, batuk, batuk disertai influenza, batu ginjal, difteri, demam, haid tidak teratur, jerawat, radang tenggorokan, tekanan darah tinggi, sakit gigi, pegal linu, terkili.

Budidaya jeruk nipis sangat layak dijadikan pilihan terlebih tanaman ini sangat cocok dengan iklim tropis yang dimiliki Indonesia. Foto: pixshark.com

Jeruk nipis juga dipercaya dapat meningkatkan kinerja pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, menghambat penuaan, menurunkan berat badan, melancarkan kencing, mengeluarkan keringat dan mengurangi bau badan.
Banyaknya manfaat yang ada pada tanaman ini menjadikan budidaya jeruk nipis sebagai usaha bidang pertanian yang sangat menjanjikan. Budidaya jeruk nipis sangat layak dijadikan pilihan terlebih tanaman ini sangat cocok dengan iklim tropis yang dimiliki Indonesia.

Cara Budidaya Jeruk Nipis

Budidaya jeruk nipis dilaksanakan di lahan budidaya yang memiliki ketinggian antara 1 hingga 1.200 meter di atas permukaan air laut. Lahan budidaya jeruk nipis yang ideal adalah lahan yang memiliki kandungan tanah jenis andosol dan latosol dengan tingkat keasaman tanah (pH) berkisar 5,5 hingga 6,5. Budidaya jeruk nipis menyukai suhu udara antara 25 hingga 30 derajat celcius dengan kelembaban udara sekitar 70 hingga 80 persen.

Lahan budidaya jeruk nipis sebaiknya berada di tempat terbuka karena tanaman jeruk nipis lebih menyukai lokasi yang kaya akan sinar matahari bukannya tempat yang terlindung. Namun demikian, budidaya jeruk nipis memerlukan curah hujan sebanyak 1000 hingga 2000 milimeter per tahun. Budidaya jeruk nipis terutama memerlukan banyak air pada bulan Juli hingga Agustus. Air yang mengandung sekitar 10 persen garam lebih disukai tanaman jeruk nipis.
Perbanyakkan tanaman pada budidaya jeruk nipis dapat dilaksanakan secara generatif maupun secara vegetatif.

Pada budidaya jeruk nipis secara generatif caranya adalah dengan mengambil biji jeruk nipis dan dianginkan di tempat teduh sekitar 2 atau 3 hari hingga lendirnya hilang dan biji menjadi kering. Selanjutnya, biji disemaikan di polibag atau di tempat yang disediakan untuk selanjutnya bibit yang telah memiliki perakaran yang cukup dipindahkan ke lahan budidaya jeruk nipis. Metode penanaman dari biji ini memerlukan waktu yang cukup lama, yakni antara 5 hingga 6 tahun sampai tanaman dapat berbuah.

Perbanyakkan tanaman pada budidaya jeruk nipis dapat dilaksanakan secara generatif maupun secara vegetatif. Foto: safiibinhasan.blogspot.com

Sedangkan perkembangbiakan tanaman pada budidaya jeruk nipis secara vegetatif dapat dilaksanakan dengan cara mencangkok dan metode okulasi. Caranya, persiapkan batang bawah yang dipilih dari tanaman jeruk nipis yang memiliki perakaran yang banyak dan kuat, memiliki daya adaptasi yang baik, tahan terhadap penyakit, serta memiliki sejumlah sifat unggul lainnya misalnya tanaman jeruk nipis jenis cleopatra, rough lemon, carizzo citrange, trover citrange, atau japanese citroen. Penyambungan sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur 16 bulan.

Selanjutnya, penanaman di lahan budidaya jeruk nipis dilakukan setelah semua rumput dan tanaman penganggu lainnya dibersihkan. Persiapkan lubang penanaman 2 atau 4 minggu sebelum penanaman di lahan budidaya dilakukan. Lubang digali dengan kedalaman 80 cm, lebar dan panjang masing-masing 80 cm dengan jarak tanam sekitar 5 x 5 meter. Tambahkan campuran pupuk kandang atau kompos di dalam lubang tanam untuk meningkatkan kandungan unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Perawatan Tanaman Pada Budidaya Jeruk Nipis

Budidaya jeruk nipis tentu tak hanya cukup fokus pada upaya penyiapan lahan dan penanaman saja tetapi juga perlu memperhatikan pemeliharaan hingga tanaman jeruk nipis dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah dengan kuantitas yang banyak dan kualitas yan terbaik. Pada budidaya jeruk nipis pemeliharaan dan perawatan tanaman meliputi penyiraman dan pengairan, penyulaman, penyiangan, pemupukan, penjarangan buah dan pengendalian terhadap hama dan penyakit.

Pengairan dan penyiraman tanaman di lahan budidaya jeruk nipis cukup dilakukan satu minggu sekali pada musim kemarau karena memang tanaman ini cukup tahan terhadap panas. Kalaupun persediaan air saat musim kemarau terbatas, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman, membasahinya, dan menutupnya dengan mulsa sehingga proses penguapan air tanah dapat diperlambat.

Penyulaman atau penggantian tanaman di lahan budidaya jeruk nipis dengan tanaman jeruk nipis lainnya dapat dilakukan jika ada tanaman yang gagal tumbuh, untuk itu sebaiknya saat pembibitan lebihkan jumlah bibit sekitar 5 persen dari kebutuhan bibit di lahan budidaya jeruk nipis. Perhatikan pula jika ada tanaman jeruk nipis yang bagian perakarannya terlihat, hal ini dimungkinkan terjadi karena adanya penurunan tanah timbunan pada saat penanaman solusinya dengan menambah tanah sehingga akar tanaman tertimbun semuanya.

Penyiangan di lahan budidaya jeruk nipis dilakukan untuk membasmi rumput dan gulma sementara pemangkasan tanaman jeruk nipis dilakukan untuk membentuk tajuk pohon serta membuang cabang atau dahan yang sakit, kering, dan tak produktif. Setiap cabang idealnya memiliki 3 hingga 4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan pada tanaman ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah berkembangnya bibit penyakit. Sementara ranting dan daun hasil pemangkasan di lahan budidaya jeruk nipis dibakar atau ditimbun di dalam tanah.

Adapun hama yang diketahui biasa menyerang budidaya jeruk nipis antara lain kutu loncat, kutu daun, kutu penghisap daun, kutu dompolon, trips, tungau, pengerek buah, dan ulat peliang daun. Sementara penyakit yang berisiko merugikan budidaya jeruk nipis yaitu CVPD, jamur upas, embun tepung, kudis, blendok, busuk akar dan pangkal batang, busuk buah, buah gugur prematur, dan lain-lain. Pengendalian hama dan penyakit pada budidaya jeruk nipis dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan, memilih bibit yang tahan terhadap serangan penyakit, menyemprotkan herbisida, fungisida, insektisida, serta upaya pengendalian lainnya.

Pemupupukan lanjutan dapat dilakukan setiap tahun dengan menggunakan pupuk urea, TSP, dan KCL dengan dosis sesuai petunjuk pada kemasan pupuk. Pemupukan yang akan dilaksanakan di atas tahun ke 10 penanaman sebaiknya terlebih dahulu dilakukan analisis tanah.

Tanaman jeruk nipis yang berbuah lebat perlu penjarangan supaya tetap mampu mendukung kualitas dan bobot buah. Penjarangan dilakukan dengan membuang buah yang cacat, tidak mendapat cukup sinar matahari karena posisinya di dalam kerimbunan daun. Dalam satu tangkai sebaiknya hanya ada 2 hingga buah, jika lebih lakukan penjarangan buah dengan menghilangkan buah yang berada di tangkai paling ujung.

Pemanenan pada budidaya jeruk nipis dilaksanakan setelah 7 hingga 8 bulan setelah tanaman mulai berbunga. Foto: caraobat.blogspot.com

Pemanenan pada budidaya jeruk nipis dilaksanakan setelah 7 hingga 8 bulan setelah tanaman mulai berbunga. Foto: caraobat.blogspot.com

Hasil budidaya jeruk nipis akan mencapai puncaknya dengan produksi sebanyak 50 kilogram ketika memasuki umur 6 dan akan terus memberi hasil maksimal hingga tanaman berusia 15 tahun. Foto: wikipedia.org

Pemanenan pada budidaya jeruk nipis dilaksanakan setelah 7 hingga 8 bulan setelah tanaman mulai berbunga. Produksi buah per tanaman pada budidaya jeruk nipis akan terus meningkat seiring dengan pertambahan usia tanaman dan pemeliharaan yang baik. Budidaya jeruk nipis telah menghasilkan buah ketika tanaman berumur 3 tahun namun produktivitasnya mulai dirasakan pada tahun ke 4 atau ke 5 dengan produksi sekitar 20 kilogram per tanaman.

Hasil budidaya jeruk nipis akan mencapai puncaknya dengan produksi sebanyak 50 kilogram ketika memasuki umur 6 dan akan terus memberi hasil maksimal hingga tanaman berusia 15 tahun. Budidaya jeruk nipis memang menawarkan keuntungan yang sangat besar.