Budidaya sirih merah dapat dilakukan sebagai sumber bahan tanaman herbal maupun sebagai tanaman hias, Foto: informasi-tanaman-hias.blogspot.co.id

Mengenal Peluang Budidaya Sirih Merah

December 28, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Tanaman budidaya sirih merah (Piper ornatum) sejak lama dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Tanaman budidaya sirih merah yang merupakan salah satu jenis tanaman herbal lebih disukai sebagian masyarakat dibandingkan obat-obatan kimia buatan pabrik.

Tanaman budidaya sirih merah bermanfaat sebagai obat mimisan, obat sariawan, obat luka bakar ringan, obat mata merah, obat gusi berdarah, obat penyakit bronchitis, obat sakit maag.

Tanaman budidaya sirih merah dapat pula digunakan sebagai obat gatal akibat serangga, obat radang prostat, obat darah tinggi, obat batuk, sebagai obat payudara bengkak, mengobati tumor, serta mengobati diabetes.

Tanaman budidaya sirih merah juga dapat menjadi obat radang paru-paru, obat asam urat, mencegah munculnya jerawat, mengatasi gejala keputihan, mengurangi bau badan, serta bau mulut

Tanaman budidaya sirih merah diyakini berasal dari Sulawesi dan saat ini tak hanya ditanam untuk dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Sekarang ini, tanaman budidaya sirih merah juga dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya yang khas dan unik.

Budidaya sirih merah dapat dilakukan sebagai sumber bahan tanaman herbal maupun sebagai tanaman hias, Foto: informasi-tanaman-hias.blogspot.co.id

Budidaya sirih merah dapat dilakukan sebagai sumber bahan tanaman herbal maupun sebagai tanaman hias, Foto: informasi-tanaman-hias.blogspot.co.id

Cara Mudah Budidaya Sirih Merah

Budidaya sirih merah tergolong mudah dan tak perlu perawatan istimewa. Secara alami, tanaman budidaya sirih merah menyukai tempat ternaung. Seperti di bawah pohon di hutan. Tumbuh subur di tempat yang berhawa sejuk.

Untuk sinar matahari tanaman budidaya sirih merah butuh 60 – 75 persen cahaya matahari. Di tempat teduh, daunnya akan melebar, warna merah yang cantik akan segera terlihat bila daunnya dibalik. Batangnya pun tumbuh gemuk. Bila terkena banyak sinar matahari, batangnya cepat mengering. Sebaliknya bila terlalu banyak kena air akar dan batangnya akan membusuk.

Jika kebanyakan air, tanaman akan mati. Kena panas terus pun akan mati juga. Artinya, jika di pot tidak boleh langsung kena matahari. Sangat baik jika menggunakan paranet sehingga tak langsung kena hujan.

Budidaya sirih merah bisa lewat pembibitan atau perbanyakan. Bisa melalui stek, dan runduk batang.   Untuk perbanyakan dengan runduk batang, bisa dilakukan bila tanaman sirih merah sudah mulai menjalar atau berkembang pesat.

Musuh utama tanaman budidaya sirih merah adalah keong, bekicot kecil, dan semut. Kalau daunnya akan dipakai obat, hendaknya jangan menggunakan pestisida untuk menghalau hama.

Bagi Anda yang ingin mencoba budidaya sirih merah, cobalah dengan cara stek. Cara ini adalah yang paling mudah bagi pemula. Sebelumnya, sediakan dulu media tanam untuk budidaya sirih merah berupa pasir, tanah dan kompos, dengan perbandingan 1:1. Berikut cara mudah budidaya sirih merah:

1. Masukkan ke dalam polybag berdiameter 10 cm yang bagian bawahnya sudah dilubangi.

2.Pilih batang sirih merah yang sudah tua.

3.Potong batang sirih kira-kira dua ruas. Jangan asal potong. Sebaiknya batang yang diplih sudah memiliki 2 sampai 3 lembar daun.

4.Rendam potongan batang ini ke dalam air biasa kira-kira 15 menit lalu angkat.

5.Masukkan setek ke dalam media tanam yang sudah disediakan.

6.Letakkan setek yang sudah ditanam di tempat teduh. Sinar matahari kira-kira 60 persen saja.

Panen Hasil Tanaman Budidaya Sirih Merah

Tanaman budidaya sirih merah siap panen minimal berumur 4 bulan. Saat itu sirih merah terdiri atas 16 sampai 20 daun. Pada saat itu daun sudah relatif lebar, dengan panjang 15 sampai 20 cm. Daun siap petik harus berumur 1 bulan, bersih, dan warna mengkilap. Daun yang dipetik berumur sedang, tidak terlalu tua atau muda, karena kadar zat aktifnya tinggi.

Daun tanaman budidaya sirih merah yang subur berukuran 10 cm dan 5 cm. Bila dipegang, daun terasa tebal dan kaku (tidak lemas). Semakin tua warna daun, semakin tebal. Semakin tebal daun, semakin kaku. Aroma daun tajam dan rasanya pahit.

Dalam sepekan pemanenan hasil budidaya sirih merah dapat dilakukan satu kali, tapi bila tanaman rimbun panen setiap hari juga memungkinkan. Hindari memetik daun yang terkena cipratan tanah, terutama pada waktu musim hujan.

Pemetikan dimulai dari tanaman bagian bawah menuju atas. Daun dipetik sekitar 60 cm dari permukaan tanah , dengan tujuan meminimalkan bila ada kotoran atau debu yang menempel. Bila daun dipetik sekitar 10 cm dari permukaan tanah, kotoran terlalu banyak sehingga kurang layak panen.

Semakin sering daun sirih merah dipanen, semakin cepat tunas tumbuh. Pemetikan sebaiknya pada pagi hingga pukul 110:0. Bila dipetik pada sore hari, menghambat proses pengeringan. Pemetikan tadengan pisau tajam dan steril.

Selesai dipetik, daun tanaman budidaya sirih merah disortir dengan standar mutu : daun bersih, segar, tebal, dan mengkilap. Daun kotor, cacat, dan kusam dibuang. Daun direndam dalam air selama 1530 menit untuk membersihkan kotoran dan debu yang menempel. Kemudian dibilas hingga bersih, dan ditiriskan.

Langkah berikutnya daun dirajang dengan alat yang bersih, steril, dan tajam. Lebar irisan sekitar 1 cm, langsung dikeringanginkan di atas tampah beralas kertas selama 1 jam. Rajangan yang telah kering 60% ditutup dengan kain hitam transparan untuk menghindari debu, serangga, atau kemungkinan terbang karena tertiup angin.

Setelah kering, daun dimasukkan ke kantong plastik tebal transparan. Bila perlu berikan silica gel untuk menyerap kadar air. Tutup rapat kantong, beri label, dan tanggal kering. Kemudian simpan di tempat bersih, tidak lembap, dan mudah dijangkau, misalnya stoples kaca. Dengan cara ini kualitas sirih merah tetap terjaga hingga setahun. Ketika hendak mengkonsumsi, ambil rajangan kering sirih merah 34 lembar, dan rebus hingga mendidih. Minumlah setelah rebusan dingin dan melalui penyaringan.

Demikian informasi seputar budidaya sirih merah, semoga bermanfaat dan menginspirasi (dari berbagai sumber).

› tags: Budidaya Sirih Merah / Tanaman Herbal / Tanaman Hias /