Pecinta budidaya ayam hutan mencatat cukup banyak sebutan untuk ayam hutan ini, misalnya dalam bahasa Jawa disebut pithek alas atau ayam alas, di Madura disebut ajem alas, sementara masyarakat suku sunda menyebutnya ayam canghenger atau cangehger. Dalam bahasa Inggris, ayam hutan dilafalkan dengan istilah junglefowl. Foto: DhanyInfo.net

Mengenal Budidaya Ayam Hutan dan Ragam Speciesnya

January 25, 2017 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya Ayam Hutan adalah salah satu budidaya yang juga digandrungi oleh pecinta budidaya unggas. Budidaya ayam hutan adalah budidaya ayam yang termasuk dalam jenis ayam liar yang awalnya ditemukan di hutan. Ayam hutan dikenal memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih kecil dari ayam biasa dengan bulu yang berwarna menarik dan mengkilap.

Pecinta budidaya ayam hutan mencatat cukup banyak sebutan untuk ayam hutan ini, misalnya dalam bahasa Jawa disebut pithek alas atau ayam alas, di Madura disebut ajem alas, sementara masyarakat suku sunda menyebutnya ayam canghenger atau cangehger. Dalam bahasa Inggris, ayam hutan dilafalkan dengan istilah junglefowl.

Peminat budidyaa ayam hutan menyukai ayam hutan jantan yang memiliki bulu yang lebih indah dibandingkan dengan ayam hutan betina yang cenderung memiliki warna bulu yang kusam. Ayam hutan jantan memiliki warna bulu yang terang seperti kuning keemasan, biru perunggu, jingga, ungu dan hijau terang.

Bulu ekor tersusun rapih dengan bentuk yang unik. Ayam hutan jantan juga memiliki sepasang taji di kakinya yang sangat runcing berguna untuk mengais permukaan tanah serta digunakan juga sebagai senjata andalan untuk bertarung memperebutkan betina.

Sebaliknya, tampilan ayam hutan betina terlihat begitu suram, dengan warna cenderung kusam seperti coklat, kuning gelap dengan sedikit campuran warna hitam dan putih. Tampilan ini berguna sebagai kamuflase sehingga terhindar dari predator seperti kucing hutan, musang, ular sanca dan binatang buas lainnya. Terutama saat sang betina harus diam mengerami telurnya, dalam sarang yang berada di atas tanah. Ayam betina tidak memiliki taji runcing di kakinya.

Pecinta budidaya ayam hutan mencatat cukup banyak sebutan untuk ayam hutan ini, misalnya dalam bahasa Jawa disebut pithek alas atau ayam alas, di Madura disebut ajem alas, sementara masyarakat suku sunda menyebutnya ayam canghenger atau cangehger. Dalam bahasa Inggris, ayam hutan dilafalkan dengan istilah junglefowl. Foto: DhanyInfo.net

Pecinta budidaya ayam hutan mencatat cukup banyak sebutan untuk ayam hutan ini, misalnya dalam bahasa Jawa disebut pithek alas atau ayam alas, di Madura disebut ajem alas, sementara masyarakat suku sunda menyebutnya ayam canghenger atau cangehger. Dalam bahasa Inggris, ayam hutan dilafalkan dengan istilah junglefowl. Foto: DhanyInfo.net

Berdasarkan penyebarannya, peminat budidaya ayam hutan mengenal setidaknya ada 4 spesies ayam ayam hutan yang ada di Indonesia. Peminat budidaya ayam hutan mengenali ayam hutan yang ada di Indonesia berasal dari wilayah India, Srilanka, hingga dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia sendiri. Adapun jenis ayam hutan yang dikenal peminat budidaya ayam hutan di Indonesia antara lain:

Budidaya Ayam Hutan Jenis Ayam Hutan Merah (gallus gallus)

Pecinta budidaya ayam hutan mengenali ayam hutan merah sebagai jenis yang paling dikenal karena penyebarannya cukup luas. Mulai dari Pakistan, India, China dan negara-negara di asia tenggara hingga Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa dan Bali.

Ayam hutan merah memiliki ukuran panjang antara 65-75 cm untuk ayam jantan dengan kisaran berat 0,7 kg – 1,5 kg. Sedangkan ukuran ayam betina sekitar 40-45 cm dengan berat sekitar 0,5 – 1 kg.

Peminat budidaya ayam hutan mencatat ciri-ciri khusus yang membedakan dari jenis ayam hutan lain adalah kepala dan jengger ayam hutan merah kecil. Bulu ekor panjang, dengan warna hitam bercampur hijau berkilauan dan ada sepasang bulu ekor yang paling atas yang tumbuh lebih panjang dan melengkung, membentuk formasi bulan sabit.

Tubuh bagian bawah ayam hutan merah juga berwarna hitam kehijauan. Kakinya ramping berwarna abu-abu kebiruan dengan taji yang melengkung dan runcing. Sisiknya juga lebih halus. Terjadi gugur bulu di leher.

Budidaya Ayam Hutan Jenis Ayam Hutan Hijau (gallus Varius Green Junglefowl)

Peminat budidaya ayam hutan mengenali ayam hutan hijau  sebagai sejenis burung yang termasuk kedalam kelompok unggas dari suku phasianidae, masih satu keluarga dengan ayam, puyuh, merak, dan sempidan.

Peminat budidaya ayam hutan meyakini ayam hutan hijau sebagai nenek moyang dari berbagai ayam peliharaan (ayam lokal) yang ada di Nusantara. Ayam hutan ini berukuran besar, panjang tubuh total sekitar 70-75 cm untuk ayam jantan, dan 40-45 cm untuk ayam betina. Peminat budidaya ayam hutan hijau memiliki berat antara 0,5 hingga 0,8 kilogram dan menghasilkan telur 3 hingga 5 butir per musim.

Ciri-ciri utama ayam hutan hijau adalah ukuran jenggernya yang paling besar dibandingkan dengan spesies ayam hutan lainnya dan berbentuk bilah yang sangat besar, berwarna merah muda dengan tepi membulat tanpa gerigi. Bulu leher, tengkuk dan mantel tumbuh pendek, membulat atau sedikit meruncing dan tumpang tindih seperti sisik ikan, berwarna hijau, yang bisa berubah-ubah. Bagian bawah tubuh dan ekor berwarna hitam bercampur ungu dan hijau berkilauan.

Pecinta budidaya ayam hutan meyakini ayam hutan hijau merupakan jenis ayam hutan endemik Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Flores, Rinca dan pulau kecil di sekitarnya.

Budidaya Ayam Hutan Jenis Ayam Hutan Kelabu(Gallus sonneratii)

Pelaku budidaya ayam hutan kelabu mengenali ayam hutan jenis ini adalah salah satu dari empat spesies ayam hutan langka dari suku phasianidae. Peminat budidaya ayam hutan mengenali ayam hutan abu-abu sebagai yang paling besar dari jenis ayam hutan lain dan dapat bertelur 4-7 butir per musim.

Ayam hutan abu-abu jantan mempunyai ukuran yang sedang dengan panjang sekitar 80 cm, sementara ayam hutan betina berukuran lebih kecil dengan panjang sekitar 38 cm.

Ayam hutan abu-abu adalah jenis ayam hutan endemik di hutan tropis bercuaca kering di India. Habitatnya adalah hutan yang tidak terlalu lebat dengan rumput yang sedikit atau tidak ada rumput sama sekali.

Budidaya Ayam Hutan Jenis Ayam Hutan Srilanka(Gallus Lafayetii Sri Lanka junglefowl)

Pelaku budidaya ayam hutan mengenal ayam hutan Srilanka juga sering kita kenal dengan sebutan Ayam Hutan Ceylon sebagai salah satu dari empat jenis spesies ayam hutan langka yang menetap di daerah Srilanka.

Ayam ini menjadi burung kebangsaan bagi warga negara Srilanka. Ayam ini memiliki ukuran panjang sekitar 66-73 cm. Selain itu, Ayam hutan jenis ini masih mempunyai hubungan erat dengan ayam hutan merah (Gallus gallus Red junglefowl).

Peminat budidaya ayam hutan mengenali ayam hutan Srilanka memiliki warna dasar hitam, dengan warna kuning keemasan di leher dan warna jingga gelap di sekitar punggung. Kaki berwarna kuning kemerahan dengan taji yang agak lurus dan runcing.Ciri khas dari ayam hutan Srilanka betina terletak pada bulu sayapnya yang berwarna belang antara coklat dan bersarang di tanah dengan 2-4 telur berwarna krem atau coklat.

Demikianlah, informasi seputar budidaya ayam hutan, ciri-ciri umum, persebaran, dan jenis-jenisnya, semoga bermanfaat. (dari berbagai sumber)

Baca Juga:  Tips Mudah Seputar Budidaya Ayam Hutan

› tags: Budidaya ayam hutan /