Melirik Potensi Budidaya Jengkol

May 20, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya jengkol (Archidendron pauciflorum) sebelumnya sama sekali tak mendapat perhatian karena tanaman ini tumbuh begitu saja, baik di pekarangan rumah, di pinggir jalan, lapangan kebun, atau pun di dalam hutan. Pohon jengkol merupakan tanaman asal di Asia Tenggara yang memiliki ketinggian sekitar 10 meter bahkan dapat mencapai 30 meter.

Seiring perkembangan zaman budidaya jengkol mulai dilirik karena orang mulai menyadari bahwa tanaman jengkol yang memiliki banyak manfaat sudah mulai langka. Foto: bapluhoganilir.wordpress.com

Dulu budidaya jengkol pun tak dilirik karena masyarakat menilai banyak tanaman lain yang dapat jadi pilihan karena memiliki nilai jual yang baik. Pohon jengkol pun sering ditebang karena dianggap tak menghasilkan keuntungan yang memadai dan diganti dengan tanaman lain.

Seiring perkembangan zaman budidaya jengkol mulai dilirik karena orang mulai menyadari bahwa tanaman jengkol yang memiliki banyak manfaat sudah mulai langka. Budidaya jengkol disadari memiliki nilai ekonomis saat harga buah jengkol yang sebelumnya tak diperhitungkan justru melambung tinggi.

Pemanfaatan Hasil Budidaya Jengkol

Alasan pemilihan budidaya jengkol adalah manfaat buahnya yang bukan hanya dapat diolah menjadi berbagai menu yang diakui mampu meningkatkan selera makan namun juga berdampak positif bagi kesehatan. Jengkol dapat diolah menjadi olahan kuliner yang menggiurkan seperti semur, rendang, sambal goreng jengkol, tumis jengkol manis pedas. Jengkol juga dapat dimakan langsung sebagai lalapan ataupun diolah menjadi kerupuk.

Alasan pemilihan budidaya jengkol adalah manfaat buahnya yang bukan hanya dapat diolah menjadi berbagai menu yang diakui mampu meningkatkan selera makan namun juga berdampak positif bagi kesehatan. Foto: harianresep.blogspot.com

Budidaya jengkol berpotensi dikembangkan karena tanaman ini memiliki kandungan protein, zat besi, kalium, fosfor, vitamin A, B1, B2, dan C. Mengkonsumsi jengkol dapat mengurangi risiko serangan penyakit jantung koroner, mencegah anemia atau kekurangan darah, mengurangi risiko penyakit diabetes, mencegah, osteoporosis atau pengeroposan tulang, memperkuat gigi, meningkatkan kesehatan mata, membuang zat toksin dalam tubuh, serta dapat melancarkan buang air besar dan berfungsi sebagai pencuci perut.

Manfaat buah jengkol yang dipetik dari kebun budidaya jengkol tersebut hanya dapat dirasakan jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Konsumsi jengkol yang berlebihan dapat menyebabkan susah buang air kecil, memicu bau mulut, dan bau saat buang air kecil.

Mengenal Budidaya Jengkol

Budidaya jengkol cocok dilaksanakan di dataran rendah yang memiliki cukup sumber air. Karena butuh banyak air pada tahap pertumbuhan, budidaya jengkol sebaiknya dimulai ketika musim hujan baru dimulai.
Perbanyakan pada budidaya jengkol dapat dilaksanakan secara generatif maupun vegetatif. Penanaman pada budidaya jengkol dapat dilakukan melaui biji atau melalui metode cangkok.

Sebelum dipindah ke kebun budidaya jengkol bibit ditanam atau disemai di dalam polibag yang diisi dengan tanah yang subur dengan kandungan mineral yang memadai untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Lakukan penyiangan dan pemupukan di kebun budidaya jengkol untuk mendapat hasil yang optimal.

Satu pohon jengkol yang ditanam di kebun budidaya jengkol dapat menghasilkan 15 hingga 20 kilogram buah jengkol. Foto: warasfarm.wordpress.com

Hasil budidaya jengkol yang ditanam dari biji akan dirasakan pada tahun kelima setelah penanaman. Sementara budidaya jengkol dengan metode pencangkokan hasilnya dapat dirasakan mulai tahun ke 3 atau ke tahun ke 4. Satu pohon jengkol yang ditanam di kebun budidaya jengkol dapat menghasilkan 15 hingga 20 kilogram buah jengkol.