Langkah Mudah Pemeliharaan Kebun Budidaya Kelapa Sawit

September 22, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Kebun budidaya kelapa sawit yang digarap sesuai teknis budidaya yang baik dan benar mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Kebun budidaya kelapa sawit dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan dimana sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.

Agar hasil panen kebun budidaya kelapa sawit sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan pemilihan bibit, penanaman, serta pemeliharaan yang benar. Jika pada bagian tulisan sebelumnya telah dibeberkan mengenai bibit, pemeliharaan bibit, hingga teknis penanaman di kebun budidaya kelapa sawit, maka pada bagian ini akan dibahas mengenai pemeliharaan kebun budidaya kelapa sawit mulai dari penyulaman, penjarangan, penyiangan, pemupukan, hingga pengenalan hama dan cara memberantasnya.

Agar hasil panen kebun budidaya kelapa sawit sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan pemilihan bibit, penanaman, serta pemeliharaan yang benar. Foto: nordgce.com

Memelihara Kebun Budidaya Kelapa Sawit

Pemeliharaan tanaman di kebun budidaya kelapa sawit dimulai sejak pemindahan bibit ke kebun budidaya kelapa sawit. Bibit tanaman budidaya kelapa sawit yang mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi di kebun budidaya kelapa sawit seluas satu hektar adalah sekitar 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.

Lahan kebun budidaya kelapa sawit haruslah bebas dari gulma dan tanaman penganggu lainnya sehingga pertumbuhan tanaman menjadi optimal. Untuk itu perlu dilakukan penyiangan dan pemberantasan tanaman dan rumput penganggu secara berkala terutama saat tanaman budidaya kelapa sawit dalam masa pertumbuhan.

Pemupukan di kebun budidaya kelapa sawit dapat menggunakan pupuk makro maupun pupuk mikro. Pemupukan pertama di kebun budidaya kelapa sawit menggunakan pupuk urea sebanyak 225 kilogram per hektar, TSP sebanyak 115 kilogram per hektar, dan MOP atau KCL sebanyak 200 kilogram per hektar, kieserite sebanyak 75 kilogram per hektar, dan borax sebanyak 20 kilogram per hektar. Pemberian pupuk pertama di kebun budidaya kelapa sawit sebaiknya dilakukan pada bulan ke 6, 12, 18, 24, 30, dan 36 pada awal musim penghujan antara bulan September hingga Oktober.

Selanjutnya pemupukan kedua dilakukan pada bulan ke 42, 48, 54, 60 dan seterusnya sesuai dosis dan aturan penggunaan pupuk. Pemupukan kedua ini dilakukan di penghujung musim hujan, yakni antara bulan Maret dan April.

Sedangkan pemangkasan daun pada budidaya kelapa sawit ada tiga jenis, yaitu pemangkasan pasir, pemangkasan produksi, dan pemangkasan pemeliharaan. Pada budidaya kelapa sawit pemangkasan pasir dilakukan dengan membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.

Sedangkan pemangkasan daun pada budidaya kelapa sawit ada tiga jenis, yaitu pemangkasan pasir, pemangkasan produksi, dan pemangkasan pemeliharaan. Foto: www.icdx.co.id

Kemudian, pemangkasan produksi dilakukan dengan cara memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen hasil budidaya kelapa sawit umur 20-28 bulan. Semetara, pemangkasan pemeliharaan dilakukan dengan membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai. Pada budidaya kelapa sawit dikenal pula kastrasi bunga, yakni memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

Untuk mengoptimalkan jumlah tandan di pohon budidaya kelapa sawit yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga. Adapun penyerbukan yang dibantu oleh manusia dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Sedangkan penyerbukan oleh serangga dilakukan oleh serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus yang tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.

Hama Dan Penyakit Di Kebun Budidaya Kelapa Sawit

Adapun jenis hama yang rawan menyerang kebun budidaya kelapa sawit antara lain adalah hama tungau dan hama ulat setora. Hama tungau yang menganggu kebun budidaya kelapa sawit adalah hama tungau merah (Oligonychus) yang sering menyeran bagian daun. Gejala serangan hama tungau ini adalah daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz.

Selain itu adapula hama ulat setora yang juga menyerang bagian daun hingga tersisa lidinya saja. Hama yang menyerang kebun budidaya kelapa sawit dapat dikendalikan dengan penyemprotan pestisida. Sebaiknya terlebih dahulu gunakan pestisida alami untuk mengatasi serangan hama di kebun budidaya kelapa sawit.

Sedangkan penyakit yang berpotensi menyerang kebun budidaya kelapa sawit antara lain root blast, garis kuning, dry basal rot, dan lain sebagainya. Penyakit root blast disebabkan oleh Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp yang menyerang bagian akar tanaman. Gejala tanaman yang diserang penyakit ini adalah bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar.

Kemudian penyakit garis kuning yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum dan menyerang bagian daun. Gejalanya adalah muncul bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun dan kemudian daun mengering. Selanjutny adalah penyakit dry basal rot yang disebabkan oleh Ceratocyctis paradoxa serta menyerang batang tanaman. Tanaman di kebun budidaya kelapa sawit yang terkena menyakit ini pelepahnya mudah patah, daun membusuk dan kering, atau daun muda mati dan kering.

Pengendalian serangan penyakit pada budidaya kelapa sawit dapat diantisipasi sejak awal dengan menggunakan bibit yang memiliki daya tahan yang baik terhadap serangan penyakit. Foto: www.ketapang.biz

Pengendalian serangan penyakit pada budidaya kelapa sawit dapat diantisipasi sejak awal dengan menggunakan bibit yang memiliki daya tahan yang baik terhadap serangan penyakit. Selain itu pedoman penanaman dan pemeliharaan kebun budidaya kelapa sawit juga harus dijalankan dengan baik (dari berbagai sumber).