Langkah Mudah dan Cepat Budidaya Sidat

August 24, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya sidat merupakan usaha perikanan yang menjanjikan keuntungan dan memiliki omset yang tinggi. Saat ini permintaan terhadap hasil budidaya sidat sangat tinggi, terutama permintaan hasil budidaya sidat dari negeri sakura, Jepang.

Usaha budidaya sidat secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga tahapan penting. Pembagian tahapan dalam usaha budidaya sidat ini ditujukan karena untuk memudahkan kita dalam mempercepat laju pertumbuhan ikan sidat.

Adapun tiga tahapan penting dalam budidaya sidat, yakni pendederan yang dibagai menjadi tahap pendederan satu dan tahap pendederan dua, serta tahap pembesaran. Dalam budidaya sidat, pembenihan mengandalkan tangkapan dari alam.
Bentuk dari benih budidaya sidat itu sendiri sudah menyerupai ikan sidat dewasa, hanya saja ukurannya masih kecil dan berwarna transparan atau disebut glass eel.

Tahap Pendederan Budidaya Sidat

Pada usaha budidaya sidat tahap pendederan I ini biasa disebut dengan tahap pengenalan untuk benih ikan sidat supaya bisa beradaptasi dengan kondisi alam buatan (kolam) dan bisa mengkonsumsi pakan yang homogen atau pakan buatan.

Pemeliharaan benih budidaya sidat pada tahapan ini memiliki tujuan untuk pembesaran glass eel sampai benih ikan sidat memiliki ukuran elver. Setelah melewati tahap pendederan 1 maka elver siap dilanjutkan ke tahapan pendederan 2.
Benih budidaya sidat atau disebut glass eel yang biasanya dipelihara memiliki 2 jenis yaitu A. bicolor dan A. marmorata. Glass ell yang berjenis A. bicolor didapatkan dari pantai selatan Pulau Jawa, sedangkan untuk A. marmorata diperoleh dari daerah Poso Sulteng dan Tatelu.

Ukuran benih budidaya sidat glass eel yang ditebar memiliki ukuran 0,17 gram per ekor dengan jumlah kepadatan untuk masing-masing tempat pemeliharaan sekitar 6 ekor per 1 liter air.

Saat ini permintaan terhadap hasil budidaya sidat sangat tinggi, terutama permintaan hasil budidaya sidat dari negeri sakura, Jepang. Foto: thirteen.org

Pada budidaya sidat, proses penebaran glass eel dilakukan secepat mungkin setelah glass eel sudah diterima di lokasi pemeliharaan. hal ini untuk mengurangi tingkat stress pada benih ikan sidat setelah sebelumnya berada dalam transportasi pemindahan benih ikan sidat.

Sebelum dilakukan penebaran ikan sebaiknya glass eel dilakukan aklimatisasi dulu, caranya yaitu menempatkan plastik packing agar mengapung diatas air di lokasi media pemeliharaan budidaya sidat.

Sementara pada budidaya sidat tahap pendederan II adalah tahapan persiapan agar menghasilkan ukuran sidat fingerling (10 gr/ekor). Selanjutnya dari tahap pendederan II anakan budidaya sidat kemudian siap untuk di pelihara pada proses tahapan pembesaran.

Tahap Pembesaran Anakan Budidaya Sidat

Pada tahapan pembesaran anakan budidaya sidat yang dilakukan adalah proses pembesaran ikan sidat. Proses ini memiliki tujuan untuk membesarkan anakan budidaya sidat sampai pada ukuran yang siap konsumsi yaitu ukurannya lebih dari 200 gram per ekor.

Untuk tempat pemeliharaan anakan budidaya sidat dalam tahap pembesaran ini bisa menggunakan kolam beton yang memiliki ukuran 2 x 5 x 1,8 m³ dengan jumlah air media sekitar 5 m³. Kolam pemeliharaan budidaya sidat sebaiknya dilengkapi dengan sistem aerasi dengan air yang mengalir.

Media air yang digunakan bisa berasal dari tandon air sumur yang kemudian dialirkan ke dalam paralon yang menuju ke kolam pemeliharaan. Dianjurkan untuk volume pergantian airnya minimal lebih dari 300% tiap hari. Supaya suhu airnya tetap terjaga pada kisaran 29-31 °C, sebaiknya kolam pemeliharaan ditutup dengan terpal atau bisa menggunakan penutup anyaman bambu.

Waktu yang dibutuhkan dalam budidaya sidat sampai siap untuk konsumsi sekitar kurang lebih 5 bulan, tergantung ukuran benih yang kita tabur. Misalnya ukuran benih 200 gram, untuk bisa menghasilkan panen ikan sidat berukuran 500 gram memerlukan waktu sekitar 5 bulan. Sebagai gambaran jika anda menaburkan 1 ton benih anda bisa menghasilkan panen sekitar 5 ton ikan hasil budidaya sidat (dari berbagai sumber).