Budidaya kacang tanah sangat ideal dilaksanakan di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 500 meter di atas permukaan laut. Foto: spiritriau.com

Langkah Cerdas dan Mudah Budidaya Kacang Tanah

December 28, 2016 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya kacang tanah dapat menjadi alternatif usaha bidang pertanian yang menghasilkan. Hasil produksi budidaya kacang tanah tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga serta pakan ternak tetapi juga bahan baku industri.

Sebagai bahan baku industri, hasil budidaya kacang tanah dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat keju, mentega, sabun dan minyak goreng. Sementara itu, sebagai makanan dan pakan ternak, hasil tanaman budidaya kacang tanah mengandung lemak, protein, karbohidrat dan vitamin, juga mengandung mineral.

Budidaya kacang tanah sangat ideal dilaksanakan di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 500 meter di atas permukaan laut. Tanaman budidaya kacang tanah membutuhkan tanah yang berstruktur ringan, seperti tanah regosol, andosol, latosol dan alluvial. Tanaman budidaya kacang tanah memerlukan suhu lklim tinggi antara 25 hingga 32 derajat celcius, sedikit lembab (rH 65% – 75%), serta curah hujan 800 mm -1300 mm per tahun,

Untuk budidaya kacang tanah, benih yang dipilih berasal dari tanaman yang sehat, bebas dari hama dan penyakit, bibit yang berkualitas baik dan memiliki kemurnian tinggi sehingga dapat berkecambah dengan cepat dan merata. Dipanen hanya dalam waktu (cukup lama), polong tidak pecah, kemangi dan stripping pengolahan biji dilakukan dengan baik.

Sebelum dilakukan penanaman, lahan budidaya kacang tanah, sebaiknya diolah terlebih dahulu. Pengolahan areal budidaya kacang tanah dilakukan dengan cara cangkul, bajak atau traktor sedalam 20 sampai 30 cm. Tujuan pengolahan tanah adalah untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah sehingga pertumbuhan akar dan mengisap nutrisi oleh tanaman budidaya kacang tanah dapat berlangsung dengan baik.

Waktu tanam pada budidaya kacang tahan yang paling baik dilahan tegalan ( kering ) adalah pada awal musim hujan ( Oktober – Nopember ). Di lahan sawah penanaman dapat dilakukan pada bulan April -Juni ( Palawija I ) atau bulan Juli -September) Palawija II ).

Penanaman benih budidaya kacang tanah dilakukan dengan menggunakan tugal sedalam 3 cm dengan 2 butir benih perlubang dan jarak tanam 40 cm x 10 cm. Kemudian lubang tanam ditutup tanah secara tipis.

Budidaya kacang tanah sangat ideal dilaksanakan di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 500 meter di atas permukaan laut. Foto: spiritriau.com

Budidaya kacang tanah sangat ideal dilaksanakan di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 500 meter di atas permukaan laut. Foto: spiritriau.com

Pemeliharaan Tanaman Budidaya Kacang Tanah

Pada budidaya kacang tanah, pemeliharaan tanaman untuk peningkatan produksi hingga memperoleh hasil yang optimal diperlukan pemupukan, penyiangan dan pembumbunan, penyulaman, pengairan, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Pemupukan pada budidaya kacang tanah dilakukan dengan menggunakan pupuk Urea, SP36 dan KCI dengan dosis 60-90 kg Urea, 60-90 kg SP36 dan 50 kg KCI per hektar. Pemupukan dilakukan dengan memasukkan pupuk kedalam lubang tugal disisi kiri kanan lubang tanam atau disebar merata kedalam larikan.

Penyulaman dilakukan apabila ada benih yang tidak tumbuh. Penyulaman dilakukan dengan membuat lubang tanam baru pada bekas lubang tanam terdahulu. Tujuan dari penyulaman ini adalah untuk mempertahankan populasi.

Penyiangan di areal lahan budidaya kacang tanah dilakukan 2 kali. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam dan penyiangan kedua dilakukan pada usia 40 hari setelah tanam. Dalam penyiangan kedua juga dilakukan pembumbunan yaitu digemburkan tanah kemudian ditimbun di dekat pangkal batang tanaman. Pembumbunan bertujuan untuk memfasilitasi buah akan menembus permukaan tanah sehingga pertumbuhan optimal.

Tanaman budidaya kacang tanah tidak menghendaki air yang menggenang. Fase kritis untuk tanaman Kacang Tanah adalah rase perkecambahan, rase pertumbUhan dan rase pengisian polong. Waktu pengairan yang baik adalah pagi atau sore hari dengan cara dileb hingga tanah cukup basah.

Hama dan Penyakit Tanaman Budidaya Kacang Tanah

Petani budidaya kacang tanah perlu pula mengenali penyakit dan hama yang dapat menyerang tanaman budidaya kacang tanah. Adapun penyakit dan hama tanaman budidaya kacang tanah antara lain adalah penyakit layu, penyakit bercak daun, penyakit selerotium, penyakit karat, serta hama empoasca.

Penyakit Layu

Penyakit Layu disebabkan oleh bakteri Xanthomonas Solanacearum. Pada siang hari waktu sinar matahari terik tanaman sekonyong-konyong terkulai seperti disimm air panas, tanaman langsung mati. Cara pengendalian dengan pergiliran tanaman.

Penyakit Bercak Daun 

Penyakit Bercak daun disebabkan oleh cendawan Cercospora personata. Bercak yang ditimbulkan pada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah bawah daun hitam. Ditengah bercak daun kadang-kadang terdapat bintik hitam dari Conidiospora. Cendawan ini timbul pada tanaman umur 40 -50 hari hingga 70 hari. Cendawan ini dapat dikendalikan dengan Anthmcol atau Daconil.

Penyakit Selerotium

Penyakit ini disebabkan oleh Selerotium rolfsii, merusak tanaman pada waktu cuaca lembab. Cendawan menyerang pada pangkal batang, bagian dari tanaman yang lunak, menimbulkan bercak-bercak hitam. Tanaman yang terserang akan layu dan mati. Pengendalian nyadengan memperbaiki pengairan, agar air pengairan dapat mengalir.

Penyakit Karat

Penyakit ini disebabkan oleh Uromyces arachidae, menyerang tanaman yang masih muda menyebabkan daun berbintik-bintik coklat daun menjadi mongering. Pengendaliannya dengan menanam varitas yang tahan.

Hama Empoasca

Hama yang penting bagi tanaman kacang tanah adalah hama Empoasca. Hama ini tidak terlalu merugikan bagi tanaman kacang tanah. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan Azodrin, Karphos atau lnsektisida yang tersedia.

Pedoman Panen Hasil Budidaya Kacang Tanah

Penentuan saat panen hasil budidaya kacang tanah yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk kacang tanah. Pedoman umum yang digunakan sebagai kriteria penentuan saat panen kacang tanah adalah sebagai berikut:

  • Sebagian besar daun menguning dan gugur (rontok).
  • Tanaman berumur 85 -110 hari tergantung varietasnya, sebagian besar polongnya ( 80 % ) telah tua.
  • Kulit polong cukup keras dan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
  • Kulit biji tipis dan mengkilap.
  • Rongga polong telah berisi penuh dengan biji.
  • Panen dilakukan dengan mencabut batang tanaman secara hati-hati agar polongnya tidak tertinggal dalam tanah.

Penyimpanan hasil budidaya kacang tanah dapat dilakukan dalam bentuk polong kering maupun biji kering.

Penyimpanan dalam bentuk polong kering dilakukan dengan cara memasukkan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat, lalu simpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.

Penyimpanan dalam bentuk biji kering dilakukan dengan mengupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukkan ke dalam wadah tertutup untuk disimpan atau dijual.

Demikian informasi singkat mengenai budidaya kacang tanah, semoga bermanfaat (dari berbagai sumber).

Baca Juga:

Nilai Gizi dan Pemanfaatan Hasil Budidaya Kacang Tanah

› tags: Budidaya Kacang Tanah / Hama dan Penyakit Kacang Tanah /